Close
Close

Gempar, Penemuan Mayat Wanita Tanpa Busana di Pantai Waihaong




Lagu Terbaik Tahun 2021
Gempar, Penemuan Wanita Tanpa Busana di Pantai Waihaong  

Ambon, Orasirakyat.com
Warga di kawasan Pantai Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana mengapung di perairan pantai tersebut.


Mayat wanita ini mengapung di perairan antara Pelabuhan Navigasi dan Gedung Islamic Center dan ditemukan warga sekitar pukul  pukul 16.00 WIT, Selasa 30 Maret 2021.


Mayat perempuan itu belum diketahui pasti karena tidak memiliki identitas. 


Pantauan dilokasi, terlihat kondisi mayat ini juga sudah mulai membusuk dimana kulit mayat terlihat sudah mengelupas. 


Dari informasi yang diperoleh, mayat ini pertama kali ditemukan oleh dua orang anak lelaki asal Waihaong bernama Danu (14) dan Faisal (12) yang sedang mandi air laut di sekitar gedung Islamic Center.


Dalam penuturan mereka,  saat mandi mereka melihat ada sesuatu yang mengambang, karena penasaran mereka mulai mendekati dan baru mengetahui bahwa itu adalah mayat perempuan.


Atas penemuan itu, mereka pun manggil warga disekitar kemudian dan memberitahukan ada mayat mengapung. Seketika warga menjadi heboh dan berbondong - bondong datang ke lokasi tersebut. 


“Katong (Kita) kira daging sapi (bangkai binatang) tapi setelah di cek itu sesosok mayat,” ucap Danu dan Faisal



“Kita langsung teriak beri tau teman-teman. Dan ada bapak-bapak juga disitu, langsung semua datang lihat dan langsung heboh. Warga ramai - ramai datang untuk lihat,” ujar mereka.


Akibat penemuan ini, warga disekitar langsung gempar dan melaporkan penemuan tersebut ke polisi. Sekitar pukul 16.30 WIT, mayat tersebut kemudian dibawa ke RSUD Dr. Haulussy Ambon dengan menggunakan mobil patroli milik Polisi.


“Tim kami sudah di TKP. Mayat perempuan tanpa identitas, saat ini sudah di evakuasi ke RSUD Dr. Haulussy Ambon,” ucap Kasubbah Humas Polresta Ambon dan Pp Lease, Izack Leatemia saat dikonfirmasi wartawan. (OR/05/07)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama