Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Kurir dan Tukang Ojek Pangkalan Ditangkap Dalam Dugaan Jaringan Kurir Narkoba 15 Kilogram di Asahan

ASAHAN - Dalam sebuah akun yang beredar dan viral di salah satu medsos, kru media menemukan sebuah narasi dan rilisan yang mengulas suatu peristiwa tindak pidana peredaran gelap narkoba yang digagalkan oleh pihak aparat hukum dari Mabes Polri, berikut rilisan dimaksud yang telah di edit oleh kru media agar memenuhi kosa kata yang memadai tanpa mengurangi isi dari narasi rilisan dimaksud.

Rutinitas Jalan Lintas Tanjung Balai - Asahan, Sumatera Utara layaknya bergerak seperti biasa. Kendaraan bus antar lintas, truk maupun kendaraan pribadi tetap lalu lalang di jarum jam sekitar pukul 22.30 WIB, di hari Senin (16/02/2026).

Di tengah deru mesin kendaraan yang melintas di kegelapan malam itu, tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, sedang mengintai target dalam kegiatan giat dari sebuah penyelidikan panjang dalam memotong jalur distribusi narkoba via darat.

Seketika, terlihat motor Honda Scoopy yang melintas dihentikan paksa oleh beberapa orang petugas. Dua orang pria tak berkutik, yang salah satunya adalah Okto Jefri Sihombing (42), pria yang malam itu mendekap erat sebuah tas ransel abu-abu. 

Secara kasat mata, tas itu tampak sangat biasa. Namun, ketika petugas membuka resletingnya, terungkaplah muatan aslinya yaitu 15 bal heroin kualitas wahid seberat 15 kilogram. Sebuah jumlah yang fantastis untuk peredaran di jalur darat.

Ironi di Balik Kemudi Ojek

Hal yang membuat operasi ini menarik adalah metode pergerakan dari Okto yang tidak mengendarai motor sendiri. Ia menyewa jasa seorang tukang ojek di pangkalan berinisial AS (37) untuk membawanya dari Tanjung Balai menuju kawasan Simpang Kawat, Kisaran.

Pengakuan awal, sang tukang ojek berdalih hanya menjalankan profesinya mengantar penumpang tanpa tahu-menahu isi tas di punggung pria di belakangnya.

Namun, fakta di lapangan justru membuka cerita lain, ketika ttes urine dilakukan langsung di tempat, hasilnya cukup mengejutkan.

Okto terbukti positif mengonsumsi sabu. Lebih miris lagi, sang tukang ojek yang mengaku tidak tahu apa-apa itu justru urinenya positif mengandung sabu dan ganja.

Memburu Sang Pengendali Bayangan

Dalam ekosistem peredaran gelap, kurir sekelas Okto hanyalah pion yang digerakkan dari jauh. Dari hasil interogasi singkat di lapangan, meluncurlah satu nama: Habib.

Sosok ini diduga kuat menjadi pengendali utama, dalang yang mengatur ritme pengiriman 15 kilogram heroin dari balik layar dan memastikannya sampai ke titik distribusi berikutnya.

Kini, belasan kilogram heroin, tas abu-abu, dan motor Scoopy itu telah diamankan sebagai barang bukti. Bareskrim kini berpacu dengan waktu, membedah jejak digital dari ponsel yang disita untuk melacak sang pengendali : Habib.

Penangkapan di tepi jalan Asahan malam itu jelas bukan babak akhir, melainkan alarm bahwa jaringan besar masih terus mencari celah di pesisir timur Sumatera.

Sementara itu, kru media telah mencoba mengkonfirmasi info tersebut kepada pemilik akun yang beredar di medsos serta nomor call center Dittipid Narkoba Bareskrim Mabes Polri kru media juga telah mengconfirmasi hal tersebut, namun hingga rilis berita naik kemeja redaksi pihak yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.

(Julianto)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Iklan Natal
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama