Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Wisuda XXI Polnam : Orasi Marsma TNI Anton “Sioux” Pallaguna Tegaskan Peran Strategis SDM Vokasi untuk Energi dan Kedaulatan Maritim

Ambon - Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menggelar Rapat Terbuka Luar Biasa Senat Akademik dalam rangka Wisuda XXI Program Diploma III dan Sarjana Terapan, Kamis (30/04/2026). Mengusung tema “Membangun Insan Vokasi Unggul Menuju Transformasi Energi Kawasan Kepulauan”, momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni akademik, melainkan titik awal pengabdian para lulusan dalam menjawab tantangan pembangunan di wilayah maritim Indonesia.

Sebanyak 169 mahasiswa resmi dinyatakan lulus berdasarkan Surat Keputusan Direktur Nomor 128/PL.13/KL/2026 tentang Kelulusan Mahasiswa Periode April 2026. Mereka berasal dari berbagai program studi strategis, mulai dari Teknik Sipil, Mesin, Elektro, Administrasi Bisnis, Akuntansi, hingga bidang rekayasa energi dan teknologi perairan.

Hadir sebagai pengisi orasi ilmiah, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Dr. Anton “Sioux” Pallaguna, S.E., M.M.O.A.S., menyampaikan pesan yang sarat nilai kepemimpinan, nasionalisme, dan visi masa depan. Perwira tinggi TNI Angkatan Udara yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Tingkat II Panglima TNI Bidang Polkamnas itu menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar akhir proses pendidikan, tetapi awal dari tanggung jawab besar sebagai agen perubahan.

Hari ini bukan hanya kelulusan, tetapi pengukuhan tanggung jawab. Toga yang dikenakan bukan sekadar simbol akademik, melainkan tanda bahwa saudara adalah pencipta nilai dan solusi bagi masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan,” tegasnya di hadapan para wisudawan.

Jejak Perjuangan dan Ikatan Emosional dengan Ambon

Dalam orasinya, Jenderal Anton Pallaguna mengawali dengan kisah personal yang menggugah. Ia mengenang perjalanan hidupnya saat pertama kali menginjakkan kaki di Ambon pada tahun 1997, sebagai pemuda dengan keterbatasan ekonomi yang berjuang mencari masa depan.

Kala itu, ia menumpang kapal KM Rinjani dari Kendari, berpindah dari satu daerah ke daerah lain demi mengikuti seleksi militer. Gagal di Ambon, ia terus melanjutkan perjalanan hingga akhirnya lolos seleksi di Tual, Maluku Tenggara—sebuah titik balik yang mengubah jalan hidupnya.

Saya datang pertama kali ke Ambon sebagai pencari harapan. Hari ini saya kembali dengan pangkat jenderal. Ini bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang, tetapi bahan bakar perjuangan,” ujarnya.

Kisah tersebut menjadi refleksi kuat bagi para wisudawan bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan, keberanian, dan keteguhan hati.

Maluku Bukan Pinggiran, Tapi Halaman Depan Indonesia

Dalam perspektif strategis, Ia menekankan bahwa Maluku memiliki posisi vital dalam peta pembangunan nasional. Dengan karakteristik sebagai provinsi kepulauan di mana sekitar 93 persen wilayahnya adalah lautan Maluku tidak bisa lagi dipandang sebagai daerah pinggiran.

Maluku adalah halaman depan Indonesia. Dunia belajar dari sini tentang rempah, pelayaran, perdagangan, hingga pertemuan budaya. Maka masa depan Indonesia harus dilihat dari perspektif maritim,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi energi di wilayah kepulauan menuntut pendekatan berbeda dibandingkan wilayah daratan. Energi tidak lagi sekadar soal pembangkit besar, tetapi bagaimana menghadirkan akses energi yang mandiri, terbarukan, dan berkelanjutan di pulau-pulau kecil, pesisir, hingga sektor perikanan.

SDM Vokasi sebagai Pilar Ketahanan Nasional

Lebih lanjut, Anton menegaskan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur atau teknologi, melainkan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan sistem tersebut.

Infrastruktur tanpa kompetensi hanya menjadi bangunan. Teknologi tanpa keterampilan hanya menjadi benda mahal. Energi tanpa SDM unggul hanyalah potensi yang tidur,” tegasnya.

Dalam konteks ini, pendidikan vokasi dinilai sebagai garda terdepan karena mampu menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Ia pun merumuskan konsep SDM vokasi unggul yang harus memiliki tiga kecerdasan utama:

  1. Kecerdasan teknis, yakni penguasaan kompetensi kerja dan teknologi.

  2. Kecerdasan spasial maritim, yaitu kemampuan memahami karakter wilayah kepulauan.

  3. Kecerdasan kebangsaan, berupa integritas, karakter, dan semangat menjaga kedaulatan negara.

Menurutnya, lulusan vokasi harus mengubah pola pikir dari sekadar “mencari pekerjaan” menjadi “menciptakan nilai dan solusi”.

Transformasi Energi dan Peran Kampus Vokasi

Anton juga menyoroti pentingnya keterlibatan kampus vokasi dalam transformasi energi nasional, khususnya di kawasan kepulauan. Ia mendorong konsep island living laboratory, di mana pulau-pulau dijadikan laboratorium nyata untuk riset dan implementasi teknologi, seperti energi surya, mikrogrid, hingga digitalisasi ekonomi lokal.

Yang memahami pulau adalah orang pulau. Maka transformasi energi tidak bisa hanya diserahkan kepada pusat, tetapi harus melibatkan SDM lokal yang kompeten dan memiliki rasa memiliki,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi pentahelix antara pemerintah, kampus, industri, masyarakat, dan media untuk menciptakan ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif dan relevan.

Pesan untuk Pemerintah, Industri, dan Kampus

Dalam orasinya, Anton turut menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis:

  • Pemerintah daerah diminta menjadikan Polnam sebagai mitra strategis dalam riset energi, ekonomi biru, dan pembangunan kepulauan.

  • Industri diharapkan tidak hanya melihat lulusan sebagai tenaga kerja, tetapi sebagai mitra inovasi.

  • Perguruan tinggi diminta menghilangkan ego sektoral dan memastikan lulusan siap pakai serta berdaya saing tinggi.

Direktur Polnam: Wisuda sebagai Titik Awal Pengabdian

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan studi. Ia menegaskan bahwa wisuda merupakan puncak dari perjuangan panjang sekaligus awal tanggung jawab baru.

“Hari ini bukan hanya momen kebahagiaan, tetapi juga refleksi. Ini adalah wisuda terakhir saya sebagai direktur setelah delapan tahun mengemban amanah,” ungkapnya dengan haru.

Mairuhu juga mengingatkan para lulusan agar terus belajar dan beradaptasi di tengah dinamika global yang terus berubah. Ia menegaskan bahwa ijazah bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat.

Selain itu, ia memaparkan berbagai capaian kampus selama masa kepemimpinannya, termasuk peningkatan kualitas akademik, penambahan program studi, pembangunan fasilitas, serta penguatan kerja sama dengan dunia industri.

Menutup sambutannya, ia menyampaikan optimisme terhadap masa depan Polnam serta mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku untuk terus mendukung pengembangan pendidikan vokasi.

Jadilah kebanggaan keluarga, almamater, dan bangsa. Masa depan ada di tangan saudara-saudara sekalian,” pesannya.

Harapan bagi Lulusan

Prosesi wisuda ditandai dengan penyerahan ijazah dan transkrip nilai kepada para lulusan. Mereka diharapkan mampu menjadi tenaga profesional yang unggul, berintegritas, serta adaptif dalam menjawab kebutuhan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan.

Dengan bekal kompetensi dan semangat pengabdian, para lulusan Politeknik Negeri Ambon diharapkan tampil sebagai garda terdepan dalam mendorong transformasi energi, memperkuat ketahanan nasional, dan membangun Indonesia dari wilayah maritim. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama