Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Selama 9 Hari, Umat Katolik di Aru Doakan Perdamaian Dunia

Dobo
– Konflik global yang terus memanas dan memakan banyak korban jiwa memicu keprihatinan mendalam dari Kepulauan Aru. Vikaris Episkopal Wilayah Kepulauan Aru sekaligus Pastor Paroki Santa Maria de Fatima Dobo, RP. Tino Ulahayanan, MSC, mengajak seluruh umat Katolik setempat untuk kompak mengetuk pintu langit, mendoakan agar peperangan di berbagai belahan dunia bisa segera berakhir.

Belajar dari Sejarah dan Mukjizat Fatima

Pastor Tino mengungkapkan bahwa aksi spiritual ini terinspirasi dari peristiwa bersejarah penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal, pada 13 Mei 1917 silam. Saat itu, tiga anak gembala—Lucia Santos, Jacinta Marto, dan Francisco Marto—menerima pesan langit tentang bayang-bayang perang besar yang akan melanda bumi.

"Saat penampakan terjadi, Perang Dunia belum pecah, tapi Bunda Maria sudah mengingatkan hal itu. Sejarah membuktikan semuanya terjadi. Namun lewat kekuatan doa Rosario yang didaraskan setiap hari, kedamaian dunia akhirnya terwujud dan Tembok Berlin pun runtuh. Itu adalah mukjizat nyata," ungkap Pastor Tino. 

Seruan Gencatan Senjata dan Dialog damai

Melihat situasi dunia saat ini, Pastor Tino menegaskan kembali pesan penting dari Pemimpin Gereja Katolik Dunia terkait perdamaian. Menurutnya, tidak ada pihak yang diuntungkan dari sebuah peperangan. 

"Bapa Suci sudah berulang kali menyerukan agar perang dihentikan. Semua pihak yang bertikai harus duduk bersama dan berdialog. Dalam perang, tidak ada istilah menang. Semua orang, baik kawan maupun lawan, pada akhirnya akan menjadi korban," tambahnya.

Aksi Doa Bergilir dari Rumah ke Rumah

Menyambut Hari Ulang Tahun Pelindung Paroki Maria de Fatima Dobo pada tanggal 13 Mei 2026 tahun ini, umat Katolik di Aru bergerak bersama dalam gerakan Novena selama sembilan hari berturut-turut, mulai dari tanggal 4 hingga 12 Mei 2026.

Suasana religius begitu terasa di Kota Dobo setiap malamnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 11.000 umat Katolik larut dalam kekhusyukan. Mereka berkumpul dan menggelar doa Rosario secara bergilir dari rumah ke rumah dengan satu ujud doa yang sama: "Hentikan perang dan hadirkan perdamaian di bumi". (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama