Namrole – Ancaman krisis air bersih mulai menghantui warga Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel). Penurunan debit air permukaan hingga air tanah menyebabkan sejumlah sumur bor milik warga menyusut drastis, bahkan sebagian dilaporkan mengering total.
Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari semakin sulit. Warga yang selama ini mengandalkan sumur bor sebagai sumber air alternatif kini ikut merasakan dampak kekeringan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Bursel, Dominggus Seleky, mengungkapkan bahwa penurunan debit air terjadi pada berbagai sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat.
“Debit air permukaan maupun air tanah terus menurun, bahkan ada yang sudah kering total. Upaya warga membuat sumur bor pun kini mulai terkena dampaknya,” ungkap Dominggus kepada media ini di Namrole, 9 Oktober 2026.Dampak kekeringan tersebut turut dirasakan sedikitnya 30 kepala keluarga (KK) yang bermukim di kawasan sekitar Masjid Raya Namrole, belakang Kantor Dinas Lingkungan Hidup hingga Kali Waekolo, yang berada di wilayah Desa Kamlanglale dan Labuang.
Warga di kawasan tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten Buru Selatan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
Mereka berharap pasokan air bersih dapat kembali menjangkau rumah-rumah warga, baik melalui optimalisasi sumber air permukaan maupun pemanfaatan sumber air tanah yang lebih dalam.
Desakan itu muncul di tengah semakin terbatasnya sumber air yang dapat diandalkan masyarakat. Jika kondisi ini terus berlanjut tanpa penanganan memadai, kebutuhan air untuk memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya berpotensi semakin sulit dipenuhi.
Dominggus pun mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan air secara berlebihan selama kondisi penurunan debit masih berlangsung. Penghematan air dinilai penting untuk membantu menjaga ketersediaan air bagi kebutuhan sehari-hari.
“Menghadapi kondisi penurunan debit air ini, saya mengimbau warga untuk berhemat menggunakan air,” tegasnya.
Situasi tersebut menjadi perhatian bersama, terutama bagi warga yang telah merasakan langsung dampak mengeringnya sumur. Penanganan dari instansi teknis terkait diharapkan dapat segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi.
Di sisi lain, upaya penghematan oleh masyarakat perlu berjalan beriringan dengan langkah penanganan dari pemerintah daerah, sehingga ancaman krisis air bersih di Namrole tidak semakin meluas. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |


