Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Rekam Dugaan Pungli, Wartawati Jadi Korban! HP Dirampas Oknum Ketua RT

Ket Foto: Ketua RT sekaligus Ketua Pokdarwis berinisial AU.
Bengkulu – Aroma pungutan liar (pungli) di kawasan wisata Pantai Zakat, Kota Bengkulu, mendadak memanas dan berujung insiden mengejutkan. Seorang wartawati menjadi korban dugaan perampasan telepon genggam (HP) saat merekam praktik yang diduga melibatkan oknum Ketua RT sekaligus Ketua Pokdarwis berinisial AU.


Peristiwa ini bermula ketika sejumlah pedagang asongan terlibat adu mulut dengan AU terkait pungutan sebesar Rp50 ribu yang disebut-sebut wajib dibayarkan bagi mereka yang berjualan di area pantai. Salah satu pedagang permainan anak secara tegas menolak, mengaku selama ini tidak pernah ada iuran resmi dalam bentuk apa pun.


Situasi yang memanas itu langsung menarik perhatian seorang wartawati berinisial Ynt. Naluri jurnalistiknya mendorong ia merekam kejadian, apalagi setelah mendengar klaim bahwa pungutan tersebut telah “mengantongi izin kepolisian”.


Namun, bukannya mereda, ketegangan justru memuncak. AU diduga merampas HP milik wartawati, memaksa penghapusan video, bahkan sempat mengancam akan melaporkan korban ke polisi. Tidak hanya itu, ia juga diduga melakukan tindakan fisik dengan memukul tangan korban saat proses peliputan berlangsung.


“Sebagai wartawan, saya merekam karena ada dugaan pungli. Tapi HP saya dirampas dan dipaksa hapus video,” ungkap Ynt, Minggu (29/3/2026), dengan nada kecewa.


Ironisnya, AU sempat mengaku sebagai wartawan dari media Rakyat Bengkulu (RB). Namun saat diminta menunjukkan kartu identitas pers, ia tidak mampu membuktikannya. Klaim tersebut langsung dibantah pihak manajemen RB.


General Manager RB, Patris, menegaskan tidak ada wartawan mereka yang berinisial AU. “Tidak ada wartawan kami yang berinisial AU. Bisa jadi yang bersangkutan hanya agen atau penjual koran, jadi tidak ada kaitannya dengan jurnalis,” tegasnya.


Kericuhan akhirnya berhasil diredam setelah aparat kepolisian turun ke lokasi. Tim yang dipimpin AKP Nopri segera menengahi situasi dan mengamankan kondisi di lapangan. Dari keterangan awal, pungutan yang dilakukan AU diduga berdalih untuk kebersihan kawasan wisata.


Kasus ini juga langsung mendapat perhatian dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu. Kasatpol PP Sahat Marulitua Situmorang merespons cepat dengan menurunkan personel ke lokasi serta mendorong koordinasi lanjutan bersama Dinas Pariwisata dan pihak kelurahan.


Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu dan Lurah Bajak belum memberikan tanggapan resmi meski telah dihubungi.


Insiden ini menambah daftar sorotan tajam terhadap dugaan praktik pungli di kawasan wisata, sekaligus menjadi alarm keras atas ancaman terhadap kebebasan pers. Aksi perampasan dan intimidasi terhadap wartawan dinilai sebagai bentuk serius penghalangan kerja jurnalistik yang tidak bisa ditoleransi. (OR-Y)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama