Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Demo ARPEKA di DPRD Konsel Ricuh, Korlap Dipukul Oknum Satpol PP Hingga Bibir Sobek

Konawe Selatan - Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Rakyat Pemerhati Keadilan (ARPEKA) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kantor DPRD Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Senin (20/4/2025), berujung ricuh. Seorang koordinator lapangan (korlap), Zaldin, menjadi korban dugaan kekerasan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) hingga mengalami luka sobek pada bagian bibir atas.


Pasca kejadian tersebut, Zaldin yang juga Korlap 1 langsung melaporkan dugaan pemukulan itu ke Polres Konawe Selatan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.


Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap pembangunan jetty milik PT TIS di Desa Bangun Jaya, Kecamatan Lainea, yang dinilai merusak lingkungan karena lokasinya hanya berjarak sekitar 25 meter dari permukiman warga.


Korlap 2 aksi, Sastra Wijaya, mengungkapkan bahwa ketegangan bermula saat massa aksi tidak menemukan satu pun anggota DPRD Konsel di kantor, meskipun masih dalam jam kerja. Kondisi itu memicu kekecewaan massa hingga melakukan pembakaran ban di halaman kantor DPRD.


“Ketika ban dibakar, beberapa oknum Satpol PP justru menendang dan melemparkan ban yang masih menyala ke arah massa aksi dan mobil sound system. Akibatnya, beberapa peserta aksi mengalami luka bakar ringan pada pakaian dan rambut,” ujar Sastra Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (21/4/2026).


Situasi semakin memanas saat massa kembali melakukan pembakaran ban. Dalam kondisi tersebut, sejumlah oknum Satpol PP diduga melakukan tindakan represif dengan memukul dan mendorong massa aksi.

Upaya meredam kericuhan sempat dilakukan oleh Zaldin dengan maju ke depan untuk menenangkan situasi. Namun, ia justru menjadi sasaran pemukulan oleh oknum Satpol PP yang mengenai wajahnya hingga menyebabkan bibir atas sobek dan bagian dalam mengalami lebam.


“Saat situasi mulai tidak terkendali, Zaldin langsung menarik mundur massa aksi untuk menghindari bentrokan lebih lanjut,” tambah Sastra.


Ia menilai tindakan tersebut tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga mencederai nilai-nilai demokrasi dan perjuangan aktivis di Sulawesi Tenggara.


“Kami berharap pihak kepolisian segera menangkap dan menindak tegas oknum Satpol PP yang terlibat, agar kejadian ini tidak meluas,” tegasnya. (OR-02)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama