Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

40 Pejabat Polnam Dilantik, Sesjen Kemdiktisaintek “Sentil” Tantangan Era AI: Jabatan Harus Melahirkan Perubahan Nyata

Prof. Badri Munir Sukoco Tegaskan Jabatan Bukan Sekadar Gelar, Melainkan Amanah, Integritas dan Tanggung Jawab untuk Membawa Polnam Maju

AMBON – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memasuki babak baru penguatan tata kelola dan layanan akademik. Sebanyak 40 pejabat di lingkungan Polnam resmi dilantik dan diambil sumpah/janji, Selasa (8/9/2026).

Pelantikan yang berlangsung secara daring tersebut dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D, dari kampus Polnam.

Puluhan pejabat yang dilantik menempati posisi strategis, mulai dari Ketua dan Sekretaris Jurusan, Koordinator Program Studi, Kepala Laboratorium, Kepala Unit Penunjang Akademik, hingga Ketua dan Sekretaris Satuan Pengawas Internal (SPI).

Namun, pesan yang disampaikan Sesjen Kemdiktisaintek dalam momentum tersebut jauh lebih besar dari sekadar pergantian atau pengisian jabatan.

Badri menegaskan, jabatan bukanlah sekadar posisi struktural. Jabatan merupakan amanah yang harus dibuktikan melalui kerja nyata.

Jabatan Bukan Sekadar Kursi Kekuasaan

Dalam sambutannya, Badri mengingatkan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah/janji bukan hanya prosesi administratif.

Di balik jabatan tersebut terdapat kepercayaan, amanah dan tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kinerja konkret bagi institusi, negara dan masyarakat.

Pesan itu menjadi penting di tengah perubahan dunia pendidikan tinggi yang bergerak semakin cepat.

Menurut Badri, perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, mengambil keputusan hingga merumuskan kebijakan.

Karena itu, perguruan tinggi tidak boleh berjalan dengan pola lama ketika dunia telah berubah begitu cepat.

“Ingatlah bahwa jabatan memiliki batas waktu, tetapi gunakan amanah ini untuk menghadirkan perubahan yang nyata, menjaga kepercayaan yang diberikan dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegas Badri.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan seorang pejabat tidak semata-mata diukur dari jabatan yang disandang, tetapi dari apa yang mampu diubah dan diperbaiki selama menjalankan amanah tersebut.

Polnam Dituntut Menjawab Tantangan Era AI

Badri juga menyoroti posisi strategis perguruan tinggi dalam menghadapi bonus demografi Indonesia.

Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi. Kondisi tersebut harus dijawab dengan menyiapkan sumber daya manusia yang bukan hanya besar secara jumlah, tetapi juga kompeten, mampu beradaptasi dengan teknologi, memiliki karakter dan siap bersaing.

Dalam konteks itu, pendidikan vokasi memiliki peran yang sangat penting.

Polnam dituntut semakin kuat menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia kerja, termasuk mempererat hubungan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) serta mendorong lahirnya inovasi terapan yang benar-benar memberi manfaat.

Dengan komposisi pejabat baru yang mengisi berbagai lini akademik dan penunjang, Polnam diharapkan mampu memperkuat kualitas pendidikan, pelayanan mahasiswa, tata kelola serta inovasi kelembagaan.

40 Pejabat Isi Posisi Strategis Polnam

Sebanyak 40 pejabat yang dilantik terdiri atas:

Ketua Jurusan:

  1. Vector Reinhard Redolf Hutubessy — Ketua Jurusan Teknik Sipil.

  2. Leslie Sovie Loppies — Ketua Jurusan Teknik Mesin.

  3. Halomoan Marthin Muskita — Ketua Jurusan Teknik Elektro.

  4. Dr. Zany Irayati Aunalal — Ketua Jurusan Administrasi Niaga.

  5. Daniel Yohannis Titapasanea — Ketua Jurusan Akuntansi.

Sekretaris Jurusan:
6. Mouren Wuarlela — Sekretaris Jurusan Teknik Sipil.
7. Josef Matheus — Sekretaris Jurusan Teknik Mesin.
8. Dr. Sri Widyanti Ginting — Sekretaris Jurusan Teknik Elektro.
9. Join Rachel Luturmas — Sekretaris Jurusan Administrasi Niaga.
10. Dr. Zulkarim Salampessy — Sekretaris Jurusan Akuntansi.

Kepala Laboratorium:
11. Dr. Paulus Fredy Picauly — Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Sipil.
12. Cley Talakua — Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Mesin.
13. Arnold James Kastanja — Kepala Laboratorium Jurusan Teknik Elektro.
14. Poserattu Valence Alfonso — Kepala Laboratorium Jurusan Administrasi Niaga.
15. Semy Pesireron — Kepala Laboratorium Jurusan Akuntansi.

Koordinator Program Studi:
16. Abraham Tuanakotta — Koordinator Prodi Diploma III Teknik Sipil.
17. Septo Christoffel Tuasuun — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknik Konstruksi Jalan dan Jembatan.
18. Henriette Dorothy Titaley — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Manajemen Proyek Konstruksi.
19. Graciadiana Irena Huka — Koordinator Prodi Diploma III Teknik Mesin.
20. Eka Rahmat Mahayani Anthonio Putera Lilipaly — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknik Produksi Minyak dan Gas.
21. Edison Effendy — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Sistem Mekanikal Minyak dan Gas.
22. Rina Latuconsina — Koordinator Prodi Diploma III Teknik Elektro.
23. Melda Dahoklory — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknik Informatika.
24. Marselin Jamlaay — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Sistem Kelistrikan Minyak dan Gas.
25. Ari Permana L. — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan.
26. Caryl Alyona — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Komputer.
27. Kalsum Lussy — Koordinator Prodi Diploma III Administrasi Bisnis.
28. Dr. Saul Ronald Jacob Saleky — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Administrasi Bisnis.
29. August Johannes Ricolat Ufie — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Destinasi Pariwisata.
30. Satiah Latuconsina — Koordinator Prodi Diploma III Akuntansi.
31. Jacomina Vonny Litamahuputty — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik.
32. Mis Fertyno Situmeang — Koordinator Prodi Sarjana Terapan Akuntansi Perpajakan.

Kepala Unit Penunjang Akademik:
33. Jessy Juniu Hahury — Kepala UPA Perpustakaan.
34. Dr. Sylvia Irene Persulessy — Kepala UPA Bahasa.
35. Syukri Gazali Suatkab — Kepala UPA Teknologi Informasi dan Komunikasi.
36. Johanis Tupalessy — Kepala UPA Perawatan dan Perbaikan.
37. Berthy Pelasula — Kepala UPA Layanan Uji Kompetensi.
38. Frangky Jansen Louth — Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan.

Satuan Pengawas Internal:
39. Meidylisa Patty — Ketua Satuan Pengawas Internal.
40. Trudy Maryona Nussy — Sekretaris Satuan Pengawas Internal.

Pelantikan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Politeknik Negeri Ambon Nomor 243h/PL13/KL/2026, 243i/PL13/KL/2026, 243j/PL13/KL/2026, 243k/PL13/KL/2026, 243l/PL13/KL/2026, 243m/PL13/KL/2026, dan 243n/PL13/KL/2026.

Kinerja Akan Menjadi Ukuran

Dengan dilantiknya 40 pejabat tersebut, tantangan berikutnya bukan lagi soal siapa yang menduduki jabatan, melainkan seberapa besar kontribusi yang mampu diberikan.

Tata kelola harus semakin baik. Pelayanan akademik harus semakin cepat dan berkualitas. Laboratorium harus mampu mendukung pembelajaran dan inovasi. Program studi harus semakin responsif terhadap kebutuhan industri. Sementara fungsi pengawasan internal harus semakin kuat menjaga integritas institusi.

Di tengah derasnya perubahan teknologi, Polnam dituntut tidak hanya mencetak lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mencetak talenta yang mampu menciptakan solusi dan beradaptasi dengan perubahan zaman.

Sebab pada akhirnya, sebagaimana pesan Sesjen Kemdiktisaintek, jabatan akan berakhir, tetapi jejak perubahan dan manfaat yang ditinggalkan akan menjadi ukuran dari sebuah amanah.

(Humas) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama