Ipan mengajak seluruh kader di tingkat Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang (PC) untuk merayakan pesta demokrasi organisasi dengan cara yang menggembirakan, tanpa politik uang dan tanpa jebakan politik identitas yang dapat merusak persatuan serta nilai-nilai perjuangan KMHDI.
Ia menegaskan bahwa demokrasi di tubuh PP KMHDI harus dimaknai sebagai momentum kebersamaan dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip organisasi.
“Sebagai kader KMHDI, kami memahami politik internal organisasi bukan hanya soal perebutan tongkat estafet kepemimpinan dan kekuasaan,” ungkapnya.
“Politik adalah jalan kesadaran, jalan untuk menebarkan kebaikan ke depan. Maka, mari kita rayakan demokrasi di PP KMHDI dengan riang gembira, dengan semangat yang kokoh, tanpa politik uang, tanpa fitnah, tanpa politik identitas yang mengiris perasaan satu sama lain,” tegas Ipan.
Seruan tersebut, lanjutnya, bukan sekadar retorika, melainkan refleksi dari nilai-nilai yang dihidupi KMHDI sejak berdiri.
“Politik dalam pandangan KMHDI bukanlah perebutan kekuasaan yang pragmatis, tetapi instrumen penting untuk mencapai kebaikan bersama, menegakkan dharma (kebenaran dan kewajiban), serta mengatur kehidupan masyarakat demi keadilan dan kesejahteraan sesuai prinsip dan nilai-nilai dasar organisasi,” tutupnya. (EH)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

