Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Konflik Antara Warga Desa di Kecamatan Taniwel Sepakat Damai





Lagu Terbaik Tahun 2021


Piru, Orasirakyat.com
Pasca kejadian baku lempar dan saling serang menggunakan alat tajam yang terjadinya pada Sabtu (20/3/21) lalu antara warga desa di Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku berakhir dengan kesepakatan damai.


Kesepakatan damai dilakukan lewat mediasi yang melibatkan pemerintah desa, tokoh agama, masyarakat, pemuda dari 4 desa tersebut yakni desa Taniwel, Riring, Buria, dan Niniari. Mediasi bertempat di kantor Camat Taniwel pada Selasa 23 Maret 2021.


Kapolsek Taniwel Ipda Joel Mauwa kepada media ini menjelaskan bahwa mediasi sudah dilakukan, dan lima desa di Kecamatan Taniwel SBB yang terlibat baku lempar dan saling serang bersepakat damai. 


Sudah ada kesepakatan damai, soal penghinaan terhadap teong desa/negeri Buria gunung dan terkait dengan penghinaan terhadap negeri Buria akan diproses.


"Kami siap melakukan langkah hukum, dan harus ada laporan resmi dari masyarakat guna ditindaklanjuti," ungkap Kapolsek.


Proses hukum terkait pemukulan yang terjadi tetap akan di lakukan langkah langkah kepolisian sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.


Kata Kapolsek, pihaknya akan melakukan langkah- langkah mediasi terkait dengan pemukulan yang dilakukan sesama antar pelajar SMA Negeri 4 SBB tersebut, dan akan secepatnya disikapi agar tidak lagi terjadi hal serupa yang melibatkan sesama masyarakat 4 desa di Kecamatan Taniwel.  


"Terus dilakukan mediasi dan proses hukum terkait pemukulan akan di lakukan langkah - langkah kepolisian sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari, apalagi korban dan pelaku merupakan anak dibawah umur," kata Kapolsek.


Dijelaskan, pihak kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa ada bantuan dan dukungan dari pemerintah dan masyarakat empat desa, dan kita ada disini untuk mencari solusi guna penyelesaian konflik yang terjadi.dan masalah yang terjadi kemarin harus segera diselesaikan sehingga tidak berlarut-larut dan akan menimbulkan permasalahan baru.


"Saya tegaskan, agar pertemuan yang menghasilkan kesepakatan damai dapat disampaikan kepada masyarakatnya masing-masing, terutama anak didik kita, bahwa kita sudah damai, dan tidak ada lagi dendam permusuhan diantara sesama." tegasnya. 


Dijelaskannya, situasi keamanan baik di desa maupun di kecamatan  bukan bergantung pada pihak kepolisian, namun tanggung jawab kita semua baik pihak kepolisian maupun masyarakat setempat lebih khusus masyarakat 4 desa yang saling baku lempar.


"Saya mintakan agar masyarakat empat desa untuk menjaga keamanan dan ketertiban diwilayahnya masing - masing dan tidak terprovokasi dengan isu yang hanya untuk ciptakan konflik sesama masyarakat 4 desa di wilayah Kecamatan Taniwel." pintanya.


Untuk diketahui, bahwa permasalahan sehingga terjadinya aksi saling lempar dan serang menggunakan alat tajam tersebut berawal dari pemukulan dan perkelahian antara pelajar dari desa Taniwel dan Buria yang sama - sama merupakan pelajar SMU NEGERI 4 SBB dan kejadian itu telah di tangani oleh pihak Kepolisian Polsek Taniwel. (OF/Fitra)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama