Jakarta – Upaya memperkuat arah pembangunan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal kembali mendapat dorongan signifikan. Praktisi pariwisata Arif Martha Radhian bersama Guru Besar Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, I Nyoman Sunarta, menggelar diskusi strategis guna merumuskan masa depan sektor pariwisata nasional.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini menjadi ruang pertukaran gagasan antara kalangan akademisi dan praktisi. Prof. Nyoman hadir bersama tim yang terdiri dari sejumlah doktor dan pakar pariwisata, menghadirkan perspektif ilmiah, riset empiris, serta pengalaman lapangan untuk memperkaya pembahasan.
Dalam diskusi tersebut, Prof. Nyoman menekankan pentingnya pendekatan “Nature as Stakeholder”, yakni menempatkan alam sebagai subjek yang harus dijaga dan dihormati, bukan sekadar objek eksploitasi. Menurutnya, arah pariwisata ke depan harus berfokus pada keseimbangan antara manusia, budaya, dan lingkungan.
“Pariwisata tidak lagi hanya soal jumlah kunjungan, tetapi kualitas pengalaman dan keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.
Selain itu, penguatan kuliner lokal turut menjadi sorotan. Kekayaan gastronomi Nusantara dinilai sebagai aset strategis yang belum dimaksimalkan. Standarisasi dan pengemasan profesional diperlukan agar mampu bersaing secara global tanpa menghilangkan nilai autentik.
“Masakan Indonesia adalah representasi sejarah dan filosofi hidup masyarakat. Ini harus menjadi pengalaman budaya yang utuh bagi wisatawan,” tambahnya.
Topik lain yang tak kalah penting adalah pelestarian warisan sejarah, termasuk kerajaan-kerajaan Nusantara. Revitalisasi situs bersejarah dan penguatan narasi lokal dinilai mampu menciptakan diferensiasi kuat bagi Indonesia di kancah pariwisata dunia.
Arif Martha Radhian menyambut positif pertemuan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara akademisi dan praktisi menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan pariwisata yang adaptif dan kompetitif.
“Pertukaran wawasan ini sangat berharga untuk membangun pariwisata Indonesia yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berkelas dunia,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah dan pelaku industri, dalam membangun ekosistem pariwisata modern melalui digitalisasi, penguatan branding destinasi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor pariwisata internasional, Arif Martha Radhian telah aktif membangun konektivitas pasar, khususnya Indonesia–Rusia. Ia saat ini menjabat sebagai Direktur Bali Russia Language Institute dan General Manager Balitourus Russian Tours & Travel.
Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Arif dinilai memiliki pemahaman kuat terhadap karakter wisatawan mancanegara, khususnya pasar Eropa Timur. Keterlibatannya dalam sejumlah proyek strategis nasional, termasuk pengembangan Bandara Internasional Bali Utara, turut memperkuat perannya dalam mendorong transformasi sektor pariwisata.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi yang lebih luas dalam menciptakan strategi pariwisata Indonesia yang kompetitif secara global, sekaligus tetap berakar pada nilai budaya dan keberlanjutan lingkungan. (OR-Rls)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |

