Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Jaringan XL Mati Total, Warga Desa Hila Minta Perhatian Pemda MBD

MBD – Warga Desa Hila, Kecamatan Kepulauan Roma, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), mengeluhkan gangguan jaringan telekomunikasi XL Axiata yang terjadi secara berkepanjangan hingga tidak dapat digunakan.

Jaringan tersebut merupakan bagian dari pembangunan Base Transceiver Station (BTS) dalam program Universal Service Obligation (USO) yang di hadirkan oleh pemerintah melalui BAKTI kominfo, bekerja sama dengan XL Axiata. Program ini bertujuan menghadirkan layanan internet 4G di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Kepulauan Roma sejak 2021.

Namun, khusus di Desa Hila, layanan yang diharapkan menunjang konektivitas masyarakat justru dinilai tidak berfungsi. Warga menyebut jaringan telah lama mengalami gangguan tanpa perbaikan yang jelas.

“Sudah lama jaringan XL di sini mati total. Kondisi ini terjadi berulang-ulang tanpa ada perbaikan permanen,” ujar salah satu warga desa hila di ambon. Agus Louk, Sabtu (28/3/206).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jaringan tersebut tidak aktif sejak sekitar Mei atau Juni 2024 hingga saat ini. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari komunikasi hingga akses informasi yang kini sangat bergantung pada jaringan internet.

Desa Hila sendiri memiliki peran strategis karena menjadi satu-satunya desa di Pulau Roma yang memiliki pelabuhan laut (dermaga). Akibat gangguan jaringan, tidak hanya warga setempat yang terdampak, tetapi juga para penumpang dan aktivitas distribusi logistik yang singgah di wilayah tersebut.

“Dampaknya bukan hanya dirasakan masyarakat desa, tetapi juga penumpang yang singgah di Pulau Roma karena akses komunikasi terhambat,” katanya.

Di sisi lain, warga menilai kondisi jaringan di wilayah lain yang menggunakan Telkomsel cenderung lebih stabil dan dapat diandalkan untuk kebutuhan sehari-hari. Jaringan yang berfungsi dengan baik memungkinkan masyarakat tetap terhubung, baik untuk komunikasi, akses informasi, maupun aktivitas ekonomi dan pendidikan berbasis digital.

“Di desa lain yang sudah pakai jaringan yang lebih stabil, aktivitas masyarakat berjalan lancar. Anak-anak bisa belajar, dan masyarakat juga bisa akses informasi dengan mudah,” ungkapnya.

Stabilitas jaringan tersebut dinilai memberikan dampak positif, seperti kelancaran transaksi kecil, kemudahan nelayan memperoleh informasi cuaca dan harga pasar, hingga mendukung kegiatan belajar daring. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Desa Hila yang hingga kini belum memiliki akses jaringan yang memadai.

“Yang rusak saja tidak diperbaiki, apalagi diganti dengan yang baru,” keluh warga.

Masyarakat Desa Hila berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), segera mengambil langkah konkret. Perbaikan jaringan yang ada atau pengalihan layanan ke operator lain menjadi harapan utama warga.

Warga menegaskan, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mereka berhak memperoleh akses internet yang layak, mengigat pulau roma termasuk dalam kategori wilauah 3T, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan digital saat ini.

Hingga berita ini di turunkan belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah kabupaten maluku barat daya di bahwa dinas kominfo terkait dengan keluhan masyarakat tersebut.(OR-MS)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama