NAMROLE – Kabut asap yang menyelimuti Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), kian mengkhawatirkan. Jarak pandang dilaporkan terganggu hingga radius sekitar tiga kilometer dalam tiga hari terakhir. Merespons kondisi tersebut, Bupati Buru Selatan, La Hamidi, turun langsung membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat, Selasa (13/10/2026).
Aksi yang dipusatkan di Bundaran Tugu Kae Waet itu menjadi langkah antisipatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bursel untuk melindungi masyarakat dari paparan udara yang tidak sehat, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan pernapasan akibat kabut asap.
Bupati La Hamidi mengatakan, pembagian masker merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah memburuknya kondisi udara di Namrole.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah. Untuk sementara, inilah yang bisa kami lakukan agar masyarakat dapat melindungi diri dan tidak langsung menghirup udara yang tidak sehat,” kata La Hamidi saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Menurutnya, kondisi kabut asap dalam tiga hari terakhir cukup mengganggu. Jarak pandang di sejumlah wilayah Kota Namrole dilaporkan menurun sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar rumah.
“Dalam tiga hari terakhir, kondisi di Kota Namrole cukup mengkhawatirkan. Jarak pandang terganggu dan ini tentunya dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat,” ujarnya.
La Hamidi menegaskan, pembagian masker bukan satu-satunya langkah yang disiapkan pemerintah daerah. Pemkab Bursel juga akan mengevaluasi perkembangan kondisi kabut asap dalam beberapa hari ke depan untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan memperluas pembagian masker kepada masyarakat.
“Kita akan menyesuaikan dengan ketersediaan masker. Keinginan kita, seluruh masyarakat Buru Selatan bisa mendapatkan perlindungan, tetapi tentu harus melihat persediaan yang ada,” jelasnya.Sekolah dan ASN Bisa Disesuaikan
Di tengah kondisi udara yang belum membaik, La Hamidi juga membuka kemungkinan penyesuaian aktivitas sekolah apabila kabut asap terus menyelimuti wilayah Namrole.
Menurutnya, keselamatan dan kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama. Jika kondisi udara tidak menunjukkan penurunan tingkat polusi yang signifikan, pemerintah daerah akan mempertimbangkan langkah lanjutan untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap peserta didik.
“Kalau asap ini tidak mengalami penurunan yang signifikan, terpaksa aktivitas sekolah juga akan kita sesuaikan untuk menjaga kondisi kesehatan anak-anak,” tegasnya.
Tak hanya sektor pendidikan, pola kerja aparatur sipil negara (ASN) juga berpotensi disesuaikan dengan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).
La Hamidi menyebutkan, opsi tersebut akan dipertimbangkan apabila kabut asap tidak kunjung membaik dalam beberapa hari mendatang.
Namun, ia menekankan bahwa penyesuaian pola kerja tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.“Kalau memang kondisi ini tidak berubah, mau tidak mau kita akan menyesuaikan. Tetapi pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan, meskipun nantinya dilakukan dari rumah,” ungkapnya.
Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Rumah
Bupati juga mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak selama kondisi udara belum membaik. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker dan mengurangi paparan langsung terhadap asap.
Imbauan tersebut, kata dia, sejalan dengan arahan Gubernur Maluku kepada para bupati dan wali kota untuk mengambil langkah-langkah antisipatif menghadapi dampak kabut asap.
Pemkab Bursel akan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan perkembangan kondisi udara di lapangan. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan karena berpotensi memperparah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kegiatan pembagian masker tersebut, La Hamidi didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Bursel, Prof. Ali Awan, serta jajaran Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Pembagian masker menyasar pengendara sepeda motor, pengemudi mobil, pejalan kaki, dan warga yang beraktivitas di kawasan pusat Kota Namrole.
Pemerintah daerah berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi kesehatan pernapasan. Namun, di tengah ancaman kabut asap yang mengganggu jarak pandang, perkembangan kualitas udara dan efektivitas penanganan karhutla tetap menjadi perhatian penting dalam melindungi masyarakat Buru Selatan. (AL)
![]() |
| Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |



