Waekatin - Semangat membangun generasi muda gereja yang tangguh, berkarakter, dan berjiwa pelayanan terus diperkuat Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Buru Selatan melalui kegiatan Pendidikan Kader Jenjang Dasar (PKJD) yang dipusatkan di Gedung Gereja Eirene Waekatin, Cabang VI Zaitun, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan pengkaderan yang berlangsung selama tiga hari, sejak 23 hingga 25 Mei 2026 itu, menjadi momentum penting dalam melahirkan kader-kader AMGPM yang memiliki ketahanan iman, wawasan organisasi, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman di tengah perkembangan sosial dan teknologi yang terus berubah.
Ketua Panitia PKJD, Nelson Solissa, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti sebanyak 108 peserta yang berasal dari enam ranting pada dua cabang pelayanan pegunungan, yakni Cabang IV Ora Et Labora dan Cabang VI Zaitun.
“Peserta PKJD berasal dari enam ranting pada dua cabang di wilayah pelayanan pegunungan dengan total peserta sebanyak 108 orang. Seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik berkat dukungan semua pihak,” ujar Solissa.
Antusiasme peserta dan dukungan penuh dari jemaat serta seluruh elemen pelayanan dinilai menjadi energi positif bagi suksesnya proses pengkaderan tersebut.Ketua AMGPM Daerah Buru Selatan, Erens J. Tasidjawa, menegaskan bahwa PKJD merupakan bagian strategis dalam membina pemuda gereja sebagai pewaris nilai-nilai Injili sekaligus calon pemimpin gereja dan masyarakat di masa depan.
Menurutnya, kader AMGPM tidak hanya dituntut memiliki iman yang kuat, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan sosial, ilmu pengetahuan, teknologi, hingga dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Pendidikan Kader Jenjang Dasar bertujuan membina pemuda gereja sebagai pewaris dan penerus nilai-nilai Injili agar memiliki ketahanan iman, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni, sosio ekonomi, sosio budaya, dan sosio politik untuk mewujudkan tanggung jawabnya dalam kehidupan bergereja, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Tasidjawa.
Ia menjelaskan, pengembangan kualitas kader AMGPM dibangun melalui tiga pilar utama, yakni pilar keorganisasian, pilar kegerejaan atau kekristenan, serta pilar sosial sebagai fondasi pembentukan kader yang utuh dan berintegritas.
Lebih jauh, Tasidjawa menekankan bahwa PKJD bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang pembentukan karakter, mentalitas pelayanan, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda gereja.
“PKJD adalah tempat pembentukan. Tempat di mana karakter, iman, disiplin, cara berpikir, dan jiwa kepemimpinan seorang kader AMGPM dibentuk,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa derasnya arus perkembangan teknologi, media sosial, dan perubahan pola pikir masyarakat menjadi tantangan besar bagi generasi muda saat ini. Karena itu, AMGPM membutuhkan kader yang tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.“Hari ini dunia berubah begitu cepat. Perkembangan teknologi, media sosial, pergaulan, bahkan cara orang berpikir terus bergerak. Karena itu AMGPM membutuhkan kader-kader yang kuat iman, kuat mental, kuat pengetahuan, dan memiliki hati melayani,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima 16 materi pokok PKJD yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kader dalam memahami tugas pelayanan dan tanggung jawab organisasi di setiap jenjang pelayanan AMGPM.
Selain sesi materi, kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas pembinaan seperti senam pagi, dinamika kelompok, hingga malam inisiasi yang menjadi bagian dari proses pembentukan solidaritas dan semangat kebersamaan antar kader.
Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan berharap melalui kegiatan tersebut akan lahir kader-kader militan yang mampu menjadi garam dan terang di tengah kehidupan gereja, masyarakat, dan bangsa.
Tasidjawa juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pembelajaran dengan serius dan penuh tanggung jawab.
“Jangan datang hanya untuk memenuhi syarat organisasi, tetapi datanglah dengan kerinduan untuk bertumbuh dan dipakai sebagai alat oleh Tuhan. Dengarkan para fasilitator, hormati setiap proses, bangun kebersamaan, dan tunjukkan bahwa kader AMGPM adalah kader yang punya kualitas,” tegasnya.
PKJD tersebut merupakan implementasi dari keputusan Konferda XIII AMGPM Buru Selatan pada Program Bidang I Organisasi, termasuk penguatan kapasitas kader melalui Pelatihan Jurnalistik pada Bidang IV Pekabaran Injil dan Komunikasi.
Menutup seluruh rangkaian kegiatan, Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan menyampaikan apresiasi kepada Majelis Pekerja Klasis GPM Buru Selatan, Majelis Jemaat Waekatin, Majelis Jemaat pada kedua cabang, panitia pelaksana, pengurus cabang dan ranting, warga jemaat Waekatin, para pembina, senioritas AMGPM, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Klasis GPM Buru Selatan Pdt. Wendhel F. Lesbassa, Fasilitator Roby Tasidjawa, Sekretaris Daerah AMGPM Buru Selatan Pdt. Y. Pattinasarany, Bendahara Daerah Dolvina Luturmas, serta sejumlah fungsionaris Pengurus Daerah AMGPM Buru Selatan.
“Selamat belajar. Jadilah kader yang takut akan Tuhan, kuat dalam pelayanan, dan berguna bagi gereja, masyarakat, dan bangsa. Ingatlah moto kita, ‘Kamu adalah Garam dan Terang Dunia’,” tutup Tasidjawa. (ET)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |



