Close
Close
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat
Orasi Rakyat

Gugus Tugas Bursel Masih Menunggu Hasil Swab Pasien 01





Lagu Terbaik Tahun 2021

Namrole, Orasirakyat.com 
Gugus tugas Kabupaten Bursel melalui juru bicaranya, Ibrahim Banda mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil Swab dari pasien 01 Bursel berinisial SB yang kini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Lantamal Ambon karena terkonfirmasi positif Covid-19 beberapa waktu lalu.

Menurut Banda, SB telah menjalani masa isolasi 14 hari pertama dan telah selesai dan kini sudah menjalani masa isolasi ke dua sambil menunggu hasil sweb untuk mengatahui apakah SB masih positif ataukah sudah sembuh.

“Susuai dengan protab kita, kalau hasil tes Sweb pertama sudah negatif maka harus menunggu 10 hari lagi untuk uji sweb kedua, tapi karena Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Ambon itu ternyata punya 4 provinsi yaitu di wilayah Irian (Papua Barat dan Papua), Maluku dan Maluku Utara, maka banyak sekali sweb yang diperiksa dan untuk hasil sweb SB belum keluar,” ujar Banda di Namrole, Rabu (6/5/2020).

Kendati begitu, Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Bursel ini menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak provinsi untuk membantu mengkomunikasikan ke pihak-pihak yang melakukan pemeriksaan sweb terhadap Pasien SB untuk segera mungkin mengeluarkan hasilnya mengingat pasien SB telah melewati masa isolasinya selama 28 hari.

“Terkahir tadi saya konnfirmasi ke satgas provinsi itu malah hasilnya dikirm ke Jakarta, dia sudah selesai masa isolasinya dan keadaan umumnya baik cuma dikawatirkan virusnya saja karena mungkin imun tubuhnya bagus. Sekda juga sudah minta ke Sekda provinsi terkait hasil SB ini,” sebut Banda.

Ia menegaskan, jika nanti SB sudah negatif dan bisa dipulangkan ke pihak keluarga, maka sebelum diserahkan untuk berbaur dengan masyarakat, Pemda akan membuat bukti pemeriksaan bahwa yang bersangkutan sudah negatif.

“Ini dimaksudkan untuk menjadi pegangan bagi yang bersangkutan sehingga masyarakat tidak kuwatir dengannya, karena jika kita pulangkan tanpa suatu legalitas yang diberikan kepada yang bersangkutan, maka nanti menjadi pertanyaan lagi di masyarakat. Jadi kita harapkan hasilnya dulu keluar baru kita pulangkan, kami minta masyarakat harap menunggu,” ucap Banda.

Ia katakan, terkait hal ini, gugus tugas telah memanggil pihak keluarga dan telah disampaikan kondisi yang bersangkutan serta kendala yang dialami soal hasil swab.

“Kondisinya baik-baik saja, cuma untuk memulihkan kondisi sosialnya ditengah-tengah masyarakat berarti harus ada sesuatu yang meyakinkan masyarakat bahwa dia (SB) sudah sembuh, karena  dia pergi dengan positif dan untuk mengembalikannya tidak ada jalan lain selain hasil sweb yang membuktikan dia negatif,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk pasien 02 (JW) warga Desa Leku yang reaktif versi rapid test, ternyata memiliki penyakit penyertanya yaitu pneumonia atau sesak nafas dan penyakit manis (Diabetes Meletus) yang membuat kondisinya saat ini memburuk.

Ia menjelaskan, sebelumnya kondisi pasien JW sudah mulai membaik, tetapi perkembangan terakhir kondisinya mulai menurun karena disebabkan oleh dua penyakit penyertanya.

“Itu sekarang yang menonjol. Jadi kondisinya down,” ungkapnya.

Kendati tenaga medis dan dokter penyakit dalam ada di RSUD Namrole, namun kata Banda, kondisi RSUD Namrole tidak didukung dengan sarana dan prasarana seperti ronseng dan alat-alat pendukung lainnya sehingga JW harus segera di rujuk.

“Hari ini kami ambil kesimpulan dirujuk ke Buru, kalau RSDU di Buru sudah siap tinggal dari satgas Buru apa dia mau terima atau tidak sebab ini bukan Pneumonia saja tapi dia sudah rapid dan reaktif. Tapi kalau dari Buru tidak mau, kita juga sudah bicarakan dengan pihak keluarga kalau mereka setuju kita bawa ke Ambon dengan rujukan karena JW memiliki penyakit penyerta dan langkahnya harus seperti itu,” jelas Banda.

Lebih jauh Banda menjelaskan, terkait hasil sweb yang lama keluar, kini gugus tugas Bursel telah diinformasikan oleh Kementerian Kesehatan terkait dengan alat untuk pemeriksaan Tuberkulosis (TB) yang sudah dapat digunakan untuk pemeriksaan sweb.

“Tadi kami sudah kirimkan 6 orang terdiri dari dokter, analisis dan perawat yang diminta oleh Pemprov dan Pempus untuk Job Training di Ambon, dan pempus akan memberikan kita semacam Regen untuk dipakai melakukan pemeriksaan swab. Alatnya sudah ada di kita dan nanti jika mereka ini balik membawa regen berarti kita sudah bisa melakukan pemeriksaan sweb di Bursel, karena hampir seluruh Indonesia sudah seperti ini dan kita tidak perlu menunggu lagi. Kita doakan semoga pemerintah secepatnya mengirimkan semacam regen ini ke kita,” tutupnya. (OR/AL)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama