Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Hutan Jompi Terancam, Debit Mata Air Menurun Drastis

Muna - Kawasan Hutan Jompi di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, mengalami tekanan ekologis serius yang berdampak pada penurunan fungsi lingkungan, termasuk menyusutnya debit mata air utama di kawasan tersebut.


Hutan Jompi yang berstatus Hutan Lindung (HL) memiliki luas sekitar 1.927 hektare atau 4,2 persen dari total luas hutan lindung di wilayah itu. Data menunjukkan sekitar 56,1 persen kawasan tersebut telah mengalami kerusakan, terutama pada ekosistem hutan jati.


Kerusakan ini berpengaruh langsung terhadap ketersediaan air. Debit mata air Jompi tercatat menurun dari sekitar 300 liter per detik pada 1980-an menjadi 120 liter per detik pada 2017. Penurunan ini juga dipicu oleh sedimentasi akibat banjir kiriman yang mempercepat degradasi fungsi hidrologis kawasan.


Jika tidak ada penanganan, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan hilangnya sumber mata air Jompi pada 2045, yang dapat berdampak pada kebutuhan air masyarakat setempat.


Sejumlah pihak mengusulkan peningkatan status kawasan dari Hutan Lindung menjadi Kawasan Hutan Konservasi dengan skema Taman Wisata Alam (TWA). Usulan ini disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Jailani, M.Si, dengan tujuan memperkuat perlindungan dan pengelolaan kawasan.


Pengamat lingkungan, Hasrudin Hayat, S.Hut, menilai perubahan status dapat mendukung upaya konservasi dan membuka peluang pengelolaan berbasis pariwisata berkelanjutan. Namun, ia menekankan pentingnya langkah konkret di lapangan.


Sebagai bagian dari upaya rehabilitasi, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sangia Lestari merencanakan penanaman 2.000 pohon di sekitar kawasan Hutan Jompi. Program ini akan melibatkan pemerintah dan masyarakat setempat.


Upaya kolaboratif dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan kawasan, sekaligus mempertahankan fungsi hutan sebagai penyedia jasa lingkungan, termasuk sumber air bagi masyarakat. (OR-DN)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama