Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Warga Dusun Emori Bergerak Cepat Dukung Program LHM–GES, Swadaya Bangun Huma Rongan dan Percepat Hilirisasi Kasbi

NAMROLE – Semangat masyarakat dalam mendukung program hilirisasi pangan lokal yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan (Bursel) mulai menunjukkan bentuk nyata. Di Dusun Emori, Desa Namrinat, Kecamatan Namrole, warga tidak hanya menunggu program pemerintah berjalan, tetapi mengambil inisiatif mandiri dan bergerak lebih awal dengan mengembangkan tanaman ubi kayu atau kasbi di lingkungan pekarangan rumah.

Gerakan tersebut dilakukan Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri Dusun Emori pada Sabtu (5/9/2026), melalui aksi penanaman kasbi sekaligus peletakan langkah awal pembangunan Huma Rongan atau rumah ternak secara swadaya.

Langkah masyarakat Dusun Emori ini menjadi gambaran kuat bahwa program pembangunan akan semakin cepat memberikan hasil ketika pemerintah dan masyarakat berjalan dalam satu irama. Warga bahkan berupaya mencari solusi atas persoalan yang selama ini menjadi salah satu kendala pemanfaatan pekarangan untuk bercocok tanam, yakni ternak yang masih dilepasliarkan.

Inisiator Komunitas Warga Buru Selatan Mandiri, Roswel Nurlatu, mengatakan pembangunan Huma Rongan merupakan gagasan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih tertata sekaligus membuka ruang bagi warga memanfaatkan pekarangan sebagai lahan produktif.

Menurutnya, masyarakat ingin menjadikan pekarangan rumah bukan sekadar ruang kosong, tetapi sebagai sumber pangan dan tambahan ekonomi keluarga.

Pembangunan Huma Rongan tersebut mendapat dukungan dan fasilitasi dari Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Rumah Roti Emori dan dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat.

Targetnya, pembangunan dapat diselesaikan pada Desember 2026 sehingga penanaman kasbi secara serentak dapat dilakukan pada awal 2027.

Kepala Dusun Emori sekaligus pelaksana lapangan, Urbanus Tasane, menegaskan bahwa masyarakat telah berkomitmen untuk menyukseskan program hilirisasi pangan lokal yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Bursel.

“Kami mengandangkan hewan ternak agar bebas bercocok tanam di pekarangan. Kami sangat berterima kasih kepada Pak Bupati, Wakil Bupati, serta pimpinan OPD. Kami percaya sinergi ini akan terus berlanjut,” ungkap Urbanus.

Menurut Urbanus, langkah tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan keberanian masyarakat untuk mengambil bagian dan memulai dari lingkungan sendiri.

Apa yang dilakukan warga Emori pun mendapat apresiasi dari Bupati Buru Selatan, La Hamidi. Bupati menilai inisiatif masyarakat tersebut merupakan sebuah terobosan yang patut diapresiasi, karena warga telah bergerak secara mandiri bahkan sebelum seluruh tahapan perencanaan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat berjalan.

La Hamidi berharap semangat masyarakat Dusun Emori dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Buru Selatan untuk ikut mengambil peran dalam pengembangan pangan lokal.

Bagi pemerintah daerah, dukungan masyarakat seperti yang ditunjukkan warga Emori menjadi modal penting untuk membangun ekosistem hilirisasi kasbi yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Roswel juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bursel agar tidak hanya memperkuat sisi produksi, tetapi turut menggencarkan kampanye konsumsi kasbi sebagai pangan lokal yang sehat, murah, dan mudah diperoleh.

Menurutnya, peningkatan konsumsi masyarakat terhadap pangan lokal akan memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan produksi petani. Ketika permintaan meningkat, peluang ekonomi masyarakat juga semakin terbuka.

“Kalau masyarakat mulai menjadikan kasbi sebagai bagian dari pangan sehari-hari, maka petani memiliki pasar yang jelas. Ini yang harus kita bangun bersama,” demikian semangat yang disuarakan dalam gerakan masyarakat tersebut.

Langkah warga Emori sekaligus memperlihatkan bahwa hilirisasi pangan dapat dimulai dari hal sederhana: memanfaatkan pekarangan, menata ternak, menanam kasbi, kemudian mengembangkan hasilnya menjadi produk bernilai ekonomi.

Dalam kunjungannya ke Dusun Emori, Bupati La Hamidi juga menerima aspirasi masyarakat terkait kondisi Sungai Emori yang berpotensi menimbulkan banjir saat musim penghujan.

Merespons langsung keluhan tersebut, Bupati memerintahkan Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan untuk melakukan perhitungan kebutuhan pembangunan bronjong di Sungai Emori sebagai bagian dari upaya mengantisipasi ancaman banjir.

Respons tersebut semakin memperkuat pola pembangunan yang diharapkan masyarakat, yakni ketika inisiatif warga bertemu dengan respons cepat pemerintah.

Sementara itu, dukungan masyarakat terhadap program hilirisasi kasbi juga terlihat dari sikap Kepala Soa Geba Rebut, Yunus Solissa, yang sekaligus merupakan pemilik lahan. Dengan penuh keikhlasan, Yunus menyerahkan lahannya untuk dimanfaatkan dalam kegiatan penanaman kasbi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan pangan lokal.

Sikap tersebut menjadi pesan penting bahwa program LHM–GES tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi mulai mendapatkan energi dari masyarakat melalui berbagai bentuk gotong royong dan swadaya.

Dusun Emori kini menunjukkan satu pelajaran penting: pembangunan akan jauh lebih kuat ketika masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi tampil sebagai penggerak utama. Dari pekarangan rumah, dari lahan yang dihibahkan, dari kandang ternak yang dibangun bersama, hingga bibit kasbi yang ditanam semangat menuju Buru Selatan yang mandiri pangan mulai tumbuh dari masyarakat sendiri. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama