Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Dari Desa ke Panggung Nasional, Perjalanan Inspiratif Aiyra Widjaya Menemukan Mimpi dan Makna Hidup

Ket Foto: Aiyra Widjaya, Putri Pelestarian Mangrove Indonesia 2025 ketika berpose bersama Basuki Hadimuljono, Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) dan mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) diselah-selah kegiatan Carnaval 17 Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Di sebuah sudut sederhana di Pertigaan Seti, Desa Wailoping, Kecamatan Seram Utara Timur Seti, lahirlah seorang perempuan muda bernama Aiyra Widjaya. Lahir pada 16 Juni 2003, Aiyra tumbuh dalam keluarga sederhana: ayahnya, Samidi, seorang pensiunan guru yang kini beternak kambing, dan ibunya, Sri Bibit, seorang penjahit. Dari rumah kecil itulah, mimpi besar mulai dirajut.


Sebagai anak kedua dari tiga bersaudara, Aiyra sudah menunjukkan semangat belajar sejak dini. Ia kerap meraih juara kelas saat menempuh pendidikan di SD Inpres B1 Wailoping (lulus 2014). Perjalanan pendidikannya berlanjut ke SMP Negeri 1 Seram Utara Timur Seti (lulus 2017) dan SMA Negeri 1 Seram Utara Timur Seti (lulus 2020). Meski tinggal di daerah dengan keterbatasan akses lomba dan pengembangan diri, semangatnya tidak pernah surut. Baginya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.


Perjalanan Aiyra terus berlanjut hingga ia berhasil menembus perguruan tinggi negeri impian, Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Anak Usia Dini. Di kota besar, dunia baru terbuka. Ia mulai aktif mengikuti berbagai kompetisi, dari debat tingkat fakultas (2022), lomba dance di Surabaya (2023), hingga menjadi perwakilan kecamatan di bidang kimia untuk Olimpiade tingkat kabupaten di Masohi (2019). Ia juga pernah menjadi anggota Paskibra Kecamatan Seram Utara Timur Seti pada tahun 2017 dan 2018.


Namun, perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Di balik pencapaiannya hari ini, ada fase berat yang pernah ia lalui, yakni menjalani operasi jantung. Momen itu menjadi titik penting dalam hidupnya, yang tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mental dan semangatnya untuk terus bertahan. Proses pemulihan yang tidak mudah sempat membuatnya harus memperlambat langkah, bahkan meragukan kemampuannya sendiri.


Namun dari situ, Aiyra belajar arti syukur dan kekuatan diri. Ia bangkit perlahan, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari perjuangan baru yang lebih kuat.


Setelah berhasil melewati fase tersebut, Aiyra kembali menata hidupnya. Ia bahkan berhasil mencapai sejumlah target, menjadi content creator, masuk PTN, hingga mencapai kondisi tubuh ideal. Namun di balik itu, ia sempat merasa kehilangan arah.


“Setelah semua target tercapai, saya sempat bingung harus melangkah ke mana,” ungkapnya.


Dari kegamangan itu, Aiyra kembali menggali mimpinya yang sempat terkubur: mengikuti ajang beauty pageant. Mimpi yang dulu terhenti karena rasa tidak percaya diri terhadap tubuhnya yang sangat kurus, hanya 34 kg dengan tinggi 168 cm.


Dengan tekad kuat, ia mulai bangkit. Berat badannya perlahan naik hingga mencapai 55 kg, dan kepercayaan dirinya pun tumbuh. Meski sempat gagal di ajang Putra Putri Pendidikan Jawa Timur 2022, Aiyra tidak menyerah.

Ket Foto: Aiyra Widjaya ketika dinobatkan sebagai Putri Pelestarian Mangrove Indonesia 2025.

Ia mencoba lagi. Bahkan, sekaligus di dua ajang: Duta Batik Indonesia 2025 dan Putri Bumi Indonesia 2025.


Keputusan itu menjadi titik balik. Aiyra berhasil lolos sebagai finalis Putri Bumi Indonesia 2025 (Miss Earth Indonesia), yang digelar di Ibu Kota Nusantara, Balikpapan, pada Agustus 2025. Dengan persiapan yang dilakukan secara mandiri dalam waktu singkat, mulai dari mencari sponsor gaun, membuat video profil dan campaign, photoshoot, latihan catwalk, hingga menjalankan advokasi lingkungan bertema “Kantongin Dulu”, Aiyra membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang.


Di dunia modeling, Aiyra juga aktif tampil di berbagai panggung bergengsi. Ia pernah mengikuti fashion show di Royal Plaza Mall Surabaya, fashion show di Pasar Atom Surabaya, serta fashion carnaval di Ibu Kota Nusantara dengan tema “Bringing Indonesia to the World”. Ia bahkan berhasil masuk Top 10 Famous Icon Surabaya 2025 dari 33 peserta, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan langkahnya di dunia modeling.


Seiring itu, kiprahnya sebagai influencer juga terus berkembang. Sejak aktif membuat konten sejak masa SMA hingga kini, Aiyra telah menjalin berbagai kerja sama dengan sejumlah brand, di antaranya Konnayu (2025), Syuga (2025), Speeds (2023), Cuerpo (2023–2024), Wookeyweight (2023–2025), Mujigaee (2024), Hotto (2024–2025), Presli (2023), Etawa Biru (2024), dan berbagai brand lainnya.

Ket Foto: Aiyra Widjaya ketika Putri Bumi Indonesia 2025.

Advokasi yang ia usung sederhana namun bermakna: “Kantongin Dulu”, sebuah gerakan kecil untuk tidak membuang sampah sembarangan dengan menyimpannya terlebih dahulu.


Perjalanan ini tidak mudah. Ia bahkan sempat merasa kelelahan dan menangis di tengah proses persiapan dan kompetisi. Namun, dengan bantuan teman-teman terdekatnya, Rizal, Layla, Nana, dan Puan, Aiyra mampu bangkit dan terus melangkah hingga titik ini.


Perjuangannya terbayar saat malam grand final. Aiyra berhasil meraih gelar Putri Pelestarian Mangrove Indonesia 2025, sebuah penghargaan yang selaras dengan kepeduliannya terhadap lingkungan, khususnya ekosistem mangrove, yang juga ia suarakan melalui berbagai edukasi dan keterlibatan langsung dalam kegiatan penanaman mangrove di pesisir Surabaya.


Pengalaman selama karantina di Ibu Kota Nusantara, mulai dari mengikuti upacara 17 Agustus di Lapangan Garuda, kunjungan ke Istana Negara, hingga menjelajahi Hutan Samboja yang menjadi habitat orangutan dan beruang madu, semakin memperkaya perspektifnya tentang Indonesia dan masa depan yang ingin ia bangun.


Namun, di balik semua pencapaian itu, Aiyra tetap mengingat satu pesan sederhana dari ibunya: “Mintalah mimpi yang paling tinggi, karena mimpi itu gratis.” Pesan itu yang terus ia pegang hingga hari ini.

Ket Foto: Aiyra Widjaya, Putri Pelestarian Mangrove Indonesia 2025 ketika berpose di depan Istana Negara di Ibu Kota Nusantara (IKN)

Bagi Aiyra, prestasi bukan sekadar hasil, melainkan keberanian untuk mencoba. Kegagalan adalah pelajaran yang belum dipahami, dan penundaan adalah tanda bahwa seseorang belum siap memikul tanggung jawab atas mimpinya.


Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanannya, yakni kepada kedua orang tuanya, kakak, adik perempuan, kakak ipar, serta keluarga besar seperti nenek, kakek, om, dan bibi. Tak lupa, ia juga berterima kasih kepada masyarakat Seram Utara Timur Seti atas doa, dukungan, dan rasa bangga yang diberikan, serta kepada sahabat-sahabatnya yang selalu ada dalam setiap proses jatuh dan bangkitnya.


Ia ingin membuktikan bahwa anak desa juga bisa bersaing, bahkan berdiri di panggung nasional dengan percaya diri.


Ke depan, Aiyra memiliki mimpi yang tak kalah mulia, yaitu membangun taman kanak-kanak berstandar internasional di desa-desa kecil dengan biaya terjangkau. Sebagai mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, ia memahami betapa pentingnya masa “golden age” dalam perkembangan anak.

Ket Foto: Aiyra Widjaya, Putri Pelestarian Mangrove Indonesia 2025 ketika mengikuti Carnaval 17 Agustus 2025 di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Baginya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil.


Dari Desa Wailoping, Aiyra Widjaya melangkah jauh, membawa mimpi, harapan, dan pesan kuat: bahwa asal bukan batas, dan setiap orang berhak untuk bermimpi setinggi mungkin. (*)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

1 Komentar

  1. sangat menginspirasi, aku sudah mengikuti kak aiyra dari tahun 2021 dan menurut aku prosesnya sangat berat
    dan aku sangat banggaa✨

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama