Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Alasan Jantungan, Jaksa Masih Gagal Periksa Sekda Bursel





Lagu Terbaik Tahun 2021

Namlea, Orasirakyat.com
Kejaksaan Negeri Buru masih saja gagal memeriksa Sekda Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Iskandar Walla, karena yang bersangkutan diduga sakit jantung.


"Sekda belum diperiksa. Beberapa kali kita sudah koordinasikan, terakhir ada surat keterangan Sekda baru selesai pemeriksaan jantung," beber Kepala Kejaksaan Negeri Buru, Muhtadi menjawab wartawan saat jumpa pers di Kantor Kejaksaan Senin lalu (14/06/2021).


Walau terus gagal memeriksa Iskandar Walla, kejaksaan tidak patah arang, dan terus menjadwal ulang salah satu oknum dari tiga oknum yang diduga paling bertanggung jawab dalam kasus MTQ ke XVII di Namrole, Bursel tahun 2017 lalu.


"Kita jadwalkan ulang, kita akan terus cari orang yang paling bertanggungjawab dalam kasus itu," tanggap Muhtadi.


Ditanya kepastian kapan Iskandar Walla akan diperiksa, Muhtadi mengaku masih dikoordinasikan. Perlu koordinasi, karena bila ada keterangan seseorang itu dikatakan sakit, maka jaksa akan melakukan pemanggilan secara patut.


"Apalagi bukan sakit yang biasa maka kita akan koordinasikan," tutur Muhtadi.


Untuk itu, Muhtadi mengaku akan  siapkan dokter. Koordinasi dengan rumah sakit, pada saat bersangkutan datang di kejaksaan agar dokter akan memeriksa kesehatannya terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kesehatannya.


Soal dugaan keterlibatan Tagop Soulissa, Ayub Saleky dan Iskandar Walla dalam kasus tersebut, serta desakan pendemo di Ambon agar memeriksa Tagop dan Iskandar Walla, Kejari mengaku tidak terpengaruh dengan demo di Ambon. 


Namun bila nanti penyidik membutuhkan keterangan Tagop selaku Bupati, maka yang bersangkutan akan dipanggil.


Lebih lanjut Muhtadi menjelaskan,  kasus MTQ masih terus berjalan dan sedang ditangani. Telah berkoordinasi juga dengan BPK Perwakilan Maluku untuk perhitungan kerugian negara yang nanti dilakukan oleh auditor utama investigasi BPK RI.


Dalam penyelidikan perkara MTQ Ini ada beberapa bidang. Yang sedang ditangani adalah bidang sarana dan prasarana.


"Anggarannya paling banyak mengalir ke bidang ini. Dari Rp. 27 miliar yang dikucurkan, sebanyak Rp.16 miliar ke bidang sarana dan prasarana," ungkap Muhtadi.


"Di bidang ini item pekerjaannya banyak, vendornya juga banyak. Nah kita sisir satu per satu kegiatan ini, agar yang sudah ditangani bisa berjalan. Yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tiga orang ini bisa berjalan," lanjut Muhtadi.


Nanti dilihat hasil penyelidikannya dan akan diuji di pengadilan siapa yang paling bertanggungjawab terjadinya penyimpangan keuangan negara di kasus MTQ.


"Publik bisa melihat, karena persidangan terbuka untuk umum. Dakwaannya nanti bagaimana, penuntutannya bagaimana, kemudian pembuktian di persidangan bagaimana, akan kelihatan siapa yang paling bertanggungjawab di situ," tutup Muhtadi. (LTO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama