Close
Close
close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

DPRD Buru Minta CV Rufany Papua Diblacklist

Namlea, Orasirakyat.com
Pekerjaan jalan hotmix di dalam Kota Namlea, Kabupaten Buru yang didanai DAK khusus TA 2022 senilai Rp.9,7 miliar dan dikerjakan oleh CV Rufany Papua, perusahan dari Manokwari, Papua Barat, terancam tidak kunjung selesai tepat waktu.


Karena itu Ketua DPRD Buru, Muh Rum Soplestuny kepada awak media di Namlea, Rabu (21/9/2032), mengharapkan supaya ada langkah tegas dari Perintah Kabupaten Buru terhadap perusahan tersebut.


Rum Soplestuny meminta kepada Penjabat Bupati Buru Djalaludin Salampessy agar segera diblacklist PT Rufany Papua.


Rum dan DPRD Buru menilai perusahan milik Haji Rusli ini  telah gagal dan menelantarkan proyek jalan hotmix dalam Kota Namlea.


Diungkapkan pula, kalau Keterlambatan pekerjaan jalan hotmix bukan hanya terjadi di dalam kota Namlea, namun juga terjadi pada ruas Waetabi Danau Rana. Proyek pada ruas ini menggunakan DAK khusus senilai Rp.12 miliar. 


Pada ruas jalan Waetabi - Danau Rana ini juga ditangani perusahan yang sama milik Haji Rusli dari Monukwari.


Rum juga menjelaskan, kalau perusahan milik Haji Rusli ini sudah mencairkan dana proyek sebesar 25 persen.


DPRD sangat menyayangkan keterlambatan pekerjaan proyek hotmix di dua lokasi berbeda tersebut.


Padahal, kata Rum, kontrak kerja antara Dinas PU Kabupaten Buru dan CV Rusfani Papua telah diteken sejak bulan Mei lalu.


Saat hearing dengan DPRD Kabupaten Buru beberapa waktu lalu, PT Rufany Papua telah berkomitmen untuk menyelesaikan proyek jalan tersebut.


Namun hingga September ini PT Rufany Papua tidak mampu menggenjot pekerjaan dan lamban di lapangan.


Politisi Partai Golkar itu mengungkapkan, dengan progres pekerjaan yang dilakukan hingga saat ini, masih belum mencapai 50 persen, maka akan sangat sulit untuk diselesaikan hingga akhir tahun anggaran 2022.


Akuinya, kalau kinerja CV Rufany Papua, sangatlah merugikan pemerintah maupun masyarakat Kabupaten Buru. 


"Sebelumnya, mereka meminta pekerjaan hingga 29 Agustus, kalau memang pekerjaan belum selesai dengan 100 persen, maka mereka minta untuk diputus kontrak. Tapi sampai dengan sekarang ini, pekerjaan mereka kurang lebih hampir 5 bulan ini belum mencapai 50 persen, tentu pekerjaan ini sangat merugikan  pemerintah daerah Kabupaten Buru dan masyarakat," sesali Rum.


Untuk itu RUM meminta Panitia ULP Pemkab Buru agar ke depan, CV Rufany Papua tidak lagi didaftarkan sebagai peserta lelang, karena sudah melakukan banyak wanprestasi atau banyak cacat.


Menanggapi Keinginan DPRD Buru ini, PPK Proyek jalan Hotmix dalam kota Namlea, Imran Wally yang dihubungi terpisah, menyatakan tidak sependapat.


Walau mengaku sampai kini kemajuan pekerjaan dalam kota baru mencapai 50 persen, tapi dia masih optimis kalau jalan hotmix ini akan rampung di bulan Nopember nanti.


Kalaupun akan mengalami keterlambatan, kata Imran, masih ada addendum untuk perusahan itu menyelesaikan pekerjaan dan tentunya disertai sanksi denda keterlambatan.


Lanjut Imran, ada kendala lahan di poros dekat Resto Alexis sepanjang 400 meter, akibat pemilik lahan menolak melepaskan tanahnya. Tetapi lobi-lobi masih terus dilakukan.

Sedangkan di ruas yang lain tidak ada masalah, dan tinggal memasukan agregat A lanjut pengaspalan. (LO)

Klik ☝ untuk mengikuti akun Google News Kami
agar anda tidak ketinggalan berita menarik lainnya

Post a Comment

Previous Post Next Post