![]() |
| Ket Foto: Ketua KADIN Kota Palu sekaligus Calon Ketua KADIN Provinsi Sulawesi Tengah, Gufran Ahmad. |
Di tengah dinamika ekonomi Sulawesi Tengah yang terus bergerak cepat, ditopang sektor industri, konstruksi, dan jasa, muncul satu figur yang tidak hanya memahami ritme pertumbuhan, tetapi juga mampu merancang arah masa depan dunia usaha secara sistematis. Sosok itu adalah Ir. Gufran Ahmad, ST., MT., IPM.
Saat ini menjabat sebagai Ketua KADIN Kota Palu, Gufran Ahmad menjelma menjadi salah satu figur paling diperhitungkan sebagai Calon Ketua KADIN Provinsi Sulawesi Tengah periode 2026–2031. Rekam jejaknya bukan sekadar panjang, tetapi solid, teruji, dan relevan dengan tantangan zaman.
I. FONDASI KUAT: Teknis, Akademik, dan Kepemimpinan
Lahir di Bima, 3 Februari 1975, Gufran Ahmad ditempa dari disiplin ilmu Teknik di Universitas Tadulako, hingga meraih gelar Magister Teknik Sipil. Kombinasi antara kemampuan teknokratik dan pengalaman lapangan menjadikannya figur yang mampu menjembatani kebijakan dan implementasi, dua hal yang kerap menjadi jurang dalam pembangunan daerah.
Lebih dari itu, berbagai pendidikan non-formal dan pelatihan strategis yang diikutinya, mulai dari program internasional hingga penguatan kapasitas sektor konstruksi dan manajemen, membentuk perspektifnya sebagai pemimpin yang adaptif dan berbasis kompetensi.
II. JEJAK ORGANISASI: Dari Aktivis Profesi ke Pusat Pengaruh
Karier organisasinya menunjukkan satu pola konsisten: naik melalui proses, bukan instan.
Gufran Ahmad pernah menjabat berbagai posisi strategis, antara lain:
* Ketua dan pengurus inti di INKINDO Sulawesi Tengah;
* Pengurus dan pimpinan di Persatuan Insinyur Indonesia (PII);
* Wakil Ketua hingga Ketua Umum PBSI (Persatuan Bulutangkis Indonesia) Sulawesi Tengah;
* Pengurus strategis di HIPMI, HPR, REI & organisasi di tingkat nasional;
* Puncaknya, ia dipercaya sebagai: Ketua INKINDO Sulteng (2014-2022) dan Ketua KADIN Kota Palu (2019–2024), Tokoh penggerak dunia usaha lintas sektor di ibu kota provinsi.
Di bawah kepemimpinannya, KADIN Kota Palu tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi juga ruang kolaborasi nyata antara pengusaha, pemerintah, dan masyarakat.
![]() |
| Ket Foto: Direktur Utama PT Multi Karsa Madatama, Gufran Ahmad. |
III. ENTREPRENEUR SEJATI: Pemimpin yang Mengalami, Bukan Sekadar Mengatur
Salah satu kekuatan utama Gufran Ahmad adalah latar belakangnya sebagai pelaku usaha aktif. Ia memimpin dan mengembangkan berbagai entitas bisnis, di antaranya:
* Direktur Utama PT Multi Karsa Madatama;
* Direktur Utama PT Paluta Jaya Properti;
* Pengelola usaha di bidang kesehatan, properti, konsultan, hingga hospitality.
Dengan pengalaman ini, ia memahami langsung:
* tantangan perizinan,
* fluktuasi pasar,
* hingga kebutuhan riil pelaku UMKM dan industri.
Artinya, ketika berbicara kebijakan, Gufran tidak berangkat dari teori, melainkan dari realitas lapangan.
IV. PRESTASI DAN PENGAKUAN: Legitimitas yang Terbangun
Dedikasinya tidak luput dari pengakuan:
* Rekor MURI (2022) atas inovasi pelantikan organisasi olahraga (PBSI) di ruang publik. Jalanan (Jl. Samrat Palu, kala itu) ia sulap jadi ajang konsolidasi terbuka;
* Penghargaan pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Kota Palu;
* Inspiring Professional Leadership Award 2023;
* Masuk dalam 40 Tokoh Fakultas Teknik Untad.
Penghargaan ini menjadi indikator bahwa kepemimpinannya bukan hanya terlihat, tetapi juga diakui secara institusional.
V. MENUJU KADIN SULTENG: Momentum Kepemimpinan Baru
Dengan latar belakang teknokrat, pengalaman organisasi lintas sektor, serta kapasitas sebagai pengusaha aktif, Gufran Ahmad berada pada posisi ideal untuk memimpin KADIN Sulawesi Tengah ke level berikutnya.
Visi yang mulai terbaca dari langkah-langkahnya mencerminkan arah besar:
* Penguatan konektivitas antar pelaku usaha daerah dan mitra dengan pemerintah;
* Sinkronisasi KADIN dengan agenda investasi nasional;
* Dan terpenting, pemberdayaan UMKM berbasis rantai pasok industri besar; serta
* Modernisasi tata kelola organisasi yang profesional dan adaptif.
Dalam konteks Sulawesi Tengah yang tengah menjadi episentrum pertumbuhan industri nasional, dibutuhkan pemimpin KADIN yang tidak hanya administratif, tetapi visioner, komunikatif, dan eksekutorial.
VI. PENUTUP: Figur Konsolidator, Bukan Sekadar Kandidat
Gufran Ahmad bukan sekadar kandidat dalam kontestasi. Ia adalah figur konsolidator, yang memiliki jejaring, pengalaman, dan kapasitas untuk menyatukan berbagai kepentingan dunia usaha dalam satu arah strategis.
Jika KADIN adalah motor ekonomi daerah, maka kepemimpinan ke depan membutuhkan sosok yang tidak hanya mampu mengemudi, tetapi juga menentukan arah perjalanan.
Dan di titik itulah, nama Gufran Ahmad menjadi semakin relevan. (*)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |



