Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Lapas Namlea Panen 500 Jagung Pulut Hibrida, Bukti Pembinaan Warga Binaan Dukung Ketahanan Pangan

Namlea - Pemanfaatan lahan tidur (idle) oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali membuahkan hasil positif. Melalui program pembinaan kemandirian di bidang pertanian, Lapas Namlea berhasil melakukan panen sebanyak 500 buah jagung pulut hibrida pada Sabtu (24/1/2026).

Panen tersebut dilakukan secara simbolis oleh Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, yang didampingi para Kepala Subseksi. Capaian ini menjadi lanjutan dari panen raya sebelumnya yang menghasilkan sekitar 1.000 buah jagung, sekaligus menegaskan konsistensi Lapas Namlea dalam mengelola sektor pertanian secara berkelanjutan.

“Hari ini kita melaksanakan panen jagung pulut sebagai fase panen kedua. Sebelumnya kita telah melakukan panen raya dengan hasil mencapai 1.000 buah, dan hari ini ratusan jagung kembali berhasil dipanen,” ungkap Marasabessy.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran kelompok tani warga binaan yang telah dibina secara khusus dan memiliki keterampilan bercocok tanam. Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini dialihfungsikan menjadi lahan produktif, sekaligus sarana pembinaan yang bernilai edukatif dan ekonomis.

Panen jagung ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan hidup (life skill), sehingga dapat menjadi modal positif saat kembali ke tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Mustafa La Abidin, menambahkan bahwa hasil panen jagung tersebut langsung dipasarkan kepada pengepul sayuran lokal serta pegawai internal lapas. Selain jagung, Lapas Namlea juga mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya seperti sawi, buncis, tomat, dan cabai, yang sebagian dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur lapas.

“Begitu selesai panen, jagung langsung dibeli oleh beberapa pegawai, sementara sisanya kami jual kepada langganan tetap. Omzet yang diperoleh akan kami putar kembali untuk pembelian bibit dan pupuk, dan sebagian dialokasikan sebagai premi bagi warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian,” jelas Mustafa.

Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap UPT Pemasyarakatan di Maluku, termasuk Lapas Namlea, yang secara konsisten mengimplementasikan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan.

“Kami berharap Lapas Namlea dan seluruh UPT Pemasyarakatan lainnya terus mempertahankan konsistensi capaian di bidang pertanian. Komitmen ini sangat penting untuk mendorong sektor pertanian sebagai bagian dari upaya kementerian dalam mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat,” tutur Ricky.

Keberhasilan panen jagung pulut hibrida ini tidak hanya menjadi bukti nyata efektivitas pembinaan warga binaan, tetapi juga menunjukkan bahwa lembaga pemasyarakatan mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan sektor pangan serta pemberdayaan sumber daya manusia secara berkelanjutan. (LTO) 

Iklan tengah post Baca Juga
Iklan Natal
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama