Close
Close
close
iklan melayang
Orasi Rakyat

14 Pasang Mempelai Ikut Nikah Massal di Gereja Imanuel Waekam





Namrole, Orasirakyat.com
Sebanyak 14 pasangan pengantin mengikuti nikah massal yang di adakan di Gereja Imanuel Waekam, Klasis Buru Selatan, Senin (22/6/2020). Nikah massal ini digelar oleh Majelis dan Sub komisi perempuan jemaat Waenono Kamlanglale bekerjasama dengan Dinas Pendaftaran Penduduk dan Catatan Sipil Kabupaten Buru Selatan.

Pelaksanaan nikah massal ini merupakan keputusan sidang jemaat ke 10 Jemaat GPM Waenono Kamlanglale. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjamin legalitas perkawinan yang akhirnya bermuara pada terwujudnya kesejahteraan keluarga sesuai dangan tujuan dan Visi dari Gereja yakni memberdayakan keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan menuju terwujudnya keluarga yang beriman kepada Tuhan, maju dan mandiri dalam kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Kepada media ini, Ketua Majelis Jemaat GPM Waenono Kamlanglale, Pdt Nita Mairima mengatakan, program nikah massal yang dilakukan oleh Majelis Jemaat bagian Sub komisi perempuan Jemaat GPM Waenono Kamlanglale untuk membantu keluarga-keluarga kurang mampu yang sudah lama hidup bersama, namun sampai dengan saat ini belum diberkati atau diteguhkan dalam satu sakramen pernikahan yang sah.

Mairima menyampaikan bahwa pernikahan massal merupakan salah satu bentuk upaya Gereja untuk mensejahterakan dan membantu masyarakat yang mengalami massalah adat, ekonomi dan sosial.

“Nikah pencatatan sipil massal yang dilakukan pada tanggal 23 juni ini untuk 39 pasang di dalamnya juga ada pasangan nikah sipil dari gereja denominasi  yang berlangsung di gedung gereja Imanuel Waenono Kamlanglale, dan yang bertanggungjawab adalah sub komisi wadah pelayanan laki-laki waekam,” jelas Mairima.

“Dua kegiatan ini merupakan keputusan sidang jemaat ke 10 Jemaat Waenono Kamlanglale, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” sambung Mairima.

Dengan pernikahan ini diharapkan, kehidupan rumah tangga akan semakin baik dan juga pembinaan mental sepiritual anak sebagai generasi masa depan bangsa bisa terjamin.

“Sebab bagaimana kita harapkan satu generasi bangsa yang baik kalau orangtua saja belum menikah. Kehidupan rumah tangga yang baik mesti ditopang pula dengan kehidupan rohani yang baik. Diharapkan melalui program nikah massal yang dilakukan Jemaat ini, maka berbagai rintangan satu pasangan suami istri untuk melangsungkan pernikahan bisa diatasi,” kata Mairima. 

Pernikahan massal ini juga turut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bursel, Ruslan Makatita. (OR/RL)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama