Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Presiden Aliansi Pemuda Internasional Pertanyakan Realisasi System Pengelolaan Limbah Medis Covid-19





Lagu Terbaik Tahun 2021

Aliansi Pemuda Internasional

Makassar, Orasirakyat.com
Banyaknya permasalahan yang timbul akibat Pandemi Covid19 menjadi sebuah momok buruk bagi masyarakat.


Bukan hanya berdampak pada kondisi ekonomi, tetapi persoalan limbah berbahaya dan beracun (B3) medis yang dihasilkan dari penanganan Covid-19 harus menjadi perhatian semua pihak.


Apalagi dengan kondisi Covid-19 yang hingga saat ini belum juga berakhir, sementara limbah medis Covid-19 terus meningkat seiring bertambahnya kasus peningkatan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh Virus SARS-CoV-2 tersebut. 


Menyikapi itu, Presiden Aliansi Pemuda Internasional, Reski Sudirman dalam rilis yang diterima Orasirakyat.com, Kamis (15/4/21) mempertanyakan pengelolaan sampah medis sebagaimana diatur dalam surat edaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 2 Tahun 2020 tentang pengelolaan limbah Infeksius dan sampah rumah tangga dari penanganan Covid-19 apakah sudah dibarengi dengan pengawasan yang baik dalam pengelolaan limbah Medis infeksius tersebut. 


Reski juga mengingatkan pemerintah agar kiranya tidak hanya membuat aturan saja,  melainkan terus mengawasi bagaimana pengaplikasian aturan tersebut di lapangan.


"Memang benar aturan sistem pengelolaan limbah medis infeksius sudah ada,  pertanyaannya kemudian bagaimana pelaksanaanya?. Jangan sampai hanya sekedar aturan tapi tidak dilanjutkan dalam tahap pengawasan," ucap Reski.


Pemuda asal Kabupaten Luwu Timur ini juga mengingatkan para pelaku industry penghasil limbah B3 medis dalam hal ini Rumah Sakit harus mempertanggung jawabkan persoalan penanganan limbah medis infeksius (B3) dengan baik.


"Pihak Rumah sakit juga harus serius dalam mengelola limbah itu, jangan sampai limbah tersebut menimbulkan masalah baru," ujarnya.


"Kita melihat bahwa, masih banyaknya perusahaan industri dan rumah sakit yang memiliki fasilitas pengelolah limbah medis yang belum memadai, tentu ini menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi pemerintah guna bekerjasama dengan para pelaku industri untuk membangun sistem pengelolaan limbah yang baik dan benar,  sehingga persoalan penumpukan limbah medis yang terjadi di Beberapa daerah termasuk NTT dapat di tangani dengan baik," sambungnya.


Sementara Pakar hukum Aliansi Pemuda Internasional (API) Muhammad Yamin dan Ari Sayiy Muhtar,  S. H juga menegaskan bahwa akan melakukan pengawalan serta pengkajian mendalam terhadap para pelaku industri nakal penghasil limbah B3 yang tidak melakukan pengelolaan limbah B3 dengan baik dan benar sebagaimana diatur dalam peraturan.


"Jika nanti ditemukan kesalahan akan kami proses sebagaimana aturan yang berlaku," pungkas mereka. (Red/Rls)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama