Piru - Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mendesak Bupati, Asri Arman dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB, Shunah Umayah Patti agar segera mencopot Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Huamual Belakang, Hasmin Tuhuteru, serta mengevaluasi kinerja operator sekolah, Jamir Sombalatu.
Desakan ini muncul setelah mencuat dugaan adanya tindakan sewenang-wenang di lingkungan sekolah tersebut, di mana seorang tenaga pendidik berinisial ST dinonaktifkan secara sepihak dari sistem Dapodik tanpa alasan yang jelas.
Sekretaris Pemuda LIRA SBB, Irawan Tuhuteru, menyampaikan bahwa tindakan ini mencerminkan adanya kemungkinan “konspirasi hitam” antara kepala sekolah Hasmin Tuhuteru dan operator Jamir Sombalatu dalam pengambilan keputusan yang tidak transparan dan diskriminatif.
"Seorang kepala sekolah yang diklaim memiliki basis intelektual seharusnya bersikap rasional dan profesional dalam menjalankan tugas, termasuk dalam memperlakukan tenaga pendidik. Pencopotan ST dari sistem Dapodik tanpa proses yang jelas merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran etika," tegas Irawan.
Ia menambahkan, tindakan tersebut mencederai nama baik dunia pendidikan di Bumi Saka Mese Nusa, serta berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan di daerah tersebut.
Pemuda LIRA menuntut agar Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat melalui Dinas Pendidikan segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepemimpinan di SMP Negeri 10 Huamual Belakang, demi menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, adil, dan profesional. (OR-AT)
![]() |
Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya |