Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

GPPM “Kepung” Kantor Bupati Aceh Singkil, Tuntut CSR dan Soroti Dugaan Kerusakan Lingkungan

Aceh Singkil – Gelombang protes dari kalangan pemuda menggema di Kabupaten Aceh Singkil. Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) menggelar aksi demonstrasi di Kantor Bupati, menuntut realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus menyoroti dugaan aktivitas perusahaan yang berdampak pada kerusakan lingkungan.


Aksi tersebut berlangsung usai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Aceh Singkil, Senin (27/4/2026), dan menjadi sorotan publik karena mengangkat isu tanggung jawab sosial perusahaan yang dinilai belum maksimal.


Koordinator aksi, Masdi Munte, menegaskan bahwa kedatangan mereka bukan sekadar menyampaikan aspirasi, tetapi juga mendesak perusahaan, khususnya PT Nafasindo, untuk segera menunaikan kewajiban sosialnya kepada masyarakat.


“Kami datang untuk menuntut realisasi CSR. Selain itu, kami juga menyoroti sejumlah aktivitas perusahaan yang kami duga menimbulkan persoalan hingga merusak lingkungan,” tegas Masdi.


Sorotan utama GPPM tertuju pada aktivitas PT Nafasindo di wilayah Desa Sebatang dan Pertampakan, Kecamatan Gunung Meriah. Mereka menilai operasional perusahaan tersebut tidak memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat sekitar, bahkan justru menimbulkan persoalan baru.


Menurut massa, selain dugaan kerusakan lingkungan, aktivitas truk pengangkut buah kelapa sawit juga menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan di sepanjang jalur operasional perusahaan.


“Jalan rusak akibat lalu lintas truk sawit. Ini jelas merugikan masyarakat,” tambahnya.


Tak hanya itu, GPPM juga mempertanyakan transparansi operasional dan perizinan perusahaan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil serta aparat penegak hukum untuk segera turun tangan mengusut berbagai persoalan tersebut.


Dalam orasinya, massa secara tegas meminta Bupati Aceh Singkil memanggil pimpinan PT Nafasindo untuk memberikan klarifikasi kepada publik.


Namun, aksi tersebut diwarnai kekecewaan. Massa mengaku tidak mendapatkan tanggapan langsung dari pihak pemerintah daerah, lantaran Bupati tidak hadir menemui mereka.


Ketidakhadiran tersebut dinilai sebagai bentuk kurangnya respons pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.


“Kami kecewa. Ini menunjukkan pemerintah tidak responsif terhadap keluhan masyarakat,” ujar Masdi.


GPPM pun mengancam akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan skala yang lebih besar. Bahkan, mereka menyebut aksi berikutnya tidak lagi sekadar orasi.


“Kami akan datang kembali, bukan hanya untuk orasi, tapi menghentikan aktivitas perusahaan yang kami nilai membangkang,” tegasnya.


Rencananya, aksi lanjutan akan digelar langsung di titik jalan yang mengalami kerusakan, bukan lagi di kantor pemerintahan maupun kepolisian.


Sebelum mendatangi Kantor Bupati, massa juga sempat menggelar aksi di depan Mapolres Aceh Singkil sebagai bentuk tekanan kepada aparat penegak hukum.


Meski berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan, aksi berjalan tertib dan kondusif hingga selesai.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak PT Nafasindo maupun Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil terkait tuntutan yang disampaikan oleh para demonstran. (OR-AS)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama