Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Kodim 1506/Namlea Lakukan Layanan KB-Kes di Waplau





Lagu Terbaik Tahun 2021

Namlea, Orasirakyat.com
Kodim 1506/Namlea melakukan pelayanan KB-Kes Semester I TA 2021 di Desa Waplau, Kec.Waplau, Kabupaten Buru. Kegiatan ini mengambil tema "TNI AD bersama Rakyat Wujudkan Keluarga Sehat Untuk Indonesia Kuat".


Kegiatan yang berlangsung Selasa pagi (25/05/2021) itu mampu melayani 50 peserta akseptor KB.


Hadir dalam kegiatan tersebut, Pasiter Kodim 1506/Namlea, Kapten Inf Muhammad Haris Tumenggung, Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Elvira Kamarullah, Camat Waplau, AR Anjatan, Kepala Puskesmas Waplau, Onya Timggapy dan sejumlah tamu undangan lainnya.


Dandim Letkol Arh Agus Guwandi dalam sambutannya yang diwakili Pasiter Kapten Inf Haris Tumenggung mengatakan, Program KB Kes bertujuan untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat akan pentingnya program KB kesehatan.


Diharapakan melalui program tersebut, akan dapat membantu pemerintah menangani permasalahan kependudukan dalam rangka mengendalikan laju pertumbuhan penduduk serta untuk meningkatkan sumber daya manusia guna meningkatkan kesehatan masyarakat di daerah.


Menurut Dandim, program KB kesehatan ini juga bertujuan  mewujudkan sinergitas antara TNI, pemerintah Daerah Kabupaten khususnya Dinas Pengendalian Penduduk dan KB dan Pemerintah Daerah tingkat Kecamatan yaitu Puskesmas Waplau dalam usaha meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah teritorial Kodim 1506/Namlea.


"Harapan kita dengan adanya kegiatan KB Kes ini dapat menciptakan program keluarga berencana, dengan mewujudkan masyarakat yang sehat, bahagia dan sejahtera ditengah pandemi Covid-19," tutur Kapten Haris.


Dikatakannya, bahwa Hidup sehat sangat perlu diterapkan dengan baik, kesehatan ibu dan anak adalah cermin dari kesehatan keluarga. Dengan diaturnya kelahiran anak melalui keluarga berencana maka perhatian orang tua terhadap anak menjadi prioritas utama.


Program keluarga berencana ini tidak hanya sekedar program dua anak cukup, tetapi lebih kepada keluarga bahagia dan sehat, sehingga keluarga dapat memberikan perhatian lebih, baik makanannya, pakaiannya dan kebersihannya.


Sementara Sekertaris Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Buru, Elvira Kararullah dalam sambutannya mengatakan, masyarakat yang ada di Kabupaten Buru khususnya di Desa untuk menuju masyarakat sejahtera, sudah harus bisa berdiri sendiri tanpa ada bantuan dari orang lain.


Dijelaskan pula, bahwa Program KB sudah melalui banyak penelitian. Sudah pula  banyak formula sehingga cara yang ditemukan yaitu melaksanakan program KB.


Melalui program ini diharapkan masyarakat  dapat menyadari apa makna dan tujuan dari pada program KB mengendalian penduduk dengan melaksanakan implementasi, kerjasama dalam penguatan kependudukan. 


Semua sektor yang tergabung agar dapat melaksanakan pelayanan kepada masyarakat dengan rasa ikhlas dan pengabdian kepada masyarakat.


"Untuk itu kami ucapkan terima kasih kepada Bidan Desa dan masyarakat yang telah mendukung kegiatan ini dengan baik dan merupakan mitra kerja yang sangat potensial dapat mempercepat keberhasilan program sehingga menekan angka kelahiran," sambung Elvira.


Dalam kegiatan ini turut melibatkan Babinsa di desa masing-masing. Menurunkan laju pertumbuhan penduduk, meningkatkan alat kontrasepsi metode jangka menengah, menurunkan kebutuhan yang tidak terpenuhi, menurunkan angka kelahiran pada usia 15 sampai 19 tahun, meningkatkan jumlah masyarakat secara kelompok dan meningkatkan kerjasama antara Puskesmas dan aparat yang terkait.


Camat AR Anjatan turut berterima kasih kepada Dandim 1506/Namlea yang telah menyelenggarakan kegiatan program KB di Kecamatan Waplau, sekaligus kegiatan bersama dengan petugas penyuluh KB Kecamatan Waplau dalam pemasangan implan maupun melepas implan dan penyuntikan.


Kara Anjaran, pengendalian penduduk bukan berarti melarang mempunyai anak lebih dari dua. Akan tetapi bagaimana keluarga itu bisa mengatur jarak antara kelahiran, sehingga benar-benar anak yang satu dengan yang lainnya bisa tumbuh berkembang secara baik dan mempunyai kesehatan yang baik. 


"Kesehatan Ibu juga menjadi lebih baik karena dengan jarak kelahiran yg dekat itu justru membuat kesehatan ibu dan anak menjadi kurang baik apalagi kita di desa-desa tentu masih kekurangan dari sisi keuangan, bahkan masih ada yang masuk dalam kategori miskin untuk itu perlu kerjasama antara Dinas pengendalian penduduk dengan TNI AD serta Dinas terkait," tutup Anjaran.(LTO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama