Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Tes Urine Acak Warnai Seminar P4GN KPKM-RI, Ipda Ganda Sinaga dan Sri Puji Wahyuni Pastikan 20 Pelajar Diperiksa

Pematangsiantar – Seminar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang digelar KONGRES PEMBERANTASAN KORUPSI MANIPULATIF RAKYAT INDONESIA (KPKM-RI) tidak berhenti pada penyampaian materi tentang bahaya narkoba.


Di tengah kegiatan yang diikuti 163 siswa/i SMP se-Kota Pematangsiantar dan 30 guru pembimbing, sebuah langkah pencegahan dilakukan secara langsung melalui tes urine terhadap peserta yang dipilih secara acak.


Tes urine tersebut dilakukan dengan melibatkan Ipda Ganda Sinaga, S.H., dari Satres Narkoba Polres Pematangsiantar, bersama Sri Puji Wahyuni dari Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar.


Pemilihan peserta dilakukan secara acak sebagai bagian dari rangkaian kegiatan P4GN. Langkah ini memberikan pesan bahwa pencegahan narkoba tidak cukup hanya dengan memberikan ceramah, tetapi juga perlu dibarengi dengan edukasi, kewaspadaan dan langkah deteksi dini yang dilakukan sesuai prosedur.


Sebanyak 20 siswa dipilih untuk mengikuti pemeriksaan urine.


Proses pemeriksaan berlangsung di lokasi kegiatan dengan pendampingan pihak yang berkompeten. Para peserta mengikuti tahapan pemeriksaan dengan tertib, sementara panitia dan pendamping memastikan kegiatan berjalan dalam suasana edukatif dan tidak menimbulkan stigma terhadap para pelajar.


Hasil pemeriksaan kemudian menunjukkan bahwa 20 peserta yang menjalani tes urine dinyatakan negatif.


Hasil tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam pelaksanaan seminar P4GN KPKM-RI. Bukan semata-mata mengenai hasil pemeriksaan, tetapi lebih jauh menjadi pesan bahwa upaya pencegahan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara bersama-sama.


Kehadiran Ipda Ganda Sinaga, S.H. dalam proses tersebut juga memperlihatkan keterlibatan langsung unsur kepolisian dalam upaya pencegahan narkotika di lingkungan pelajar.


Sebelumnya, dalam sesi penyuluhan, Ipda Ganda Sinaga turut memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, lingkungan pergaulan serta pentingnya menjauhi narkoba.


Sementara Sri Puji Wahyuni memberikan perspektif kesehatan mengenai dampak penyalahgunaan narkotika terhadap tubuh dan masa depan generasi muda.


Keduanya kemudian terlibat dalam pelaksanaan pemeriksaan urine, sehingga para pelajar memperoleh pemahaman dari dua sisi sekaligus: perspektif hukum dan penegakan narkotika dari kepolisian serta perspektif kesehatan dari Dinas Kesehatan.


Bagi KPKM-RI, pelaksanaan tes urine secara acak tersebut menjadi bagian penting dari pesan seminar bahwa pencegahan narkoba harus dilakukan secara konkret, terukur dan melibatkan berbagai pihak.


Ketua Umum KPKM-RI, Hunter D. Samosir, menegaskan bahwa generasi muda harus mendapatkan perlindungan sejak berada di lingkungan sekolah.


Menurutnya, sekolah, orang tua, pemerintah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan pelajar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkotika.


“Jangan pernah mencoba narkoba. Masa depan kalian jauh lebih berharga,” pesan Hunter kepada para pelajar.


Seminar yang berlangsung di Hotel Grand Palm Pematangsiantar, Jumat (11/9/2026) tersebut dibuka oleh Wali Kota Pematangsiantar yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Syaiful Rizal, S.STP.


Namun, tes urine menjadi salah satu momentum yang memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut.


Sebab, di hadapan para pelajar, pesan P4GN tidak hanya disampaikan melalui kata-kata. Pesan pencegahan diwujudkan melalui tindakan.


Pemilihan peserta secara acak, pemeriksaan yang melibatkan unsur Satres Narkoba dan Dinas Kesehatan, hingga hasil pemeriksaan yang seluruhnya negatif menjadi bagian dari upaya membangun budaya kewaspadaan tanpa memberikan label atau stigma kepada pelajar.


Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah dan masyarakat dalam mencegah penyalahgunaan narkotika sejak usia sekolah.


Dua puluh pelajar diperiksa. Seluruhnya negatif. Tetapi pesan yang jauh lebih besar dari pemeriksaan itu adalah: jangan menunggu narkoba menjadi masalah untuk kemudian bertindak. Pencegahan harus dimulai sekarang. (OR-Rls)

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama