Tanjung Balai – Upaya penyelundupan narkotika kembali digagalkan aparat di perairan Sumatera Utara. Dalam operasi gabungan yang berlangsung intens selama 24–25 Maret 2026, sinergi antara Bea Cukai dan Polda Sumut berhasil mengungkap peredaran sabu seberat 4,2 kilogram di wilayah perairan Asahan.
Operasi ini melibatkan Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Bea Cukai Teluk Nibung, serta Direktorat Reserse Narkoba (Ditnarkoba) Polda Sumut. Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen aparat dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika lintas negara.
Kepala Kantor Bea Cukai Teluk Nibung, Nutriwan Cahyono Putro, pada Rabu (1/4/2026) mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari pertukaran informasi intelijen yang kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pengawasan berkelanjutan di kawasan rawan penyelundupan.
“Wilayah perairan Tanjungbalai dan Asahan memang menjadi titik rawan. Karena itu, sinergi antarinstansi terus kami perkuat,” jelasnya.
Terendus dari Gerak Mencurigakan
Pengungkapan bermula saat petugas mencurigai sebuah sampan yang hanya diawaki satu orang. Saat dilakukan pemeriksaan di tengah laut, petugas menemukan sebuah kantong kertas berisi empat bungkus teh merek GuanYinwang dan satu plastik bening berisi kristal putih yang diduga sabu.
Dari hasil pengembangan, diketahui barang tersebut berasal dari kapal nelayan lain yang diawaki dua orang dan diduga datang dari Malaysia. Tim patroli pun langsung bergerak cepat melakukan pengejaran.
Hasilnya, tiga orang tersangka berhasil diamankan. Mereka masing-masing berinisial AGS (30), AMR (47), dan ADS (32), yang diketahui merupakan nelayan asal Tanjungbalai.
Barang Bukti dan Dampak Besar
Dalam operasi ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain:
4.200 gram sabu
1 unit telepon genggam
1 unit kapal nelayan
1 unit sampan
Menurut Nutriwan, penggagalan penyelundupan ini memiliki dampak signifikan.
“Dengan digagalkannya peredaran ini, setidaknya sekitar 21.000 jiwa berhasil diselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Komitmen Berkelanjutan
Saat ini, ketiga tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Pangkalan Patroli Laut Bea Cukai Teluk Nibung untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
Bea Cukai bersama aparat penegak hukum lainnya menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan di jalur perairan, khususnya di wilayah yang kerap dimanfaatkan sebagai pintu masuk barang ilegal.
Operasi ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi jaringan narkotika bahwa pengawasan di perairan Indonesia semakin ketat dan tidak memberi celah bagi penyelundupan. (OR-A)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

