AMBON – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Maluku menggelar Konferensi Wilayah (Konferwil) III Tahun 2026 di Zest Hotel Ambon, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (20/10/2026).
Konferwil yang menjadi agenda penting organisasi tersebut digelar untuk memilih Ketua dan Sekretaris AMSI Wilayah Maluku periode 2026–2030. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan diskusi panel bertajuk “Energi untuk Maluku: BBM, LPG, dan Masa Depan LNG Blok Masela”.
Diskusi tersebut mengangkat sejumlah persoalan strategis, mulai dari ketersediaan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta liquefied petroleum gas (LPG), hingga peluang dan tantangan pengembangan gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) melalui proyek Blok Masela.
Sejumlah narasumber dihadirkan untuk membahas isu tersebut, yakni Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku Abdul Haris, External Relations INPEX Hagasetya Nugraha, serta Kepala Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengembangan AMSI Nasional Prodita Kusuma Sabarini.
Kegiatan yang didukung SKK Migas, INPEX, dan Pertamina Patra Niaga ini turut dihadiri Asisten III Pemerintah Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, Pengurus Pusat AMSI, Koordinator Wilayah AMSI Maluku–Maluku Utara Hamdi Djempot, perwakilan Politeknik Negeri Ambon, Bidang Humas Polda Maluku, Kodam XV/Pattimura, Dinas ESDM Provinsi Maluku, serta sejumlah pimpinan perusahaan media siber di Kota Ambon.
Ketua Panitia Konferwil III AMSI Maluku, Ahmad Ilham Sipahutar, dalam laporannya mengatakan perkembangan media siber di Indonesia terus mengalami peningkatan seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap informasi yang tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Perkembangan media siber di Indonesia terus mengalami pertumbuhan seiring dengan kebutuhan masyarakat yang membutuhkan informasi tepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Menurut Ilham, pertumbuhan industri media digital harus diimbangi dengan penguatan profesionalisme, tata kelola perusahaan, serta kualitas jurnalistik. Media siber juga dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi dan dinamika ekosistem industri.“Di tengah perkembangan tersebut, media siber dituntut untuk terus memperkuat profesionalisme, tata kelola perusahaan, kualitas jurnalistik, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan ekosistem industri media,” lanjutnya.
Ia menegaskan AMSI berkomitmen mendorong pertumbuhan perusahaan media digital yang profesional, kredibel, dan berkelanjutan.
Media Harus Cepat, Akurat, dan Memberikan Konteks
Wakil Koordinator AMSI Wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua, Hamdi Djempot, dalam pidatonya menegaskan AMSI Maluku berkomitmen memperkuat perusahaan media agar berkembang secara profesional dan berkelanjutan.
Menurut Hamdi, media tidak cukup hanya berlomba menyampaikan informasi secara cepat. Akurasi, konteks, dan kemampuan membantu masyarakat memahami persoalan menjadi bagian penting dari tanggung jawab jurnalistik.
“Kita ingin media bukan hanya cepat memberitakan sebuah peristiwa, tetapi juga mampu memberikan informasi yang benar, memberikan konteks, dan membantu masyarakat memahami persoalan,” ujar Hamdi saat membuka Konferwil III AMSI Maluku.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan konferensi yang dirangkaikan dengan diskusi panel energi merupakan bagian dari upaya AMSI memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui diskusi tersebut, AMSI ingin membuka ruang dialog mengenai persoalan energi yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat Maluku, terutama sebagai wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan dalam ketersediaan dan distribusi BBM serta LPG.
Selain itu, masa depan pengembangan LNG Blok Masela menjadi salah satu perhatian utama. Proyek strategis tersebut dinilai memiliki potensi besar bagi perkembangan ekonomi Maluku, sehingga perlu dibahas dengan memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.
Blok Masela Harus Membuka Peluang bagi Masyarakat Lokal
Hamdi menekankan bahwa pengembangan Blok Masela tidak boleh hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maluku.
Ia mendorong agar pembangunan proyek tersebut membuka kesempatan bagi tenaga kerja lokal, pelaku usaha daerah, dan berbagai sektor ekonomi masyarakat.
“Bagaimana tenaga kerja lokal dapat mengambil bagian. Bagaimana pelaku usaha lokal dapat memperoleh peluang. Dan bagaimana pembangunan tersebut dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat lokal menjadi aspek penting agar pengembangan sektor energi dapat memberikan nilai tambah bagi daerah, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Konferwil III AMSI Maluku diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan organisasi yang baru, tetapi juga memperkuat peran media siber sebagai ruang informasi, edukasi, dan diskusi publik mengenai isu-isu strategis.
Melalui penguatan profesionalisme pers dan kolaborasi lintas sektor, AMSI Maluku diharapkan mampu berkontribusi dalam mendorong pembangunan daerah yang lebih inklusif, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang sektor energi serta masa depan Maluku. (EH)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


