Namrole - Bupati Buru Selatan (Bursel), La Hamidi, mengajak para pemimpin gereja untuk menjadikan evaluasi sebagai bagian penting dalam memperkuat kualitas pelayanan dan kepemimpinan di tengah jemaat.
Pesan itu disampaikan La Hamidi saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Revitalisasi Kepemimpinan Gereja yang digelar di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Filadelfia Labuang, Senin, 5 Oktober 2026. Kegiatan tersebut diikuti para gembala sidang serta jajaran pimpinan pelayanan dari berbagai gereja.
Dalam sambutannya, La Hamidi mengatakan, revitalisasi kepemimpinan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi para pemimpin spiritual untuk berhenti sejenak, melihat kembali perjalanan pelayanan, sekaligus mengidentifikasi berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.
Menurutnya, evaluasi diperlukan agar pelayanan gereja tidak berjalan secara rutin tanpa arah yang jelas. Sebaliknya, setiap pemimpin gereja perlu memastikan visi dan misi benar-benar diterjemahkan dalam tindakan nyata dan dirasakan manfaatnya oleh jemaat.
"Gereja yang besar bukan diukur dari megahnya gedung, melainkan dari kuatnya kepemimpinan dan kejelasan visi yang dihidupi bersama. Visi-misi hendaknya tidak berhenti sebagai tulisan, tetapi menjadi arah dan napas bagi pelayanan," tegas La Hamidi.
Ia menilai, kepemimpinan gereja memiliki peran penting dalam membentuk kehidupan jemaat, bukan hanya dari sisi spiritual, tetapi juga dalam membangun karakter, kedewasaan, kepedulian sosial, serta semangat hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.
Karena itu, La Hamidi berharap momentum revitalisasi tersebut dapat melahirkan semangat baru bagi para pemimpin gereja untuk saling menguatkan, membuka ruang evaluasi, dan memperbarui pola pelayanan sesuai dengan kebutuhan jemaat.
Ia juga berharap gereja terus mengambil peran dalam menjaga kehidupan sosial dan kerukunan di Kabupaten Buru Selatan. Gereja, kata dia, dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang hidup dalam suasana damai, saling menghormati dan menjaga persaudaraan.
"Melalui evaluasi dan pembaruan semangat ini, saya berharap gereja semakin relevan dalam membimbing jemaat menjadi pribadi yang dewasa dalam iman, berkarakter, sekaligus turut menjaga kerukunan di Buru Selatan," harapnya. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

