Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

Peduli Warga di Tengah Kemarau, Kapolres Bursel Turun Langsung Salurkan Air Bersih Gratis

NAMROLE – Kepedulian terhadap masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih di tengah musim kemarau panjang ditunjukkan Polres Buru Selatan (Bursel). Kapolres Buru Selatan, AKBP Andi P. Lorena, turun langsung menemui warga Dusun Walafau, Desa Namrinat, Kecamatan Namrole, sekaligus meninjau sumber air Kali Wai Walafau yang mulai mengalami kekeringan.

Langkah nyata ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah dataran tinggi dan mulai kesulitan memperoleh air bersih untuk konsumsi sehari-hari.

Pantauan media ini, Kapolres Andi Lorena tidak hanya melihat kondisi sumber air, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat untuk mengetahui kesulitan yang mereka hadapi akibat kemarau berkepanjangan.

Kali Wai Walafau yang sebelumnya menjadi sumber air bagi warga setempat kini tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air bersih secara memadai. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berupaya lebih keras untuk mendapatkan air bagi kebutuhan rumah tangga.

Di tengah situasi itu, Polres Bursel hadir memberikan bantuan air bersih secara gratis. Dengan memanfaatkan kendaraan dinas jenis double cabin, personel kepolisian mengangkut 2200 liter air bersih dan mendistribusikannya ke warga dusun Walafau yang membutuhkan.

Bantuan tersebut tidak hanya menyasar Dusun Walafau, tetapi juga akan menyasar sejumlah wilayah lain yang teridentifikasi mengalami kesulitan air bersih, di antaranya Fatsinan dan Kilo Lima.

Kepada awak media Kapolres mengatakan bahwa penyaluran air bersih merupakan langkah mitigasi jangka pendek untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kemarau panjang.

Menurutnya, kondisi kekeringan mulai menimbulkan kesulitan bagi warga, terutama mereka yang tinggal di daerah dataran tinggi. Meski sebagian kebutuhan air untuk mandi dan keperluan sanitasi masih dapat dipenuhi, ketersediaan air bersih untuk konsumsi menjadi persoalan yang mendesak.

“Untuk kebutuhan air bersih, ini yang sangat diperlukan. Dampaknya itu kepada kesehatan. Kita melakukan langkah-langkah awal seperti ini, langkah mitigasi jangka pendek, gunanya untuk mengantisipasi adanya wabah penyakit di masyarakat,” ujar Lorena kepada awak media.

Ia menjelaskan, bantuan air bersih merupakan wujud kehadiran Polri untuk meringankan beban warga sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

Perwira Polri berpangkat dua bunga ini juga mengingatkan bahwa krisis air bersih dan pangan berpotensi menambah tekanan sosial apabila tidak ditangani bersama. Karena itu, kepolisian berupaya hadir sejak dini agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh situasi sulit.

“Kita bisa memberikan kebahagiaan kepada masyarakat, kepada keluarga kita di sini. Karena kebahagiaan itu adalah obat. Hati yang gembira adalah obat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar menyalurkan bantuan, Kapolres berharap kepedulian Polres Bursel dapat menggerakkan berbagai pihak untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ia mengajak generasi muda, organisasi kemasyarakatan, serta Pemerintah Kabupaten Buru Selatan untuk mengambil bagian dalam upaya penanganan krisis air bersih dan pangan.

Menurutnya, bantuan yang dilakukan kepolisian saat ini merupakan langkah awal. Penanganan yang berkelanjutan membutuhkan program jangka menengah dan jangka panjang, termasuk penyediaan sarana penampungan air bersih yang dapat dimanfaatkan masyarakat saat musim kemarau.

“Kita menginisiasi, mengajak anak-anak muda, kemudian menjadi perhatian juga dari pemerintah daerah, agar bisa duduk bersama dan melakukan suatu program kegiatan yang sasarannya jangka menengah dan jangka panjang,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengimbau masyarakat melalui Bhabinkamtibmas untuk melakukan langkah-langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masyarakat didorong bergotong royong membersihkan semak belukar di sekitar permukiman, membuat batas aman antara kebun dan rumah warga, serta memastikan pembakaran kebun dilakukan secara terkendali dan tidak ditinggalkan sebelum api benar-benar padam.

Dengan Tagline "Polisi bersama Masyarakat", Kehadiran Kapolres bersama jajaran di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih menjadi wujud pelayanan Polri yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Di tengah kemarau yang berkepanjangan, bantuan air bersih gratis bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan rasa aman, kepedulian, dan harapan bagi masyarakat.

Polres Buru Selatan berharap langkah tersebut dapat menjadi pemantik gerakan kemanusiaan yang lebih luas, sehingga masyarakat yang terdampak kekeringan tidak menghadapi kesulitan sendirian.

Sementara itu, kebutuhan akan sistem penampungan air bersih yang memadai menjadi perhatian penting agar masyarakat di wilayah dataran tinggi memiliki akses air yang lebih terjamin, terutama ketika musim kemarau kembali melanda.

Dengan semangat kebersamaan, kepedulian Polres Buru Selatan diharapkan terus berlanjut dan menginspirasi berbagai pihak untuk hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. (AL) 

Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama