Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

BPK Didesak Audit Khusus Dana Tanggap Darurat di SBT





Lagu Terbaik Tahun 2021


SBT, Orasirakyat.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dinilai tidak peduli terhadap bencana Alam di Daerah. Hal ini diungkapkan oleh salah satu keluarga korban nelayan yang hilang Minggu lalu, Ferdi Suwakul, pada Minggu (30/5/2021) di Bula.


Keluarga korban, Ferdi Suwakul menjelaskan, BPBD dibawah kepemimpinan, Usman Keliobas tidak becus dan tidak peka terhadap segala bencana yang terjadi di Kabupaten SBT, baik bencana Alam maupun bencana non Alam. Untuk itu, demi meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi bencana, maka Bupati SBT, Abdul Mukti Keliobas didesak copot Kepala BPBD SBT dari Jabatannya, karena dengan sikap acuh dan ketidakpekaan ini akan berdampak buruk terhadap pencegahan dan penanganan bencana di Daerah ini.


"Bupati SBT segera copot Usman Keliobas dari kepala BPBD, karena tidak peka dan lambat dalam menyikapi hilangnya adik kami saat melaut," tegas Suwakul.


Selain itu ditambahkan, pihaknya sangat kecewa dengan pihak BPBD SBT, yang lambat dalam merespon informasi awal hingga laporan yang disampaikan, bahkan informasi hilangnya nelayan tersebut telah direspon oleh pihak Basarnas Ambon dengan menghubungi dirinya selaku pihak keluarga korban. 


Ini menandakan bahwa, Basarnas Ambon sangat responsif ketimbang BPBD SBT sebagai Dinas teknis yang mengurus persoalan bencana di Daerah bertajuk Ita Wotu Nusa.


"Dari Basarnas Ambon komunikasi secara lansung saat mendapatkan informasi, namun BPBD SBT dua hari setelah itu baru menghubungi saya selaku keluarga korban. Ini bertanda bahwa mereka tidak punya kepedulian," sesalnya.


Dari sisi proses perkembangan pencarian korban pun, Suwakul menambahkan, pihak BPBD SBT justru mendapatkan informasi informasi dari pihak dirinya selaku pihak keluarga korban. 


Mestinya pihak keluarga korban yang harus mendapatkan informasi terkait dengan perkembangan pencarian dari BPBD, sehingga dirinya merasa aneh.


"Mengupdate informasi perkembangan pencarian saja kok lewat saya selaku keluarga korban, ini kan aneh. Mestinya sebaliknya," tegas Suwakul.


Untuk itu, mantan aktivis yang getol mengkampanyekan masalah dugaan korupsi ini mendesak BPK RI perwakilan Maluku, agar segera melaksanakan pengauditan khusus dan terbuka terhadap pengelolaan Anggaran tanggap darurat yang ada di BPBD SBT, karena selama ini dirinya menilai, tidak ada progres penanganan bencana oleh dinas tersebut, baik bencana Alam maupun bencana non Alam yang dialami oleh masyarakat.


"Saya mendesak BPK RI perwakilan Maluku untuk segera audit terbuka terhadap anggaran tanggap darurat di BPBD SBT," tegasnya.


Untuk diketahui, korban seorang Nelayan bernama Jon Tuhuteru ( Ukun), umur 29 Tahun yang dinyatakan hilang di perairan Pulau Gorom saat melaut, pada hari Minggu 23 Mei 2021 kini telah ditemukan di wilayah Misol Kabupaten Raja Ampat pada Sabtu 29 Mei 2021 dalam keadaan selamat oleh Nelayan. (FS)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama