Close
Close
Orasi Rakyat

Ditipu Dan Lahan Belum Dibayar, SDN 4 Namrole Kembali Dipalang






Lagu Terbaik Tahun 2021


Namrole, Orasirakyat.com 
SD Negeri 4, yang terletak di Kilometer 2, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) kembali di palang oleh pemilik lahan.


Terjadinya pemalangan ini akibat pemilik lahan, Arwa Waris merasa ditipu oleh pemerintah Bursel, karena lahan miliknya yang dijanjikan untuk dibayar secara cicil oleh pemerintah hingga saat ini belum juga terlaksana.


Akibat pemalangan ini, aktifitas belajar mengajar disekolah tersebut lumpuh total sejak seminggu lalu.


Informasi yang diperoleh oleh wartawan, pemblokiran sekolah tersebut sudah dilakukan sejak tanggal 19 Juli 2021 atau 8 hari lalu, dan aksi ini dilakukan  karena pemilik lahan merasa ditipu oleh pemerintah Bursel.


Pemilik lahan, Arwa Waris dalam keterangannya kepada wartawan menyampaikan bahwa awalnya sudah ada kesepakatan untuk pembayaran saat aksi pemalangan dilakukan pada bulan maret kemarin. 


Dimana kesepakatannya akan dilakukan pembayaran cicil sebanyak dua kali untuk total biaya lahan sebesar Rp. 74 juta.


"Dulu saat diblokir sudah ada kesepakatan dengan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bursel untuk lahannya di bayar, bahkan dengan cara di cicil sebanyak dua kali dari total anggaran sebesar  Rp.74 juta. Itu kesepakatannya," ujarnya kesal.


Menurutnya, sejak kesepakatan itu terjadi sampai saat ini, dirinya merasa sudah ditipu sebab sampai saat ini janji Pemda Bursel itu tak kunjung direalisasikan.

 

"Saya di tipu terus sampai saat ini lahan belum di bayar. Sudah kasih kelonggaran untuk bayar dua kali, tahun ini dan tahun depan dari total Rp. 74 juta, tapi saya bingung mungkin mereka tidak ada uang lagi," imbuhnya.


Ia menegaskan, untuk semua aktifitas diatas lahan tersebut, sudah dilarang dan aktifitas bisa berjalan kembali jika sudah ada proses pembayaran kepada pihaknya.


"Sudah komunikasi dengan Kepala Dinas Kabupaten Bursel, namun komunikasi itu terputus bahkan sepertinya saya nomor HP di blokir," paparnya.


"Semua bukti kepemilikan sudah dikantongi Pemda melalui Sekda Kabupaten Bursel di tahun 2020 yang adalah ketua tim pembebasan lahan, namun hingga kali kedua belum ada kejelasan, bahkan semua pejabat yang berkepentingan sudah dihubungi dan mereka tidak menjawab atau merespons, sehingga wajar jika hak - hak saya sebagai pemilik tidak diterima dan memalang aktifitas di atas lahan tersebut," tutupnya. (Red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama