Jakarta Timur, 29 Maret 2026 – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menggelar perayaan Dies Natalis ke-72 sekaligus Diskusi Publik dengan tema “Garis Perjuangan di Bawah Bendera Revolusi: Relevansi Politik Bebas Aktif Terhadap Fenomena Geopolitik Internasional” pada hari Minggu (29/03/2026) di Gedung Auditorium Walikota Jakarta Timur.
Acara resmi dibuka oleh Bambang Pangestu A., S.E., M.M. (Assisten Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Timur), Dalam penyampaiannya, beliau mengapresiasi peran aktif GMNI Jakarta Timur dalam mengawal isu-isu strategis bangsa, terutama dalam menjaga nalar kritis mahasiswa terhadap situasi dunia internasional.
Diskusi ini menghadirkan narasumber ahli dari berbagai bidang yaitu:
•Ray Rangkuti (Aktivis demokrasi/Pengamat Politik)
•Dr. Timbul Hamonangan Simanjuntak, S.E., M.A. (Akademisi/Ketua Litbang YBK)
•Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti, S.E., S.H., M.H. (Aktivis Pro Demokrasi)
•Andreas Halomoan Silalahi (Ketua Bidang Geopolitik DPP GMNI)
Ray Rangkuti dalam pemaparan materinya menyoroti pentingnya menjaga independensi politik Indonesia di tengah polarisasi kekuatan besar dunia.
Senada dengan itu, Dr. Timbul Hamonangan Simanjuntak menekankan bahwa pemikiran Bung Karno mengenai “Di Bawah Bendera Revolusi” masih sangat relevan sebagai kompas menghadapi tantangan geopolitik hari ini.
Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti menekankan pentingnya memastikan bahwa kebijakan luar negeri dan tanggapan terhadap fenomena geopolitik selalu diakar pada kepentingan rakyat serta nilai-nilai konstitusional, sekaligus menjaga kemandirian dan martabat bangsa dalam hubungan internasional.
Andreas Halomoan Silalahi juga mempertegas bahwa "garis perjuangan di bawah bendera revolusi" harus diartikan sebagai komitmen untuk menjaga kemandirian bangsa, mengedepankan kepentingan bersama rakyat, serta mengakomodasi perkembangan global tanpa mengorbankan nilai-nilai dasar kebangsaan.
Dalam sambutannya, Ketua DPC GMNI Jakarta Timur Efrem Elman Siarif Ndruru menegaskan bahwa momentum Dies Natalis ke-72 bukan sekadar seremonial semata. “Mari kita jadikan Diesnatalis ke-72 ini sebagai momentum untuk semakin meningkatkan komitmen kita terhadap nilai-nilai kebangsaan dan prinsip perjuangan GMNI,” tegasnya, sekaligus menguatkan ideologi GMNI sebagai “Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang”.
Melalui diskusi ini, kami ingin memastikan kader GMNI tetap memiliki cakrawala luas. Politik Bebas Aktif bukan berarti netralitas yang pasif, melainkan keberanian untuk ikut menentukan arah perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi,” ujar Efrem Ndruru di sela-sela acara.
Kegiatan dihadiri oleh berbagai elemen penting, antara lain Perwakilan Pemerintah Kota Jakarta Timur, Dewan Pengurus Pusat (DPP) GMNI, Dewan Pengurus Daerah (DPD) GMNI DKI Jakarta, DPC PA GMNI Jakarta Timur, Alumni/Senior GMNI Jakarta Timur, Komisariat Se-Jakarta Timur, OKP Cipayung Plus, serta berbagai elemen kepemudaan di wilayah Jakarta Timur.
Acara yang dihadiri oleh ratusan kader dan tamu undangan ini dilakukan pemotongan kue ulang tahun sebagai simbol syukur atas bertambahnya usia organisasi yang telah melahirkan banyak tokoh-tokoh Bangsa tersebut. (EN)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

