Sorong, 1 Mei 2026 — Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Nusa Putra Sukabumi, Jawa Barat, Ferry Onim, melontarkan kritik keras terhadap Bupati Sorong Selatan yang dinilai telah memicu konflik antara mahasiswa asal Sorong Selatan dengan pengurus Korwil Nusa Putra di Papua Barat Daya.
Ferry Onim menegaskan bahwa pihaknya telah bekerja sejak tahun 2019 hingga 2026 dalam mengurus dan mendampingi mahasiswa, tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia mempertanyakan sikap Bupati yang dinilai tidak menghargai kerja keras para pengurus.
“Sejak 2019 sampai sekarang, kami bekerja mengurus mahasiswa tanpa dukungan pemerintah. Kami bahkan datang membawa surat audiensi ke Pemda Sorong Selatan, namun tidak ada perhatian. Bupati harusnya menghargai kerja orang lain, bukan justru mencari popularitas,” tegas Ferry.
Ia juga menyinggung persoalan 55 unit ekskavator di wilayah Imekko yang hingga kini belum memiliki kejelasan, namun di sisi lain Bupati justru dinilai masuk ke ranah yang berpotensi menimbulkan konflik baru.
Menurut Ferry, seluruh pengurus Korwil telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan biaya pribadi dalam mengurus mahasiswa dari Sorong hingga Sukabumi. Karena itu, ia meminta mahasiswa untuk menghargai proses dan perjuangan tersebut.
“Kami yang bertanggung jawab penuh di Sukabumi. Kalau ada mahasiswa yang tidak menghargai kerja keras ini, kami tegaskan untuk mengambil sikap. Etika dan moral harus dijunjung tinggi,” ujarnya.
Selain itu, Ferry juga menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan Bupati Sorong Selatan membagikan uang di Toraja. Ia mempertanyakan kebijakan tersebut, mengingat kondisi ekonomi masyarakat Sorong Selatan yang dinilai masih memprihatinkan.
“Kalau benar video itu, kami minta pihak berwenang, termasuk BPK, untuk menelusuri. Jangan sampai ada kebijakan yang tidak tepat sasaran,” katanya.
Ferry menegaskan bahwa kehadiran Bupati dalam dinamika mahasiswa justru memperkeruh situasi. Ia meminta semua pihak untuk kembali fokus pada pembinaan mahasiswa secara sehat dan menghargai kerja kolektif yang telah dibangun selama ini.
“Mahasiswa harus menunjukkan etika dan moral yang baik. Kalau tidak, maka harus siap menerima konsekuensi,” tutup Ferry. (FO)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

