Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Diduga Ada Kekerasan Di Lapas Kelas III Wahai, Korban Dilarikan ke Puskesmas





Lagu Terbaik Tahun 2021

SBT, Orasirakyat.com
Kekerasan didalam rutan bukan hal baru, kali ini dugaan kekerasan terhadap salah satu narapidana pada Lapas Kelas III Wahai, Kabupaten Maluku Tengah kembali dialami oleh seorang Napi. Hal ini diungkapkan oleh salah satu sumber di Lapas pada, Jumat (04/06/2021)


Menurut sumber ini, kekerasan yang terjadi pada Hari Senin tanggal 31 Mei itu, mengakibatkan korban luka parah sehingga korban harus dilarikan ke Puskesmas Wahai dan kemudian korban dirujuk ke RSUD Bula.


Menurutnya kejadian pada waktu subuh tersebut membuat korban mengalami luka pada wajah, kepala hingga lebam pada bagian leher akibat pelaku mencekik leher korban. 


Ditambahkan, Lapas yang merupakan tempat binaan para narapidana, kini berubah dengan sikap kekerasan serta premanisme dari para petugas.


"Leher itu bakas cekek, pukul gunakan kaki dan tangan, pukul di dada, Kepala, muka. Waktu selesai sholat subuh, korban di larikan ke Puskesmas Wahai dan di rujukan ke RSUD Bula. Ini adalah lembaga Pemasyarakatan, jadi setiap Napi dibina untukk menjadi baik, bukan disiksa dan dianiaya," ucap Sumber yang tidak mau namanya dipublikasikan ini, Kemarin.


Menurutnya, petugas pada Lapas Kelas III Wahai ini, tidak mengetahui tentang tugas dan kewajiban mereka sebagai petugas Lapas. Bahkan Sumber ini nilai kepala Lapas tidak becus dalam membina anak buahnya yang bertugas, karena ini merupakan tempat dimana para Napi dibina agar menjadi baik, sehingga saat keluar dari Lapas tidak melakukan tindakan atau masalah yang sama. 


Namun ini justru sebaliknya, para petugas selalu bersikap kasar terhadap para masyarakat binaan. Kondisi ini sering terjadi, namun kali ini lebih buruk sehingga korban terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit. 


Bahkan diduga kuat, terduga pelaku saat melakukan tindakan tersebut dalam keadaan mengkonsumsi minum keras.


"Petugas lapas tidak bisa memaknai mana fungsi dan tugas mereka. Mereka juga tidak mengetahui apa itu lembaga pemasyarakatan dan apa Warga binaan. Kepala pengamanan lapas /KPLP  tidak becus membina anak buahnya, beliau tidak layak dan tak pantas jadi Kepala keamanan. Warga binaan salah bukannya dibina tapi malah melakukan kekerasan terhadap mereka, apakah ini yang disebut dengan lembaga pemasyarakatan," ucapnya dengan nada kesal.


Untuk itu, dirinya mendesak Kakanwil dan Kadivas Menkum HAM, agar segera melakukan pemanggilan terhadap terduga pelaku berinisial, YGS untuk dimintai keterangannya terkait dengan dugaan kekerasaan terhadap salah satu Napi tersebut.


Hal ini dilakukan agar kedepan tidak lagi terjadi tindakan kekerasan seperti ini didalam Lapas.


"Dimintakan kepada Kakanwil dan Kadivas Menkum HAM Maluku agar segera melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai lapas yang telah melanggar hak asasi warga binaan didalam lapas," desak sumber ini. (Fer)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama