Close
Close
Orasi Rakyat

Kampanye SARA dan Menyerang Paslon AJAIB, Tim SMS-Ges Akan Dilaporkan Ke Polisi






Lagu Terbaik Tahun 2021

Vence Titawael, Ketua Tim Hukum Paslon AJAIB
Namrole, Orasirakyat.com 
Tim SMS-Ges, Hasim Loilatu (Achim Loilatu) akan segera dilaporkan oleh tim Hukum pasangan Hadji Ali dan Zainudin Booy (AJAIB) ke pihak yang berwajib karena telah menebar kampanye berbau SARA dan secara terang-terangan melalui postingan akun facebooknya telah menyerang calon Wakil Bupati, Zainudin Booy secara terbuka di media sosial Facebook.


Hasim Loilatu saat ini diketahui sesuai form BC1-KWK (SK Tim Kampanye) SMS-Ges tertanggal 4 September 2020, tercatat sebagai anggota koordinator media sosial (Medsos) itu diketahui telah memposting di akun resminya (Achim Loilatu) sebuah status yang sangat merugikan pasangan AJAIB. Dimana dalam postingan tersebut, Loilatu menuliskan “Jainudin Boyy (Booy) Berniatt (Berniat) Membangun Gereja d (di) Ambalau Dan Mesjid d (Di) Fena Fafan, Abis Sudah Katong Org (Orang) Ambalau…”. 


Hebatnya lagi, dalam postingan yang diunggah pada tanggal  29 November 2020 itu, Loilatu menandai 28 orang yang dianggap penting dan mereka terdiri dari lawan politik maupun tim pasangan AJAIB.


Setelah memposting dan sudah dilihat serta dikomentari oleh orang banyak, Loilatu kemudian menghapus postingan tersebut dan kembali memposting permohonan maaf, dengan menuliskan “Secara Pribadi Bt (Beta) Meminta Maaf Atas Apa Yg (Yang) Bt (Beta) Su (Sudah) Sampaikan Bahwa Pa Calon Wakil Bupati Bursel Dari Pasangan Ajaib akn (Akan) Berniat Utk (untuk) Membangun Gereja d (Di) Kec Ambalau, Ternyata Itu bt (Beta) Salah Dlm (Dalam) menafi apa yang d (di) sampaikan, skali lagi bt (beta) memohon maaf yg (yang) sangat mendalam, jika menyinggung basudara donk samua, dan lebih Khusus Pasangan Ajaib”.


Akan tetapi, walaupun Loilatu telah menyampaikan permohonan maaf, namun pasangan AJAIB dan simpatisan merasa sangat dirugikan karena postingan itu sudah di screenshoot oleh banyak masyarakat dan sudah bertebaran di medsos. 


Sehingga melalui Tim Hukumnya, pasangan AJAIB akan bergerak melaporkan Loilatu ke pihak-pihak yang mempunyai domain untuk menangani pelanggaran kampanye SARA dan telah merugikan pasangan AJAIB.


“Kami sangat menyayangkan postingan saudara Achim Loilatu yang sengaja menuduh calon Wakil Bupati kami secara tidak benar dan telah melakukan politik identitas yang bertujuan agar masyarakat di kecamatan Ambalau dan kecamatan Fena Fafan tidak memilih pasangan AJAIB dan ini sangat merugikan paslon AJAIB maupun kami sebagai tim dan pendukung,” ujar Ketua Tim Hukum Pasangan AJAIB, Vence Titawael kepada wartawan melalui pesan Whatsappnya, Selasa (1/12/2020).


Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bursel ini menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam dengan hal tersebut dan sementara berkoordinasi untuk membawa masalah itu ke rana hukum.


“Patut diduga postingan tersebut merupakan tindak pidana baik yang diatur dalam undang-undang Pilkada maupun undang-undang ITE, sehingga kami akan berkoordinasi dengan calon Wakil Bupati kami untuk melaporkan hal ini supaya bisa menjadi contoh bagi yang lain untuk tidak seenaknya saja menuduh orang tanpa bukti dan memainkan politik identitas yang berpotensi besar merusak hubungan Kai-Wait yang selama ini menjadi perekat bagi masyarakat Bursel,” ujarnya.


Kata Titawael, dalam postingan Loilatu itu justru kontraktif dengan kata-kata yang disampaikan calonnya (SMS-Ges) saat debat pertama dan kedua, dimana dalam debat mereka selalu mengklaim bahwa mereka adalah pemimpin semua golongan dan menuduh pasangan AJAIB yang sering mengkampanyekan politik identitas.


“Namun nyatanya, tim mereka yang mengkampanyekan politik identitas, bahkan sangat berpotensi memecah belah kehidupan orang basudara di Bursel. Maka dari itu, akan ada langkah hukum yang kami ambil untuk tim SMS-Ges yang sok pintar itu,” pungkasnya. 


Sampai saat ini postingan permohonan maaf Achin Loilatu sudah dikomentari ratusan nitizen. Kita tunggu langkah selanjutnya yang diambil Tim hukum pasangan AJAIB yang merasa dirugikan akibat postingan tersebut. (OR/02)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama