Belajar dari Sejarah dan Mukjizat Fatima
Pastor Tino mengungkapkan bahwa aksi spiritual ini terinspirasi dari peristiwa bersejarah penampakan Bunda Maria di Fatima, Portugal, pada 13 Mei 1917 silam. Saat itu, tiga anak gembala—Lucia Santos, Jacinta Marto, dan Francisco Marto—menerima pesan langit tentang bayang-bayang perang besar yang akan melanda bumi.
"Saat penampakan terjadi, Perang Dunia belum pecah, tapi Bunda Maria sudah mengingatkan hal itu. Sejarah membuktikan semuanya terjadi. Namun lewat kekuatan doa Rosario yang didaraskan setiap hari, kedamaian dunia akhirnya terwujud dan Tembok Berlin pun runtuh. Itu adalah mukjizat nyata," ungkap Pastor Tino.
Seruan Gencatan Senjata dan Dialog damai
Melihat situasi dunia saat ini, Pastor Tino menegaskan kembali pesan penting dari Pemimpin Gereja Katolik Dunia terkait perdamaian. Menurutnya, tidak ada pihak yang diuntungkan dari sebuah peperangan.
"Bapa Suci sudah berulang kali menyerukan agar perang dihentikan. Semua pihak yang bertikai harus duduk bersama dan berdialog. Dalam perang, tidak ada istilah menang. Semua orang, baik kawan maupun lawan, pada akhirnya akan menjadi korban," tambahnya.
Aksi Doa Bergilir dari Rumah ke Rumah
Menyambut Hari Ulang Tahun Pelindung Paroki Maria de Fatima Dobo pada tanggal 13 Mei 2026 tahun ini, umat Katolik di Aru bergerak bersama dalam gerakan Novena selama sembilan hari berturut-turut, mulai dari tanggal 4 hingga 12 Mei 2026.
Suasana religius begitu terasa di Kota Dobo setiap malamnya. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 11.000 umat Katolik larut dalam kekhusyukan. Mereka berkumpul dan menggelar doa Rosario secara bergilir dari rumah ke rumah dengan satu ujud doa yang sama: "Hentikan perang dan hadirkan perdamaian di bumi". (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

