Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Jelang Purna Tugas, Direktur Polnam Tinggalkan Jejak Besar: Gedung Kuliah Terpadu Rp74,9 Miliar Resmi Dimulai

Ambon – Menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam), Dady Mairuhu, S.T., M.M menorehkan capaian penting yang dipandang sebagai salah satu tonggak kemajuan pendidikan vokasi di Maluku. Di penghujung kepemimpinannya yang akan berakhir pada 7 Juni 2026, Dady berhasil mengawal lahirnya proyek pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT) senilai Rp74,93 miliar yang resmi ditandai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking), Selasa (26/5/2026).

Prosesi yang berlangsung di kawasan kampus Politeknik Negeri Ambon, Wailela, itu menjadi simbol dimulainya babak baru transformasi infrastruktur pendidikan vokasi di Maluku. Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Polnam, para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Tim Teknis, jajaran sivitas akademika, serta mitra pelaksana konstruksi PT Karya Inti Bumi Konstruksi.

Pembangunan gedung modern setinggi empat lantai itu dibiayai penuh melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026 dan diproyeksikan menjadi pusat aktivitas akademik terintegrasi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran berbasis industri dan teknologi.

Dalam sambutannya, Direktur Polnam, Dady Mairuhu, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan vokasi yang semakin dinamis.

"Politeknik Negeri Ambon secara resmi memulai babak baru peningkatan mutu pendidikan vokasi di Maluku melalui pembangunan Gedung Kuliah Terpadu ini. Kehadiran fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen negara dalam melahirkan generasi muda yang unggul, terampil, serta siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," ujar Dady.

Bagi banyak pihak di lingkungan Polnam, pencapaian ini memiliki makna tersendiri. Di tengah masa akhir kepemimpinannya, Dady dinilai berhasil meninggalkan warisan pembangunan yang tidak sekadar berupa bangunan fisik, tetapi juga fondasi bagi masa depan pendidikan vokasi di Maluku.

Keberhasilan menghadirkan proyek besar tersebut juga dipandang sebagai hasil konsistensi dan komitmen dalam memperjuangkan kebutuhan kampus, mulai dari proses pengusulan, penganggaran, hingga realisasi proyek strategis nasional.

"Di akhir masa jabatan ini, saya berharap pembangunan dapat berjalan sesuai target sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh sivitas akademika," tambahnya.

Gedung Modern Berbasis Kebutuhan Industri

Ketua Tim Teknis Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Polnam, Vector R. Hutubessy, ST., M.Eng., dalam laporannya menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan pendidikan vokasi serta pengembangan sumber daya manusia di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

Menurutnya, peningkatan jumlah mahasiswa dan tuntutan pendidikan berbasis teknologi menjadi dasar utama pembangunan fasilitas baru tersebut.

Gedung Kuliah Terpadu Polnam akan dibangun di atas lahan kampus dengan luas total mencapai 3.366,75 meter persegi dan terdiri dari empat lantai yang mencakup 17 ruang kuliah; 10 laboratorium; 3 ruang koordinator program studi; 3 ruang kepala laboratorium; Ruang konferensi; Ruang dosen; Mushola; dan Ruang penunjang akademik lainnya.

Selain menjadi ruang belajar terpadu, fasilitas tersebut juga akan mengakomodasi pembelajaran kolaboratif, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta penerapan teknologi informasi dan pembelajaran digital.

"Gedung ini dirancang agar proses pembelajaran tidak lagi hanya berpusat pada teori, tetapi juga memperkuat integrasi praktik lapangan dan teknologi," jelas Hutubessy.

Dikerjakan Selama 227 Hari

Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu direncanakan berlangsung selama 227 hari kalender sejak penandatanganan kontrak kerja.

Dalam laporan tim teknis disebutkan bahwa seluruh tahapan persiapan telah diselesaikan, mulai dari penyusunan dokumen teknis, proses perizinan, pengadaan jasa konstruksi hingga penandatanganan kontrak pelaksanaan dengan PT Karya Inti Bumi Konstruksi senilai Rp45.993.960.000.

Adapun total pendanaan proyek melalui SBSN sebesar Rp74.938.564.000 meliputi:

  • Konstruksi Gedung Kuliah Terpadu: Rp48.632.620.000

  • Manajemen konstruksi: Rp1.214.601.000

  • Biaya pengelolaan kegiatan: Rp464.500.000

  • Pengadaan peralatan: Rp22.750.442.000

  • Pengadaan meubelair: Rp1.876.401.000

Tim pelaksana juga menegaskan komitmen pembangunan berdasarkan prinsip tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, transparansi, akuntabilitas, serta mengutamakan keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.


Warisan Kepemimpinan untuk Masa Depan Polnam

Peletakan batu pertama Gedung Kuliah Terpadu bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur baru. Momentum tersebut juga menjadi penanda jejak kepemimpinan Direktur Dady Mairuhu yang menutup masa pengabdiannya dengan capaian besar bagi institusi.

Di saat banyak pemimpin mengakhiri masa jabatan dengan agenda administratif, Dady justru meninggalkan warisan nyata berupa proyek pendidikan bernilai puluhan miliar rupiah yang diyakini akan memberi dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.

Gedung itu nantinya tidak hanya menjadi simbol fisik kemajuan kampus, tetapi juga representasi dari semangat membangun pendidikan vokasi yang lebih modern, kompetitif, dan siap menjawab tantangan dunia kerja masa depan. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama