Close
Close

Sisir Gunung Botak, Polisi Bakar Barang Penambang di Alur Janda





Lagu Terbaik Tahun 2021

Polisi Sisir Tambang Gunung Botak 

Namlea, Orasirakyat.com
Polisi kembali menyisir lokasi tambang ilegal di Gunung Botak dan mendapatkan ada usaha penambangan di alur Janda.


Usaha itu kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.


Keterangan yang berhasil dihimpun awak media Sabtu malam menyebutkan, kalau aktivitas tambang emas di alur Janda itu dimotori delapan orang, diantaranya Abdulah Wael, Umar Nurlatu, Yahya, Toni Batuwael, Simon Dawan, Ayah Ternate, Anwar dan  Didi Wael.


Kegiatan penertiban di Gunung Botak  dilakukan pada hari ini Pukul 14.30 WIT (03/04/2021).


Kegiatan itu harus dilakukan, karena paska personil Brimob dan personil Kodim 1506/Namlea diam-diam ditarik dari pos pengamanan tanggal 23 Maret lalu, hanya jelang tiga hari ada yang nekad masuki Gunung Botak.


Bahkan Raja Petuanan Kayeli versi Abdulah Wael dan beberapa tokoh adat melakukan rapat di Desa Dava tanggal 1 April lalu dan bersepakat buka tambang GB.


Kemudian pada hari Jumat sore,  tanggal 2 April lalu, tanpa izin resmi dari pemerintah, mereka membuka tambang GB dengan memasang bendera merah putih dan bendera putih di salah satu pos jaga di GB.


Karena itu, Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febry Kusumaatmaja memerintahkan dilakukan kegiatan penyisiran yang dipimpin Kasat Intelkam Polres Pulau Buru, Iptu Sirilus Atajalim.


Kemudian Atajalim mengerahkan sejumlah personil Intel dibantu  Kapolsek Waeapo, Ipda Zainal yang ikut mengerahkan anak buahnya berkekuatan 10 personil.


Sebelum masuki Gunung Botak Kasat Intelkam melakukan apel bersama di Polsek Waeapo. Setelah itu, rombongan bertolak menuju GB.


Saat berada di Desa Dava, Kecamatan Waelata, tim kepolisian bertemu dengan sejumlah tokoh adat. 


Iptu Atajalim dan Ipda Zainal menanyakan langkah para tokoh adat yang nekad membuka tambang ilegal di GB pada pukul 15.00 WIT, Jumat lalu (02/04/2021).


Para tokoh adat yang ditemui di Desa Dava diantaranya Abdulah Wael (Raja Kayeli), Komar Besan (Mewakili Hinolong), Helo Tihun (Kepala Soa Widit),Kasim Belen (Kepala Soa Dava), Gere Dawan (Kepala Soa Fumae), Mansuhar Belen (Kepala Soa Wahidit), Hamat Wael (Kawasan Lele), Rudi Solissa (Kepala Soa Tifu) dan  Haris Latbual (Kepala Soa Modanmohe).


Di hadapan Iptu Atajalim dan Ipda Zainal, para tokoh adat Petuanan Kayeli ini meminta agar Gunung Botak Jangan lagi disisir.

Dengan alasan sudah mendekati bulan puasa, mereka memohon agar kepolisian rela membiarkan masyarakat mengais rejeki emas di GB.


Namun Iptu Atajalim dkk tidak dapat memenuhi permintaan para tokoh adat itu, karena yang dilakukan di GB masih ilegal.


Usai pertemuan dengan tokoh adat di Dava, tim pimpinan Iptu Atajalim terus bertolak ke GB. Mereka tiba di titik sasaran di alur Janda pada pukul 14 30 WIT.


Namun saat tim tiba, aktivitas sedang terhenti dan didapati barang-barang untuk aktivitas tambang masih berada di tempat.

Barang-barang milik penambang ini kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar. Usai bakar-bakar di Alur Janda, tim lalu meninggalkan GB.(OR/LTO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama