Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Dugaan Pungli SNPMB di Unkhair Meledak, BEM FIB Gelar Aksi Protes

Ternate – Citra Universitas Khairun (Unkhair) Ternate sebagai salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Maluku Utara tengah berada di ujung tanduk. Institusi pendidikan berakreditasi B itu tercoreng setelah mencuat dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan rektorat. (Selasa, 20/01/2026)

Skandal ini mencuat ke publik setelah sebuah video yang diduga berisi “tutorial pungli” viral di media sosial. Dalam video tersebut, oknum ASN itu disebut menjanjikan bocoran soal Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) kepada calon mahasiswa dengan imbalan sejumlah uang.

Kasus ini langsung memicu gelombang kemarahan mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (BEM FIB) Unkhair pun bergerak cepat dengan menggelar aksi protes, menuding praktik tersebut sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai intelektual dan keadilan dalam dunia pendidikan.

Menurut BEM FIB, modus yang dijalankan tergolong berani dan terstruktur. Oknum ASN tersebut diduga mengarahkan calon mahasiswa untuk mentransfer uang dengan janji kelulusan melalui jalur yang tidak sah.

“Ini bukan sekadar kesalahan administratif. Ini dagangan harapan. Pendidikan telah dijadikan komoditas oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegas perwakilan BEM FIB dalam orasinya.

Ia menambahkan, keterlibatan aparatur di bawah lembaga kampus dalam memanipulasi calon mahasiswa merupakan tindakan parasit yang merusak sistem seleksi nasional. Padahal, SNPMB dirancang sebagai mekanisme penerimaan mahasiswa yang gratis, adil, dan transparan.

Dalam aksi tersebut, Ketua BEM FIB Unkhair, Arya Nadjar, menyampaikan tuntutan tegas kepada pihak rektorat. Ia mendesak Rektor Unkhair untuk segera mengambil langkah konkret dengan menjatuhkan sanksi Pemecatan Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap oknum ASN yang diduga terlibat.

“Tidak boleh ada kompromi. Kampus harus bersih dari praktik kotor. Tidak ada ruang bagi birokrasi yang melanggengkan budaya tidak sehat di lingkungan akademik,” ujar Arya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat Universitas Khairun belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungli tersebut. Mahasiswa menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan tindakan tegas dari pihak kampus. (Ri)

Iklan tengah post Baca Juga
Iklan Natal
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama