NAMROLE – Perjalanan menuju Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual untuk memperkuat keimanan, membersihkan hati, serta meningkatkan penghambaan kepada Allah SWT. Pesan penuh makna itu disampaikan Bupati Buru Selatan, La Hamidi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pelepasan jamaah umrah Kabupaten Buru Selatan di Lantai II Kantor Bupati, Rabu (4/11/2026).
Dalam sambutannya, La Hamidi menegaskan bahwa kesempatan menjadi tamu Allah SWT di Tanah Suci merupakan anugerah yang tidak diberikan kepada semua orang. Karena itu, setiap jamaah hendaknya mensyukuri kesempatan tersebut dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan ketulusan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya dimaknai sebatas pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia, penguatan nilai-nilai keagamaan, moralitas, serta kehidupan sosial masyarakat.
"Kita ingin membangun Buru Selatan yang maju tidak hanya secara fisik, tetapi juga menjadi daerah yang masyarakatnya memiliki keimanan, akhlak, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang kuat," ungkap La Hamidi.
Ia menjelaskan, keberangkatan 36 jamaah umrah Kabupaten Buru Selatan yang dijadwalkan pada 9 November 2026 memiliki makna penting, bukan hanya bagi jamaah dan keluarga, tetapi juga bagi kehidupan spiritual masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah daerah berharap perjalanan ibadah tersebut membawa kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi seluruh masyarakat Buru Selatan.
Di hadapan para jamaah, La Hamidi juga menitipkan sejumlah pesan penting sebagai bekal selama berada di Tanah Suci.
Pertama, ia meminta seluruh jamaah meluruskan niat dan menjaga keikhlasan, sehingga perjalanan umrah benar-benar menjadi bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
Kedua, jamaah diminta menjaga kesehatan, kekompakan, dan persaudaraan selama menjalankan ibadah. Ia juga mengingatkan agar kesempatan berada di Tanah Suci dimanfaatkan dengan memperbanyak ibadah, doa, zikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.Ketiga, Bupati secara khusus menitipkan doa untuk Kabupaten Buru Selatan agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kemajuan, dan kesejahteraan, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan perpecahan.
"Doakan Kabupaten Buru Selatan agar senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, kemajuan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari musibah dan perpecahan," pesannya.
Tak kalah penting, La Hamidi berharap para jamaah tidak hanya kembali membawa pengalaman spiritual, tetapi juga perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menginginkan ibadah umrah menjadi momentum pembentukan karakter, sehingga para jamaah semakin sabar, rendah hati, serta memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap sesama.
"Semoga ibadah umrah ini menjadikan kita lebih sabar, lebih rendah hati, dan lebih peduli terhadap sesama," harapnya.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai utama dari perjalanan ibadah tidak berhenti ketika jamaah kembali ke kampung halaman, tetapi tercermin melalui perubahan sikap, perilaku, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
36 Jamaah dari Empat Kecamatan dan Umrah Mandiri
Berdasarkan daftar peserta, sebanyak 36 jamaah umrah Kabupaten Buru Selatan terdiri atas 28 jamaah yang berasal dari empat kecamatan dan delapan jamaah umrah mandiri.
Berikut daftar nama jamaah:
1. Kecamatan Ambalau (9 orang)
Sait Souwakil
Saleh Mony
Noho Souwakil
Muhdun Souwakil
Abd Rasid Booy
Senen Soulisa
Ahad Souwakil
Surudin Latuconsina
Malik Fatsey
2. Kecamatan Waesama (8 orang)
Gani Khow
Muhammad Taib Umanailo
Hatia Wael
Rukia Umamity
Aminah Souwakil
Maimuna Umasagaji
Abdulkadir Letetuni
Latip Souwakil
3. Kecamatan Kepala Madan (4 orang)
Muhamadan
Kamaria Tomia
Lamisi Taip Abu
Laode Palima
4. Kecamatan Namrole (7 orang)
Syarifudin Hayale
Hasnawi Kalidupa
Elias Pelu
Miram Hitimala
Syarif Solissa
La Ami
Wa Nia Wance
5. Jamaah Umrah Mandiri (8 orang)
Yasir Solissa
Junait Solissa
Napsia Solissa
Najamudin Kilbia
Mariam Latbual
Dona Marisa
Sumini Gay
S. Haji Husain
Keberangkatan 36 jamaah ini diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, dan kepedulian sosial di Kabupaten Buru Selatan. Pemerintah daerah pun berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, memperoleh umrah yang mabrur, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


