Close
Close
Orasi Rakyat News
Orasi Rakyat News

LSM KCBI Bongkar “Sulap Anggaran” Rp1,9 Miliar: Jalan Sunggal Baru Seumur Jagung Sudah Hancur

Deli Serdang - DPC LSM KCBI Deli Serdang tampaknya baru saja menyaksikan sebuah fenomena langka dalam dunia konstruksi: jalan yang memiliki kemampuan “healing terbalik”. Alih-alih semakin kuat setelah diperbaiki, Jalan Tanjung Balai di Kecamatan Sunggal justru memilih kembali rusak hanya dalam hitungan hari, seolah rindu pada kondisi lamanya.


Proyek yang menghabiskan anggaran APBD Deli Serdang sebesar Rp 1.974.784.000 ini dikerjakan oleh CV Antika Utama Sakti. Nilainya nyaris Rp2 miliar, namun daya tahannya tampak lebih singkat dari masa promo diskon akhir tahun.


Masyarakat pun dibuat terkesima, bukan karena kualitasnya, melainkan karena kecepatan kerusakannya. Harapan jalan mulus berubah menjadi kenyataan lubang-lubang penuh filosofi: bahwa tidak semua yang diperbaiki benar-benar diperbaiki.


DPC LSM KCBI Deli Serdang sendiri sudah berusaha menempuh jalur formal. Surat pertama dilayangkan pada 6 Januari 2026 ke Dinas SDABMBK Deli Serdang. Sayangnya, yang ditemui hanya kursi kosong, barangkali sedang ikut pelatihan “menghindari surat masuk”. Tak menyerah, surat tembusan pun dikirim ke Bupati Deli Serdang di hari yang sama.


Tiga minggu berlalu tanpa balasan berarti, LSM KCBI kembali mengirim surat lanjutan ke Dinas terkait, Bina Marga, hingga Inspektorat pengawasan. Surat-surat itu tampaknya menjalani perjalanan spiritualnya sendiri, berangkat, tapi tak pernah benar-benar sampai pada jawaban.


Warga setempat, Nazib, dengan nada yang masih penuh harap mengatakan, "Pembangunan jalan ini menggunakan dana publik, masyarakat tentu berharap hasilnya bisa bertahan lama." Sebuah harapan sederhana yang, dalam kasus ini, terdengar seperti permintaan tingkat tinggi.

Ketua DPC LSM KCBI Deli Serdang, Sarman, Sabtu (11/04/2026) menegaskan pihaknya akan terus mengawasi proyek ini, bahkan siap menempuh langkah hukum jika diperlukan. Sebab, dana publik seharusnya tidak digunakan untuk membiayai eksperimen jalan “cepat rusak”.


“Kami berharap Dinas SDABMBK Deli Serdang dan Bupati Deli Serdang dapat memberikan klarifikasi dan solusi atas masalah ini. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan dan jaminan, bahwa proyek ini akan diselesaikan dengan baik,” kata Sarman.


Hingga kini, masyarakat hanya bisa menunggu, apakah jalan tersebut akan diperbaiki kembali, atau justru dibiarkan menjadi monumen abadi dari proyek yang lebih cepat rusak daripada klarifikasi yang dinanti. (OR-02)

Iklan tengah post Baca Juga
Jangan Lewatkan...
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama