Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Indra Mundur dari Ketua Partai Gema Bangsa Karawang, Pengurus Lain Pun Ngikut

Karawang – Ketua DPD Partai Gema Bangsa Kabupaten Karawang, Indra Irfiana, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin, 6 April 2026. Keputusan tersebut disampaikan melalui grup WhatsApp internal pengurus DPD/DPC Gema Bangsa Karawang, sebelum yang bersangkutan keluar dari grup.


Dalam pesan singkatnya, Indra yang akrab disapa Pedro terlebih dahulu berpamitan kepada anggota grup, lalu mengirimkan surat pengunduran diri dalam format PDF. “Izin pamit dari grup,” tulisnya singkat, disusul pernyataan resmi pengunduran diri.


Dikonfirmasi terpisah pada Minggu (26/4/2026) malam, Pedro membenarkan langkah tersebut. Ia menyebut alasan utama pengunduran dirinya adalah kesibukan pekerjaan dan keluarga yang tidak memungkinkan untuk tetap fokus menjalankan tugas sebagai ketua partai.


“Saya sibuk kegiatan di tempat kerja dan keluarga, jadi tidak bisa fokus ke partai,” ujarnya.


Pasca pengunduran diri Pedro, dinamika internal partai di Karawang turut bergerak. Sejumlah pengurus disebut ikut mundur, meski Pedro mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang mengikuti langkahnya karena telah keluar dari seluruh grup komunikasi partai.


Terkait salah satu nama yang disebut mundur, Zhafira Adeliana, Pedro menyatakan bahwa nama tersebut tidak tercatat dalam struktur kepengurusan saat dirinya menjabat. Ia kemudian mengklarifikasi bahwa yang dimaksud adalah Sunengsih, yang sebelumnya direncanakan masuk struktur DPC namun ditarik ke DPD meski belum sempat diterbitkan surat keputusan (SK).


Sementara itu, posisi Ketua DPD Gema Bangsa Karawang yang ditinggalkan Pedro kini telah diisi oleh Neneng Rosmalianti, yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara DPD. Penunjukan tersebut diumumkan melalui akun resmi media sosial partai pada Sabtu, 11 April 2026.


Pedro menegaskan, pergantian kepemimpinan tersebut bukan atas rekomendasinya, melainkan hasil kesepakatan internal pengurus yang tersisa. “Tidak ada rekomendasi dari saya, mungkin itu keputusan pengurus DPD,” katanya.


Gejolak Internal Meluas

Pengunduran diri di Karawang menambah daftar dinamika internal Partai Gema Bangsa yang terbilang masih baru. Sebelumnya, konflik serupa terjadi di DPD Kota Bekasi, ditandai dengan mundurnya sejumlah pengurus dari berbagai posisi strategis.


Mantan Wakil Ketua Bidang Kader dan Pengembangan Kepemimpinan DPD Kota Bekasi, Agus Mulyadi, mengungkapkan kekecewaan terhadap kondisi internal partai yang dinilainya tidak sehat. Ia menyebut gaya kepemimpinan yang otoriter dan kurang transparan sebagai pemicu utama gelombang pengunduran diri.


Sejumlah nama yang telah mundur di antaranya Norma Basari, Rentina Sitorus, hingga Bambang Novianto. Bahkan, Agus menyebut masih ada kader lain yang berpotensi menyusul keluar.


Menurutnya, konflik internal yang berlarut-larut berpotensi merusak citra partai di mata publik, khususnya menjelang tahapan verifikasi politik oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).


Ujian Konsolidasi Partai Baru

Partai Gema Bangsa yang baru berdiri pada awal 2025 kini menghadapi tantangan serius dalam menjaga soliditas internal. Partai yang mengusung semangat desentralisasi politik tersebut justru dihadapkan pada berbagai persoalan organisasi di sejumlah daerah.


Hingga berita ini diturunkan, jajaran pengurus tingkat wilayah maupun pusat belum memberikan pernyataan resmi terkait rangkaian pengunduran diri yang terjadi baik di Karawang maupun Bekasi.


Situasi ini menempatkan Partai Gema Bangsa pada fase krusial dalam upaya konsolidasi internal, di tengah ambisi untuk tumbuh sebagai kekuatan politik baru di tingkat nasional. (OR-02)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama