Halsel - Masyarakat Desa Dowora, Kecamatan Gane Barat Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, digemparkan oleh dugaan keterlibatan seorang guru honorer SMK Perikanan Global Pratama dalam aktivitas mengonsumsi minuman keras (miras) bersama sejumlah siswa. Peristiwa tersebut memicu keresahan warga karena dinilai mencederai nilai moral dan etika seorang pendidik.
Guru honorer yang bersangkutan diketahui bernama Said Jumat, yang telah mengajar di SMK Perikanan Global Pratama selama lebih dari satu tahun. Selain berprofesi sebagai tenaga pendidik, Said Jumat juga diketahui bekerja sebagai wartawan di dua media daring.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, insiden tersebut terjadi pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 11.00 hingga 12.00 WIT, bertempat di lingkungan RT 4 Desa Dowora. Warga menegaskan bahwa peristiwa itu tidak terjadi di area sekolah, melainkan di wilayah pemukiman desa.
Menurut penuturan warga, Said Jumat terlihat duduk bersama beberapa siswa sambil mengonsumsi minuman keras dari satu botol yang sama. Kejadian tersebut disaksikan langsung oleh warga sekitar, sehingga dengan cepat menyebar dan menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.
“Kami sangat terkejut. Seorang guru yang seharusnya menjadi contoh justru terlihat duduk bersama siswa sambil minum miras. Ini sangat merusak moral anak-anak,” ujar salah satu warga Desa Dowora kepada media ini.
Warga menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap norma pendidikan dan etika profesi guru. Sebagai pendidik yang kerap disebut sebagai “orang tua kedua” bagi siswa, perilaku tersebut dinilai tidak pantas, meskipun terjadi di luar lingkungan sekolah.
“Guru seharusnya memberikan teladan yang baik, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat. Anak-anak tetap melihat beliau sebagai guru, bukan sebagai teman minum,” lanjut warga.
Masyarakat juga menyoroti tanggung jawab yayasan dan pihak sekolah dalam melakukan pengawasan terhadap tenaga pendidik di bawah naungannya. Warga mendesak kepala sekolah dan pengurus yayasan untuk segera mengambil langkah tegas dengan melakukan klarifikasi serta memberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.
“Kami meminta kepala sekolah segera melaporkan kejadian ini ke yayasan dan menindaklanjutinya secara serius. Jika tidak ada tindakan tegas, kami khawatir moral anak-anak kami akan semakin rusak,” tegas warga lainnya.
Warga menyatakan kekhawatiran bahwa apabila kejadian tersebut dibiarkan tanpa penanganan serius, maka akan berdampak buruk terhadap masa depan para siswa serta mencoreng nama baik sekolah dan dunia pendidikan di Desa Dowora.
“Kami menitipkan anak-anak kami untuk dididik, bukan untuk dirusak. Guru adalah panutan, bukan contoh yang buruk,” ungkap perwakilan masyarakat.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah SMK Perikanan Global Pratama maupun pihak yayasan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada yang bersangkutan juga masih terus dilakukan.
Demikian pula, Said Jumat belum memberikan klarifikasi atau pernyataan resmi untuk menanggapi tudingan yang dialamatkan kepadanya.
Masyarakat berharap pihak sekolah dan yayasan dapat segera menyikapi persoalan ini secara objektif dan transparan demi menjaga marwah institusi pendidikan serta melindungi siswa dari perilaku yang tidak pantas.
Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran penting bahwa profesi guru merupakan amanah yang harus dijaga, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah, serta bahwa siswa berhak mendapatkan perlindungan dan pendidikan yang bermartabat. (Riski)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

