Close
Close

Injak dan Bakar Bendera Merah Putih, Pria Ini Minta Pemerintah RI Bayar 40 Milyar




Lagu Terbaik Tahun 2021

Injak dan Bakar Bendera Merah Putih, Pria Ini Minta Pemerintah RI Bayar 40 Milyar

Sumatera, Orasirakyat.com
Sungguh tidak disangka apa yang dilakukan pria berinisial SN, warga Lampung ini karena nekad menginjak dan membakar Bendera Merah Putih.


Kelakuan SN ini memancing emosi warganet pasca perbuatannya di posting di akun Facebook Nar Sunaryo dengan durasi 2 menit 6 detik. Dimana dalam rekaman video memperlihatkan seorang pria menginjak dan membakar bendera merah putih.


Disamping menginjak dan membakar, pria ini juga mengancam dan meminta bayaran kepada pemerintah untuk menyerahkan uang Rp 40 Miliar.


“Negara Indonesia, republik. Siapkan uang Rp 40 miliar, kalau enggak gue hancurin semua,” tulis pemilik akun FaceBook Nar Sunaryo.


Diketahui, Polres Lampung Timur telah meringkus pelaku atas dugaan sebagai pelaku pembakaran bendera Merah Putih.


Penangkapan pelaku dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Faria Arista saat dikonfirmasi. Polisi berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku di kediamannya pada Kamis, (1/4/2021).


“Ya, sudah berhasil kami amankan, kemudian akan melakukan penyidikan lebih lanjut,” kata Faria, Sabtu (3/4/21).


Pelaku merupakan warga Dusun III RT07/RW 03, Desa Tulung Pasik, Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur.


“Untuk rekaman pembakaran tersebut diunggahnya ke media sosial Facebook milik pelaku dengan nama akun Sunaryo pada pukul 18.09 WIB,” kata Faria.

 

“Kami berhasil mengamankan satu buah botol kecil berisi sisa bahan bakar, satu plastik bening berisi sisa bahan bakar jenis premium, abu sisa bendera, kayu penyulut api, dan satu unit handphone,” jelas Faria.


Akibat perbuatannya, SN dikenai sanksi pidana Pasal 24 Huruf a UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.  


Kemudian Pasal 45 A Ayat (2) junto Pasal 28 Ayat (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 66. 

Saat ini, pihak kepolisian sedang berkonsultasi dengan pihak rumah sakit jiwa untuk memastikan apakah yang bersangkutan sehat atau tidak. (*)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama