Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Mantan Sekda Bursel Tersandera Kasus Korupsi Rumah Dinas





Lagu Terbaik Tahun 2021


Namrole, Orasirakyat.com
Penyidik Reskrimsus Polda Maluku sangat serius menangani kasus dugaan korupsi rumah dinas Sekda Buru Selatan (Bursel) fiktif Tahun Anggaran 2017 senilai Rp. 935 juta.


Bahkan, kasus yang baru dibidik pertengahan Januari 2021 itu sudah sampai di tahap penyidikan.


"Iya, kasusnya saat ini sudah sampai di tahap penyidikan. Selanjutnya kami sedang menunggu hasil audit dari BPK pusat," kata Direktur Krimsus Polda Maluku, Kombes Eko Santoso melalui Kanit 2 Tipikor Ditkrimsus Polda Maluku, Kompol Loren Werlukasus ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Selasa (09/03/21).


Ia menjelaskan, dugaan proyek fiktif yang saat ini tengah disidik pihaknya itu bernilai Rp. 935 juta, yang terbagi dalam 5 paket pekerjaan. 


"Itu paket pekerjaan 5 item, antara lain Pekerjaan Pagar Rp 195 juta, Pekerjaan Garasi Rp 195 juta, Pekerjaan Tower 195 juta, Pekerjaan Pasang Paving Blok Rp 200 juta dan Pekerjaan Tanah Urung DP Rp 150 juta. Jadi total Rp 935 juta," rinci Loren.


Proyek ini dibidik Reskrimsus Polda Maluku, lantaran 5 item pekerjaan ini tidak dikerjakan di rumah dinas yang disewakan sebagai rumah dinas Sekda di Desa Fatmite, Kecamatan Namrole atau di atas tanah milik Pemerintah Daerah, tetapi di bangun di rumah pribadi Sekda Bursel saat itu, yakni Sahroel AE Pawa yang berlokasi di Desa Lektama, Kecamatan Namrole.


"Pekerjaannya dibangun di rumah pribadi Pawa," ucap Loren.


Loren mengaku, dalam penanganan kasus ini, pihaknya telah memeriksa mantan Sekda Bursel Syahroel AE Pawa.


"Kami sudah periksa Pawa saat masih penyelidikan sebagai saksi, tapi di tahap penyidikan, Pawa belum diperiksa. Kami masih tunggu hasil audit BPK Pusat terlebih dahulu," ucapnya.


Ia pun mengaku bahwa di tahap penyidikan ini, pihaknya telah memeriksa sejumlah anggota DPRD Kabupaten Bursel periode 2014-2018 yang tergabung dalam Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bursel.


"Betul, kami sudah periksa sejumlah anggota DPRD Bursel periode 2014-2019 di Namrole hari Rabu pekan kemarin. 1 orang kami periksa di Namlea dan 2 orang di Ambon kemarin. Saya tidak hafal nama-nama mereka, tapi yang termasuk Banggar," terangnya.


Loren pun mengaku bahwa untuk Wakil Bupati Bursel terpilih, Gerson Eliaser Selsily dan Ketua DPRD Bursel saat ini, Muhajir Bahta belum memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan sebagai saksi.


"Kami sudah layangkan surat panggilan pertama, tapi Wakil Bupati terpilih dan Ketua DPRD saat ini belum datang," sebutnya.


Ia mengaku bahwa kendati belum datang, Gerson telah mengkonfirmasi pihaknya bahwa Gerson bersedia untuk memberikan keterangan di Ambon setelah Gerson kembali dari Jakarta.


"Untuk Wakil Bupati terpilih sudah konfirmasi ke kami bahwa yang bersangkutan bersedia memberikan keterangan di Ambon setelah kembali dari Jakarta," ucapnya.


Berbeda lagi dengan Ketua DPRD Bursel, Muhajir Bahta. Hingga saat ini Bahta belum mengkonfirmasi kapan akan memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan sebagai saksi.


"Sampai saat ini Ketua DPRD belum datang dan belum konfirmasi kapan akan datang, tapi kami sudah serahkan surat panggilan pertama, jika dalam Minggu ini Ketua DPRD belum juga datang, kami akan layangkan surat panggilan kedua," paparnya.


Ia memastikan bahwa pihaknya sangat serius dalam menangani kasus ini. 


"Kita maju terus, tidak ada kata mundur," tegasnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Bursel terpilih, Gerson Eliaser Selsily yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp maupun pesan singkat, Selasa (09/03) terkait kapan pihaknya akan memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi tidak merespon.


Begitu pun dengan Ketua DPRD Bursel Muhajir Bahta, Wakil Ketua DPRD Bursel La Hamidi, Anggota DPRD Bursel Ismail Loilatu yang dikonfirmasi via pesan WhatsApp hanya membaca pesan yang dikirimkan kepadanya tapi tidak menjawab, pesan singkat yang dikirimkan kepadanya pun tak direspon.


Sedangkan, mantan Anggota DPRD Bursel Ruben Tasane yang dikonfirmasi melalui WhatsApp maupun pesan singkat juga tak merespon.


Sedangkan mantan anggota DPRD Bursel, Sami Latbual tak membantah jika dirinya telah dimintai keterangan bersama Wakil Ketua DPRD Bursel, La Hamidi, Senin (07/03) di Kantor Reskrimsus Polda Maluku.


"Iya benar, Saya dan Pak Midi dimintai keterangan sebagai saksi kemarin di Ambon," kata Latbual Selasa (09/03) sore.


Kendati begitu, Latbual enggan berkomentar banyak karena hanya dimintai keterangan sebagai saksi, sebab Latbual merupakan anggota DPRD Bursel periode 2014-2019.

PPK Proyek tersebut, Jalil Haulussy yang dikonfirmasi, Selasa (09/03) sore pun mengaku telah diperiksa penyidik Reskrimsus Polda Maluku terkait kasus dugaan korupsi itu. 


"Iya sudah," jawabnya singkat.


Di lain sisi, sumber terpercaya media ini menyebutkan bahwa selain, Sami Latbual dan La Hamidi yang telah diperiksa sebagai saksi di Ambon. Sejumlah pihak lainnya juga telah diperiksa sebagai saksi, diantaranya Adjadad Makassar yang diperiksa di Polres Buru.

Kemudian, lanjut sumber, sejumlah anggota DPRD Bursel lainnya juga telah diperiksa di Polsek Namrole, Rabu (03/03) lalu.


"Ada banyak anggota dan mantan Anggota DPRD yang sudah diperiksa di Polsek Namrole, Rabu (03/03) lalu," ucap sumber.


Sumber menjelaskan, Ketua Banggar saat itu dipimpin oleh almarhum Arkilaus Solissa yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Bursel. Sedangkan, Wakil Ketua Banggar dijabat oleh Gerson Eliaser Selsily dan La Hamidi yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD. Sedangkan Sekretaris Banggar dijabat oleh Pak Hadi Longa yang juga Sekretaris DPRD atau Sekwan.


Kata sumber lagi, saat itu pembahasan anggaran di DPRD Kabupaten Bursel dilakukan oleh semua anggota DPRD Bursel, yang terdiri dari Muhajir Bahta, Adjadad Makasar, Sami Latbual, Jamatia Booy, Ahmad Umasangadji, Anselany Orpa Seleky, Ismail Loilatu, Ridwan Nurdin, Maruf Solissa, Ruben Tasane, Faizal Amir Souwakil, Mahmud Mukadar, Arwa Waris, Alfred E Lesbatta dan Sedek Titawael, termasuk juga Sekwan, Hadi Longa.


"Banyak yang sudah diperiksa oleh penyidik di Namrole, Ambon dan Namlea. Sepertinya sampai saat ini hanya Wakil Bupati terpilih, Pak Gerson Eliaser Selsily dan Ketua DPRD Bursel saat ini, Pak Muhajir Bahta yang belum penuhi panggilan penyidik," ucapnya.


Sedangkan, untuk Sekwan Hadi Longa, Bendahara Sekretariat Pemda Bursel Kirman Solissa dan kontraktor yang terkait proyek itu sudah diperiksa atau belum, sumber ini belum bisa memastikannya.


"Untuk Sekwan, Bendahara Sekretariat Pemda Bursel, dan kontraktor yang terkait dengan proyek tersebut, saya belum bisa pastikan apakah sudah diperiksa ataukah belum, tapi sepertinya untuk Sekwan sudah diperiksa juga karena Sekwan adalah Sekretaris Banggar," tutur sumber.  (OR/Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama