Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Bupati La Hamidi Buka Turnamen Talenta Cup Season 2, 72 Tim Siap Berebut Juara

Namrole -
 Sorak-sorai penonton, semangat para pemain, dan atmosfer persaingan mulai terasa di Lapangan Bola Kilo 2, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Kamis (8/10/2026).

Sebanyak 72 tim ambil bagian dalam Turnamen Gawang Mini Talenta Cup Season 2 Tahun 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan pelaksanaan musim pertama yang diikuti 44 tim.

Turnamen yang lahir dari inisiatif anak-anak muda Desa Labuang dan sekitarnya yang berprofesi sebagai tukang ojek dan sopir mobil pangkalan Talenta itu resmi dibuka oleh Bupati Buru Selatan sekaligus Ketua Umum KONI Bursel, La Hamidi, S.H.

Pembukaan turnamen berlangsung meriah. Selain dihadiri para pemain dan pendukung tim, hadir pula Wakapolres Buru Selatan, Kompol Missionary Misfenery Nanuru, Ketua Harian KONI Bursel Sami Latbual bersama jajaran pengurus, tokoh agama, pemerintah Desa Labuang, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat setempat.

Laga perdana langsung menyajikan atmosfer kompetisi ketika Samurai FC berhadapan dengan Bawaslu FC. Pertandingan ini menjadi penanda dimulainya perburuan gelar juara dalam kompetisi yang mengusung tema “Asah Talenta, Raih Prestasi, Jadi Juara.”

Dalam sambutannya, La Hamidi mengatakan, membeludaknya jumlah peserta menjadi bukti kuat besarnya antusiasme dan kecintaan masyarakat Bursel terhadap sepak bola.

Menurutnya, sepak bola bukan sekadar permainan untuk mengejar kemenangan, tetapi memiliki kekuatan besar untuk menyatukan berbagai kalangan dalam semangat kebersamaan, sportivitas dan persaudaraan.

“Dengan jumlah peserta yang begitu besar, saya berharap turnamen ini dapat menjadi ajang kompetisi yang berkualitas, melahirkan pemain-pemain berbakat serta membuka peluang bagi atlet-atlet daerah untuk berkembang dan meraih prestasi lebih tinggi,” kata La Hamidi.

Ia kemudian mengurai makna tema Asah Talenta, Raih Prestasi, Jadi Juara.

“Asah talenta berarti setiap pemain harus terus mengembangkan kemampuan, meningkatkan kedisiplinan dan berlatih dengan sungguh-sungguh. Raih prestasi berarti setiap usaha, kerja keras dan pengorbanan diarahkan untuk mencapai hasil terbaik, baik bagi diri sendiri maupun tim,” ujarnya.

Sementara jadi juara, lanjutnya, bukan hanya soal mengangkat trofi. Lebih dari itu, seorang juara harus memiliki mental pemenang, semangat pantang menyerah, keberanian menghadapi tantangan, sekaligus mampu menjunjung tinggi sportivitas.

“Menjadi juara bukan hanya tentang mengangkat trofi, tetapi juga menunjukkan sikap sportif, menghormati lawan, menaati aturan dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada,” tegasnya.

La Hamidi meminta seluruh pemain bertanding dengan penuh semangat dan menghormati keputusan wasit.

Ia juga mengingatkan para pemain maupun pendukung agar tidak menjadikan pertandingan sebagai ruang permusuhan.

“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk bermusuhan, tetapi jadikan pertandingan sebagai sarana membangun persaudaraan. Menanglah dengan terhormat dan terimalah kekalahan dengan kebesaran hati,” pesannya.

Menurut dia, atlet hebat tidak hanya dinilai dari kemampuan mengolah bola, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan dan sikapnya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Dari Pangkalan Ojek, Lahir Turnamen Besar

Ketua Panitia Talenta Cup Season 2, Roger Hendriks, mengatakan turnamen tersebut berawal dari sebuah inisiatif spontan anak-anak muda Desa Labuang yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek dan sopir mobil pangkalan Talenta.

Gagasan sederhana itu kemudian berkembang menjadi sebuah kompetisi yang mendapat sambutan luas dari masyarakat.

Pada Talenta Cup Season 1, panitia mencatat sebanyak 44 tim ambil bagian dengan total hadiah mencapai Rp25 juta.

Juara pertama diraih Geba Gosa dengan hadiah Rp10 juta dan trofi, juara kedua Nyong Simat Rp7 juta dan trofi, juara ketiga Elektrik 02 Rp4 juta dan trofi, serta juara keempat Acamami (Mama Pung Sayang) Rp2 juta dan trofi.

Memasuki musim kedua, antusiasme peserta justru semakin membesar.

Sebanyak 72 tim mendaftarkan diri dengan biaya Rp500 ribu per tim. Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp30 juta.

“Peningkatan jumlah peserta dari 44 menjadi 72 tim membuktikan bahwa semangat kebersamaan anak-anak muda pangkalan mampu menghadirkan kompetisi yang sehat dan diminati banyak pihak,” ujar Roger.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen tersebut, termasuk aparat keamanan, panitia, sponsor, masyarakat Desa Labuang, khususnya keluarga besar Sami Leskona, serta seluruh tim peserta.

Roger juga menyampaikan pesan khusus kepada Bupati Bursel selaku Ketua KONI.

“Kami pemuda Labuang siap berada di garis depan ketika daerah Buru Selatan tercinta ini mengalami kondisi apa pun,” tegasnya.

KONI Bidik Bibit untuk POPMAL

La Hamidi menegaskan, kegiatan olahraga seperti Talenta Cup sejalan dengan langkah KONI Bursel dalam memperluas pembinaan dan pencarian bibit atlet potensial.

Sejak terbentuknya kepengurusan KONI Bursel, kata dia, berbagai langkah strategis mulai dilakukan untuk meningkatkan pembinaan olahraga di daerah.

Tidak hanya sepak bola, sejumlah cabang olahraga juga dipersiapkan untuk mengikuti berbagai agenda kompetisi.

“Kita ingin olahraga membawa nama harum Kabupaten Buru Selatan. Dari kegiatan seperti ini kita bisa mencari bibit-bibit unggul yang nantinya dapat mengikuti turnamen maupun kompetisi pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.

La Hamidi menyebut, talenta-talenta yang muncul dari kompetisi tersebut berpeluang dipersiapkan untuk memperkuat tim Bursel menghadapi ajang olahraga tingkat Provinsi Maluku, termasuk Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL) yang akan digelar di Ambon.

Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para tukang ojek dan sopir rental yang berada di balik penyelenggaraan Talenta Cup.

Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan bentuk kontribusi masyarakat yang sangat membantu pemerintah daerah dalam membangun budaya olahraga sekaligus menjaga ruang positif bagi generasi muda.

“Mereka sehari-hari berpikir bagaimana mendapatkan penumpang, tetapi justru mereka juga berpikir bagaimana membuat sebuah kegiatan untuk memacu generasi muda agar terlibat dalam olahraga. Ini luar biasa,” ungkapnya.

Sepak Bola Jadi Perekat Persaudaraan

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan turnamen sebagai momentum memperkuat persatuan di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi Bursel, termasuk ancaman kebakaran yang terjadi akibat kondisi kemarau.

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat dalam turnamen menjadi gambaran bahwa semangat kebersamaan di Bursel tetap terjaga.

“Dari 44 tim sekarang menjadi 72 tim. Itu artinya kebersamaan kita cukup tinggi di Kabupaten Buru Selatan. Ini keistimewaan kita dan harus kita jaga,” ujarnya.

La Hamidi juga mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga keamanan dan ketertiban daerah. Menurutnya, kondisi keamanan yang kondusif menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan pihak luar agar tidak ragu datang dan berinvestasi di Bursel.

Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Jangan sampai permainan ini memecah belah kita. Justru jadikan ini sebagai semangat kebersamaan yang terus kita jaga,” katanya.

Pertandingan Talenta Cup Season 2 mendapat pengawalan dari personel Polres Buru Selatan guna memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman dan kondusif.

Peluit pertandingan pun menjadi tanda dimulainya pesta sepak bola rakyat di Desa Labuang. Dari lapangan kecil Kilo 2, 72 tim kini memulai perburuan menuju satu mimpi: mengasah talenta, meraih prestasi dan menjadi juara. (Al) 

Salam olahraga!

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama