Close
Close
Orasi Rakyat

Diisukan Akan Bangun Masjid Di Fena Fafan dan Gereja Di Ambalau, AJAIB Sebut Itu Isu Sesat






Lagu Terbaik Tahun 2021


Namrole, Orasirakyat.com

Ada-ada saja isu yang sengaja dimainkan oleh lawan politik dari pasangan Hadji Ali - Zainudin Booy (AJAIB). Tidak punya cara dan kehabisan akal untuk menyerang pasangan yang dipastikan akan memimpin Buru Selatan (Bursel) lima (5) tahun ke depan ini, akhirnya isu pembangunan Mesjid di Kecamatan Fena Fafan yang mayoritas penduduknya beragama kristen mulai digoreng oleh lawan politik.


Tak hanya disitu saja, lawan politik yang panik dan mulai melihat kekalahan mereka sudah di depan mata mulai memprovokasi masyarakat bahwa jika pasangan AJAIB menang, maka pasangan AJAIB akan mendirikan Gereja di Kecamatan Ambalau yang penduduknya beragama Islam.


Menyikapi hal itu, pasangan AJAIB dalam kampanyenya di kecamatan Namrole, kecamatan Ambalau dan kecamatan Waesama merasa geli dengan isu yang dimainkan oleh lawan politiknya. Pasalnya, isu itu adalah isu yang begitu naif di buat untuk memprovokasi masyarakat Bursel untuk tidak memilih pasangan AJAIB.


“Mereka bilang kita akan bangun Mesjid di Fena Fafan, kita akan bangun Gereja di Ambalau ternyata lawan politik kami kehabisan akal dan kehabisan isu sehingga memprovokasi masyarakat dengan isu yang sesat,” kata Calon Bupati, Hadji Ali saat berkampanye di Ambalau, Minggu (29/11/2010).


Menurut Pria yang dipastikan akan menjadi Bupati Bursel 5 Tahun ke depan bersama Zainudin Booy sebagai Wakilnya ini menyebutkan, isu seperti itu tidak perlu didengar dan ditanggapi oleh masyarakat, sebab visi pasangan AJAIB yakni Gerbang MADANI yang diuraikan menjadi 6 visi jelas-jelas tidak akan menciptakan keributan dalam konteks agama dan adat serta budaya orang Buru.


“Pembangunan Mesjid di Fena Fafan dan Gereja di Ambalau bukan visi misi kami, visi dan misi kami jelas yaitu Gerbang MADANI yaitu, Gerakan Membangun Masyarakat Bursel Yang Relegius Berbudaya, Sehat, Cerdas Dan Sejahtera Dalam Mewujudkan Kemandirian Daerah. Sehingga isu pembangunan Mesjid di Fena Fafan dan Gereja di Ambalau itu bukan program kami,” pungkasnya.


Hal yang sama juga ditegaskan oleh Calon wakil Bupati Zanudin Booy. Politisi Murni partai Golkar ini menegaskan bahwa, tujuan pasangan AJAIB hadir adalah untuk melayani masyarakat Bursel, bukan menciptakan kegaduhan apalagi menciptakan kekacauan dengan menciptakan kesenjangan di tengah masyarakat.


“Kami hadir untuk melayani, bukan menjadi penguasa lalu seenaknya saja membangun Masijid di Fena Fafan dan Gereja di Ambalau. Jangan memprovokasi masyarakat dengan isu SARA dan isu itu sangat bertentangan dengan salah satu misi kami yakni membangun masyarakat yang relegius dan berbudaya berbasis kearifan lokal. Dengan Misi itu, kami akan menciptakan masyarakat yang pintar dalam beragama tanpa menghapus nilai - nilai spiritual adat dan budaya kita orang Buru,” jelas Booy.


Booy meminta agar masyarakat memahami betul visi misi pasangan AJAIB yang ingin menciptakan masyarakat yang relegius dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, tidak menggeser nilai-nilai adat dan budaya yang sudah bertahun-tahun dilestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada warisan leluhur pulau Buru.


“Kami menduga isu sesat ini sengaja di desaign untuk memecah bela kehidupan persaudaraan kita, ingin merusak nilai-nilai adat dan budaya leluhur kita, untuk itu kami pasangan AJAIB hadir untuk mencerdaskan masyarakat baik dalam konteks agama, pendidikan tanpa menggeser nilai-nilai budaya kita,” paparnya.


Lanjutnya, jika isu pembangunan Masjid  dan Gereja sengaja dimainkan untuk menurunkan elektabilitas pasangan AJAIB maka sudah pasti, mereka yang merancang hal itu tidak menginginkan perubahan dan ingin terus menjajah masyarakat Bursel, mereka tidak menginginkan kehidupan harmonis dalam segala segi terwujud di kabupaten Bursel. Dan pemimpin seperti itu jangan diberi kesempatan tetapi harus dilawan.


“Basudara di Fena Fafan dan Ambalau jangan terpengaruh, biasanya mereka yang sudah panik pasti memainkan segala isu dan cara untuk mempengaruhi masyarakat. Kehidupan relegius, budaya dan adat istiadat adalah harta kekayaan kita yang tidak bisa di rusak oleh apapun dan siapapun. Kita akan pelihara itu bersama-sama sebagai suatu kekayaan hakiki kita orang Buru. Jika ada mereka yang ingin menghancurkan itu kita lawan dan pemimpin yang seperti itu tidak perlu diberi kesempatan karena akan menghancurkan nilai-nilai persaudaraan kita,” tandasnya.


Sementara ketua Tim pasangan AJAIB, Sami Latbual menegasakan  isu semacam ini telah lebih awal disampaikan pihaknya saat berkampanye di kecamatan Namrole, Kecamatan Fena Fafan dan kecamatan Waesama.


Bahkan dalam penyampaian waktu itu, dirinya telah meminta supaya masyarakat berhati-hati dengan isu propaganda SARA yang akan dimainkan oleh kelompok tertentu.


"Isu yang kami takutkan akhirnya muncul kepermukaan, padahal kami sudah sampaikan awal dalam setiap kampanye kami bahkan kami sudah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadahi selebaran - selebaran gelap terkait pembangunan Mesjid di daerah Kristen dan Gereja di daerah muslim," ucap Latbual.


Latbual menjelaskan, secara logika, pembangunan rumah ibadah agama tertentu di suatu wilayah itu harus ada umatnya bukan membangun asal suka.


Sehingga isu yang menyebutkan pasangan AJAIB akan melakukan hal itu adalah fitnah, dan sebagai ketua Tim akan bersama kandidat dan Tim hukum akan memproses siapa saja yang terbukti menyampaikan isu tersebut secara terbuka kepada masyarakat.


"Kami siap memproses mereka yang memprovokasi masyarakat dengan isu murahan itu. Tim hukum AJAIB akan mengejar mereka dan memproses mereka sesuai dengan hukum yang berlaku karena kami merasa sangat dirugikan dengan isu tersebut," tutupnya.(OR/02)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama