Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Aktivis GMNI Dilapor Ke Polisi Oleh Anggota DPRD Buru Asal Partai Nasdem





Lagu Terbaik Tahun 2021


Namlea, Orasirakyat.com
Aktivis GMNI, Anton Tasidjawa dilaporkan ke Polres Pulau Buru oleh anggota DPRD Buru asal Partai Nasdem, John Lehalima.

Mahasiswa yang kuliah di Mataram, Nusa Tenggara Barat ini dikabarkan dilaporkan oleh wakil rakyat asal Partai Nasdem ke SPKT Polres Pulau Buru, pada hari Sabtu lalu (27/02/2021).


Khabar pelaporan  itu disampaikan sendiri oleh John Lehalima lewat akun facebooknya pada Sabtu malam. "Akhirnya lapor Resmi pelecehan nama baik, perbuatan kurang menyenangkan dan uu ITE," cuit John dalam akun facebooknya John Lehalima.


Sampai berita ini dikirim, wakil rakyat dari Dapil III (Waplau, Fenalisela dan Airbuaya), belum dapat dimintai konfirmasi.Dua nomor hpnya yang dihubungi tidak dalam keadaan aktif.


Paur Humas Polres Pulau Buru, Aiptu MYS Djamaluddin yang dikonfirmasi juga belum dapat dimintai penjelasan. Nomor hpnya aktif, tapi saat dihubungi tidak diangkat. 


Paska laporan itu, kini John Lehalima banyak mendapat kritikan dan sindiran di Facebook. Ada yang menulis "Kalo Memang Kata-Kata Dari Masyarakat Itu Seng Benar, Beta Rasa Bapa Selaku DPRD Harus Malah Membawa Ke Rana Hukum. DPR itu Harus Kuat Tada Talinga Kalo di kritik, deng Jang Suka Capat BAPER.Kalo Capat BAPER toh 1 Periode saja."


Akun Facebook Omethed Titaheluw, juga ikut mengkritik dengan menulis kalimat, "Di Provinsi Maluku tepatnya di Kabupaten Buru, wakil rakyat (ANGGOTA DPRD) lapor rakyat. Salah satu anggota DPRD melapor dengan dalil pencemaran nama baik serta UU ITE dll". 


Akun ini menulis kalimat berbau mengkritik kepada John Lehalima, agar perasaan negatif buat rakyat yang seng masuk akal jangan dipelihara. "Jadikan semua tulisan adalah bahan evaluasi serta teguran dalam pengabdian. Langkah badaki," kritik Titaheluw yang juga seorang pengacara dan mantan ketua salah satu OKP ini.


Selanjutnya informasi yang berhasil dihimpun lebih jauh menyebutkan, kalau John Lehalima tega melaporkan Anton Tasidjawa ke Polres Pulau Buru, karena cuitan aktivis GMNI ini di dinding facebooknya pada Sabtu pagi.


Dalam cuitan itu Anthon Tasidjawa yang pernah menjabat Ketua Komisariat Merdeka GMNI Mataram ini menulis, "Sungguh Luar biasa DPRD Kabupaten Buru Dapil lll melakukan reses di Dusun Walnewen, Desa Waspait, Kecamatan Fenalisela yang dihadiri oleh tokoh adat dan tokoh masyarakat. 


Namun semua ini untuk mengingatkan rakyat supaya pas momentum pilkada Harus coblos pemimpin yang selalu hadir di tengah-tengah rakyat dengan membawa janji-janji palsu." 


Anton juga menulis, Taingat engkau wakil rakyat sekarang tidak ada yang namanya sistem tipu-tipu lagi karena kami sebagai rakyat kecil hanya butuh pemimpin yang punya kontribusi dan melayani kami sebagai rakyat kecil dan biarkanlah rakyat yang menentukan arah bangsa ini akan dibangun dan bagaimana rakyat akan menjaga masa depannya sebab rakyat pemilik sah konstitusi.


Anton Tasidjawa juga membuat tagar #Suara_Rakyat_mahal. Ia juga memuat dua buah foto saat John Lehalima sedang reses di Dusun Walsewen.


Kritikan Anton Tasidjawa itu telah membuat gerah John Lehalima, sebab hanya selang beberapa jam dari postingan itu, oknum.anggota DPRD Buru ini pada Sabtu malam menantang aktivis GMNI ini untuk menunjukan bukti soal dugaan janji palsu dan dugaan tukang tipu.


"Bt mau menyampaikan kepada sdra Anton Tasijawa yg memosting foto reses bt lalu kemudian menulis bahwa bt dalam reses menyampaikan janji palsu,dan tukang tipu, untuk itu bt minta kepada sdra Anton untuk dapat menunjuk kepada publik bt punya janji palsu apa dan bt tipu sapa sebelum bt lapor resmi kasus ini ke berwajib karena sdra secara terang dan terbuka menyerang saya di Mensos," tulis John dengan kata-kata singkatan  yang ada tidak sesuai dengan kaidah bahasa , seperti "medsos" tertulis "mensos".


Respon John itu ada yang didukung supaya tetap dilapor ke polisi. Namun ada banyak pula yang menasehatinya. "Bahasa di atas itu bukan dia bilang pa dewan janji palsu dan tipu tipu..dia cuman mengingatkan,"komentari Taher Dua.


Anton Tasidjawa sendiri sempat mengklarifikasi John di tulisannya itu.Namun diduga klarifikasi awal ini kurang memuaskan, sehingga masalah ini tetap berujung ke polisi.(OR/LTO)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama